Connect with us

Hukrim

Di Jatuhi Vonis 27 Bulan Penjara Firdaus Fairus Menangis

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang agenda bacaan putusan terkait, perkara dugaan kekerasan Pembantu Rumah Tangga (PRT) yang melibatkan, Firdaus Fairus (Penasehat Hukum) harus duduk di kursi panas sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Surabaya,bergulir Kamis (17/12/2021).

Dipersidangan, Majelis Hakim, Martin Ginting, menyatakan, Firdaus Fairus telah bersalah melakukan perbuatan tindak pidana sebagaimana yang di dakwakan oleh, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Siska. Adapun, dakwaan JPU yang dianggap Majelis Hakim terpenuhi di persidangan yakni, pasal

44 ayat (2) Undang Undang RI nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.

Pertimbangan Majelis Hakim, menjatuhkan putusan selama 27 bulan bui bagi terdakwa yakni, berdasarkan visum et repertum, Elok Anggraini Setiowati sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) mengalami luka kekerasan fisik.

Sedangkan, pertimbangan fakta hukum, yang terjadi pada diri korban normal saat kerja di rumah terdakwa.

Berdasarkan pertimbangan, unsur perbuatan kekerasan fisik yang dilakukan terdakwa telah terpenuhi maka Majelis Hakim tidak sependapat dengan Penasehat Hukum terdakwa, yakni, Abdu Salam karena pasal yang didakwakan JPU telah terpenuhi.

Pertimbangan lainnya, yaitu, alat bukti yang digunakan terdakwa melakukan tindak kekerasan terhadap korban diantaranya, pipa paralon, pipa putih, selang air berwarna hijau.

Sebelum menjatuhkan putusan, disampaikan Majelis Hakim hal-hal yang memberatkan terdakwa yaitu, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat serta profesi terdakwa sebagai penegak hukum.

Hal lainnya, yang meringankan terdakwa adalah, terdakwa menyesali perbuatannya.

Diujung bacaan putusan, terdakwa menangis sembari sampaikan kalimat, saya tidak bersalah.

Melalui Penasehat Hukumnya, atas putusan tersebut, terdakwaenyatakan pikir-pikir. Hal tersebut, secara otomatis juga diikuti JPU yang menyatakan juga pikir-pikir.         MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending