Connect with us

Hukrim

Gunakan Dokumen Cacat Hukum Sidang Lanjutan, Lim Candra Sugianto Tertunda

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, bagi Lim Chandra Sugiarto (LCS) anak dari Wasono Sugiarto Lim yang disangkakan gunakan dokumen cacat hukum terjerat pasal 266 KUHP, tertunda lantaran, 3 orang saksi yang akan dihadirkan Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Darwis tidak hadir di persidangan Senin (13/12/2021).

Dipersidangan, Majelis Hakim terpaksa menunda persidangan lantaran, JPU tidak bisa menghadirkan saksi.

Secara terpisah, JPU, Furqon, usai tertundanya persidangan saat ditemui basudewa wes.com, menyampaikan, bahwa persidangan tertunda lantaran, ke-tiga saksi yang akan dihadirkan tidak hadir dipersidangan.

Lebih lanjut, JPU , mengatakan, alasan ke-tiga saksi yang masih saudara dari terdakwa tidak tega guna memberikan keterangan di persidangan.
” Pihaknya, sudah memanggil saksi secara patut namun, para saksi keberatan hadir karena tidak tega melihat terdakwa (LCS) “, ungkapnya.

Masih menurutnya, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap JPU guna menghadirkan saksi di persidangan Selasa (14/12/2021). Seandainya, para saksi masih tidak berkenan menghadiri persidangan maka pihak JPU akan membacakan keterangan saksi dibawah sumpah.
” Pihaknya, diberi kesempatan Majelis Hakim agar besok menghadirkan para saksi namun, jika para saksi tetap keukeuh tidak berkenan hadir maka kami akan bacakan keterangan para saksi dibawah sumpah “, tuturnya.

Untuk diketahui, LCS harus jalani proses hukum lantaran, terdakwa diduga telah memalsukan dokumen cacat hukum agar mendapatkan kucuran pinjaman sebesar 24 Milyard ke Bank Danamon.

Dalam hal, perkara tersebut, terdakwa melibatkan Notaris Musdalifah (berkas terpisah) yang disangkakan sebagai turut serta atas pembuatan dokumen tersebut.   MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending