Connect with us

Pemerintahan

Wagub Emil, Pemprov Jatim Siap Bermitra Majukan Masyarakat Jatim

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan, bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur, siap menjadi mitra berbagai organisasi masyarakat (Ormas) seperti halnya, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong Jawa Timur.

Ajakan itu disampaikan, dengan tujuan untuk memajukan masyarakat Jawa Timur.
” Kami bersama tentunya, Pemprov Jawa Timur, senantiasa siap bersinergi semaksimal mungkin dengan MKGR Jawa Timur untuk bersama sama memajukan masyarakat Jawa Timur “, kata Wagub
Emil Dardak, saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) MKGR Provinsi Jawa Timur, periode 2021-2026 di hotel The Westin Surabaya, Minggu (12/12/2021).

Wagub yang pernah menjabat Bupati Trenggalek ini meyakini, bahwa tujuan utama MKGR adalah untuk mengabdi kepada masyarakat. Oleh sebab itu, dirinya berharap, MKGR dapat terus berperan aktif berkiprah sampai level akar rumput atau benar benar menyentuh kalangan masyarakat kecil.
” Pokoknya MKGR gerak ke mana, tentunya Pemprov Jawa Timur, harus selalu siap untuk menjadi mitra yang baik, mitra yang optimal dalam mengabdi kepada masyarakat “, tegasnya.

Lebih lanjut, Emil Dardak, sapaan akrab Wagub Jatim, itu menjelaskan, MKGR memiliki sejarah yang luar biasa. Dimana organisasi dari partai beringin ini bahkan pernah masuk dalam representasi DPR sebagai MKGR, bukan sebagai partai tapi sebagai ormas yang memang duduk di dalam musyawarah perwakilan rakyat.
” Tokoh-tokoh bangsa kita ini tentunya, banyak yang mewarnai perjuangan bangsa kita dalam kapasitasnya juga sebagai representasi dari MKGR “, tuturnya.

Emil Dardak, pun mengatakan, pada 1960-an terdapat 13 Ormas dibawah MKGR. Pada saat itu, MKGR membuat program-program pemberdayaan bagi petani dan pemuda. Program-program tersebut kemudian membawa dampak luar biasa kepada masyarakat.
” Nah ini adalah sejarah yang tidak banyak dimiliki oleh organisasi organisasi lain yang tentu menjadi aset yang luar biasa untuk sebuah organisasi yang bisa tegak berdiri sampai hari ini sejak tahun 1960, tentu ini adalah suatu warisan sejarah yang luar biasa “, pujinya.

Oleh sebab itu, Wagub Emil, percaya bahwa MKGR mampu membawa masyarakat Jawa Timur menjadi lebih maju, peduli dengan tetap membawa misi kekeluargaan dan gotong royong. Terlebih pada saat ini semua masyarakat dihadapkan pada fase kehidupan metaverse. Yaitu dimana orang-orang hidup di dunia maya yang cenderung nampak tidak memliki kepedulian terhadap sesama.
” Kita sangat khawatir kalau generasi muda kita kemudian kehilangan kepedulian kepada sesama dan organisasi masyarakat seperti MKGR ini menjadi sangat penting karena aset bangsa kita adalah pada semangat gotong royong “, ucapnya.

Kalau kepedulian telah hilang dari diri para generasi muda maka akar dari bangsa Indonesia juga akan hilang. Ia berkeinginan agar generasi muda Indonesia tidak kehilangan kepedulian terhadap sesama di tengah derasnya arus digitalisasi saat ini.
” Jika itu hilang karena kita terjebak kepada arus digitalisasi ini maka akan juga menghilangkan akar bangsa kita “, imbuhnya.

Emil pun, menyampaikan, selamat dan sukses bagi para pengurus DPD Ormas MKGR Jawa Timur periode 2021 – 2026.

Dirinya berharap, ke depan akan mampu membawa MKGR semakin sukses dan lebih baik.
” Selamat atas amanah yang kembali dipercayakan kepada Bapak Doktor Kodrat Sunyoto sebagai ketua MKGR Jawa Timur “, pungkasnya.     ATOK.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pemerintahan

Belum Kantongi Sertifikasi Layak Fungsi DPRD Surabaya, Minta Soft Opening Trans Icon Mall Dihentikan

Published

on

Basudewa – Surabaya, Komisi A DPRD Surabaya, bidang Hukum dan Pemerintahan menyoroti pembukaan operasional (Soft Opening) Trans Icon Mall pada Jumat (5/8/2022).

Sorotan tersebut, lantaran Trans Icon Mall belum layak fungsi.

Dalam hal ini, Komisi A menggelar rapat dengar pendapat dengan beberapa pihak terkait, termasuk manajemen Trans Icon Mall yang mengutus beberapa perwakilannya ke Gedung wakil rakyat di Jalan.Yos Sudarso Surabaya.

Melalui pantauan dilapangan, rapat dipimpin oleh, Pertiwi Ayu Krishna selaku Ketua, yang dikuti oleh Camelia Habiba (wakil), Budi Leksono (anggota), Imam Syafi,i (anggota), M. Mahmud (anggota), Ghofar Ismail (anggota) dan Suaifuddin Zuhri (anggota).

Sedangkan, pihak Pemkot Surabaya, dihadiri beberapa perwakilan dari Dinas terkait seperti, DPRKP, DSDABM, DLH, Dishub, Damkar, Dispora dan Satpol-PP Kota Surabaya.

Dalam rapat , Pertiwi Ayu Krishna, menegaskan, jika pihaknya, mendukung Wali Kota Surabaya, dengan seluruh program dan kebijakannya.

Salah satunya, Perwali Nomor 91 Tahun 2022 pasal 3 tentang Serifikat Laik Fungsi (SLF) Bangunan Gedung.

“ Kami mendukung program dan kebijakan Wali Kota Surabaya, untuk itu, kami juga mengapresiasi kepada seluruh investor (termasuk Trans Icon) yang menanam investasi di Kota Surabaya. Namun, tidak berarti bisa berbuat seenaknya, karena wilayah kami memiliki aturan dan kebijakan yang wajib dipatuhi, salah satunya soal SLF ,” ucap Ayu.

Ayu mendesak kepada Pemkot Surabaya, selaku regulator untuk menghentikan aktifitas pemanfaatan bangunan Gedung Trans Icon di Jalan. Ahmad Yani Surabaya, karena belum mengantongi SLF secara penuh.

“ Yang kami jaga adalah keselamatan penghuni Gedung yakni, para pengunjung juga pegawainya, maka jika masih diterbitkan 3 rekomendasi dari 3 OPD artinya, belum lengkap dan belum dikeluarkan sertifikasi SLF nya, sesuai aturan, ya ?, tidak boleh operasional. Soft opening atau grand opening nya harus dihentikan,” tandas politisi perempuan dari Partai Golkar ini.

Menanggapi hal ini, Vice President Corporate Communication Trans Icon, Satria Hamid, meminta agar soft opening tetap bisa dilaksanakan, sesuai agenda sembari melengkapi kekurangan yang disyaratkan, karena menyangkut nasib pegawai yang saat ini sudah bekerja.

Tak hanya itu, Camelia Habiba, juga mempertanyakan, soal kondisi trotoar jalan di depan area Gedung Trans Icon yang kondisinya rusak dan belum dikembalikan seperti semula.

“ Kami ini setiap hari melewati jalan itu dan melihat langsung jika kondisi trotoarnya masih belum dikembalikan seperti semula,” ujar Politisi perempuan asal fraksi PKB ini.

Merespon soal kerusakan trotoar di depan area Trans Icon, wakil dari manajemen Trans Icon, berjanji akan memperbaiki secepatnya. “Kami akan perbaiki secepatnya, sekira 1-2 minggu) ,” jawabnya.

Sementara Sekretaris DPRKPCKTR,  Ali Murtadho, mengaku, jika pihaknya, akan segera bergerak ke lapangan untuk melaksanakan rekomendasi hasil rapat dengan Komisi A DPRD Surabaya.

“ Kami akan kembali melakukan pengecekan berkas dan lokasi ,” tuturnya.

Adapun, Resume Rapat Komisi A DPRD Surabaya tentang evaluasi dan penjelasan perijinan Trans Icon , yakni, sesuai Pasal 3 Perwali Nomor 91 Tahun 2022 tentang Serifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung, rekomendasi harus terpenuhi samua sebelum SLF dikeluarkan.

Sedangkan, untuk Trans icon masih terbit 3 rekomendasi (Disnakertran, Damker, Dinkes) oleh karena itu, Trans lcon belum ada SLF, maka bangunan belum layak fungsi dan tidak boleh ada pemanfaatan terlebih dahulu.

Trans Icon, akan mengembalikan fungsi trotoar seperti semula.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending