Connect with us

Peristiwa

Sempat Terjadi Insiden Pukul Petugas, RS Blue Fish Disegel

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Kafe Rasa Sayang (RS) Blue Fish yang berlokasi di Jalan.Tegalsari No.97, Surabaya, disegel oleh, Tim Satgas Covid-19 Kota Surabaya, melakukan Penindakan pada lokasi Rekreasi Hiburan Umum (RHU) dikarenakan telah melakukan pelanggaran melebihi jam operasional sesuai aturan yang ada pada masa PPKM Level 1 di Kota Surabaya.
Perihal penyegalan, RHU Rasa Sayang Blue Fish, diketahui pada Senin (13/12/2021).

Melalui, Informasi yang berhasil dihimpun,  bahwa Tim Satgas Covid-19 Kota Surabaya, melakukan penyegelan yang sebelumnya, ada 4 orang keluar dari Kafe Blue Fish.

Tampak Para Petugas Terkait, Melakukan Penyegelan Di RS Blue Fish Pada Senin (13/12/2021).

Menurut salah satu warga yang namanya, tidak bersedia dicantumkan, mengkisahkan, bahwa sekitar pukul 08.00 WIB, pemilik RS Blue Fish, Heri Kuncoro, mendatangi Lokasi diterima oleh, Kasubid Kewaspadaan Nasional Bakesbangpol, Ir.Harry Asjtanto dan Kasubid Pencegahan pada BPB Linmas kota Surabaya, Mudita Dhirawidaksa, menyampaikan, pada intinya, pintu gerbang segera dibuka, namun jangan ada penertiban terhadap pengunjung dan karyawan “, ungkapnya.

Lebih lanjut, setelah pintu gerbang dibuka, pengunjung melakukan perlawanan dengan cara mendorong petugas agar tidak diamankan.

Dalam insiden tersebut, telah terjadi pemukulan yang dilakukan oleh, salah satu pengunjung terhadap petugas.
” Korbannya, HI, Anggota Danki B pada BPB Linmas Kota Surabaya, mendapat penanganan medis pertama oleh, Petugas PMI Kota Surabaya, selanjutnya, dirujuk ke RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Jalan. Tambak Rejo Surabaya, untuk mendapatkan penanganan secara medis “, ungkapnya.

Sementara atas kejadian tersebut, tim basudewanews.com, mendatangi BPB Linmas Kota Surabaya, guna Konfirmasi.

Melalui, perwakilan Kepala BPB Linmas Kota Surabaya, Nasirin, menyampaikan, untuk lebih jelasnya, langsung ke Humas Pemerintah Kota Surabaya.

Sementara, Kasubag Layanan Informasi bagian Humas Pemkot Surabaya, Jefri S, menjelaskan, terkait masalah tersebut bisa langsung ke Pak Indri.
” Terkait media bisa ke Pak Indri selaku, Kasubag Liputan dan Pers ya “, jawabnya melalui layanan pesan WhatsApp.

Perlu diketahui adanya, kegiatan penyegelan, sekitar pukul 08 : 45 WIB, Kepala BPB Linmas Kota Surabaya, Irvan Widyanto didampingi Kabib Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPB Linmas Kota Surabaya, melakukan Penyegelan terhadap Kafe RS Blue Fish yang disertai adanya insiden pemukulan pengunjung terhadap petugas.

Hingga berita ini, diunggah, tim basudewanews.com, masih belum mendapatkan informasi secara pasti dari pihak terkait, khususnya, Kabag Humas Pemkot Surabaya.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Jelang Hari Pahlawan Solidaritas Wartawan Surabaya Gelar Doa Bersama

Published

on

Basudewa – Surabaya, Memperingati hari Pahlawan menjadi prioritas tersendiri bagi insan pers di Surabaya. Kebanggaan dan semangat juang “Arek Arek Suroboyo” yang di kobarkan melalui, siaran pers dari Bung Tomo menjadi Spirit tersendiri bagi generasi sekarang.

Mengingat adanya, peristiwa yang terjadi di depan Hotel Yamato pada 10 November 1945 menjadi sebuah peristiwa berdarah juga sebagai perang semesta yang melibatkan peran Pers kala itu.

Pentingnya, informasi di saat genting seperti itu, menjadi pedoman bagi perkembangan pergerakan yang akan di lakukan oleh, Arek Suroboyo untuk melancarkan serangan kepada pihak penjajah.

Perihal sejarah tersebut, dalam rangka memperingati 10 November 1945, solidaritas wartawan Surabaya, menggelar ” Tahlil Doa Bersama ” di Monumen Pers Jalan. Tunjungan nomor 100 Surabaya.

Disesi agenda tersebut, nampak di hadiri oleh, beberapa wartawan dari media Online mengingatkan insan pers, bahwa tetenger atau Monumen Pers ini, adalah sebuah kebanggaan bersama dan sudah sepatutnya wartawan yang memiliki semangat juang wajib melestarikan nilai nilai juang yang di wariskan oleh para pendiri bangsa.

Solidaritas Wartawan Surabaya, hanya ingin melestarikan dan mewarisi Spirit dari perjuangan pada 10 November 1945.

Berdasarkan niat tulus yang di lakukan oleh, sekelompok wartawan ini, tidak lebih dari rasa syukur dan mengenang semangat saat pertempuran waktu itu.

Adapun tokoh masyarakat mantan Anggota Dewan tahun 80 an bernama Marzuki juga turut Hadir dalam acara tersebut.

Marzuki berharap, pada wartawan muda yang memiliki semangat dan spirit juang seperti pendahulunya.

” Wartawan itu bukan sesuatu yang remeh, dia adalah pilar ke 4 negara, jadi masa depan bangsa tergantung juga pada wartawan. Maka dari itu, sangatlah tepat bila kalian mengadakan tahlil atau kegiatan di sini, sebab Monumen Pers adalah milik para wartawan atau insan pers. Siapapun tidak ada yang bisa menggantikannya ,” tutur Marzuki.

Sedangkan, Sekretaris Solidaritas Wartawan Surabaya, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua AWS (Aliansi Wartawan Surabaya), yakni, Kiki Kurniawan, sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang hadir dalam acara Tahlil dan Silaturahmi di Monumen Pers ini.

” Saya sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang sudah mensupport kegiatan ini, meskipun acara ini sangat sederhana namun doa yang kita sampaikan kepada Sang Pencipta semoga menjadi alat komunikasi bagi para pejuang Pers yang telah mendahului kita semua ,” ujarnya.

Kami memang sengaja tidak membuat proposal ataupun surat edaran yang berujung pada penggalian dana. Sebab ini, murni gerakan Moral, jadi sangatlah tidak pantas apabila kita mencari sokongan dana dengan meminta ke sana kemari padahal tujuan kita untuk berdoa, buktinya, dengan menyisihkan uang pribadi kita bisa menyelenggarakan acara tersebut.

” Ini bukti solidaritas, jadi percuma ngomong solidaritas kalau kita tidak bisa mewujudkan dalam kehidupan nyata. Jadi singkatnya, rekan rekan mengajak kepada seluruh wartawan Surabaya kembali mengingat bahwa Monumen Pers Surabaya adalah milik kita bersama dan bukan milik seseorang ataupun golongan ,” seru Kiki.

Sesuai rencana, gerakan solidaritas ini, akan terus di bangun. Selama untuk kepentingan bangsa.

Hal seperti inilah yang diinginkan oleh, beberapa rekan wartawan Surabaya, yang hadir pada acara tersebut.

” Gerakan ini, patut di lestarikan untuk memberikan edukasi kepada wartawan muda generasi penerus bangsa bahwa nilai juang patut di wariskan ,” pungkasnya.  MET.

Lanjutkan Membaca

Trending