Connect with us

Hukrim

Meski Dituntut 1 Tahun Bui  Majelis Hakim Jatuhkan Vonis Bebas Bagi Stella Monica Hendrawan

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang agenda bacaan putusan bagi Stella Monica Hendrawan yang disangkakan telah melanggar

Pasal 27 ayat (3) Juncto Pasal 45 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan tuntutan pidana bui selama 1 tahun oleh, Majelis Hakim, Supriyadi, bahwa perbuatan terdakwa bukan sebuah pelanggaran Undang-undang RI nomor 11 tahun 2008.

Hal bacaan putusan, digelar dipersidangan Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (14/12/2021). Usai bacaan Majelis Hakim yang menyatakan perbuatan terdakwa tidak terbukti di tanggapi oleh, Jaksa

Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Rista Erna Soelistiowati, berupa, pihaknya, masih pikir-pikir.
” Atas putusan bebas dari dakwaan JPU, kami pikir-pikir Yang Mulia “, paparnya.

Secara terpisah, usai mendengar bacaan putusan dari Majelis Hakim, tampak, terdakwa bersama keluarga histeris sebagai tanda meluapkan kegembiraan atas putusan tersebut.

Sedangkan, didepan pintu Pengadilan Negeri Surabaya, sebelum persidangan sempat diwarnai demo dari berbagai kalangan yang turut mendukung terdakwa. Di kesempatan ini, terdakwa langsung naik mobil komando dengan menyerukan, saya sebagai rakyat jelata yang dikriminalisasi oleh, orang yang berkuasa.
” Terimakasih, atas bacaan putusan Majelis Hakim sebagai pertanda Tuhan telah memberkati kita semua “, ujarnya diatas mobil komando.

Selain itu, orator menyambung, dengan orasinya, dengan mengucapkan terimakasih terhadap Majelis Hakim dan jajarannya.
Di Pengadilan Negeri Surabaya, ini kalian telah menunjukkan keadilan bagi kami sebagai rakyat jelata.
” Saya ucapkan terimakasih, pahala berada di tangan anda “, pungkasnya.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending