Connect with us

Hukrim

Disangkakan Palsu Status Pernikahan, Linda Leo Darmosuwito Dituntut 10 Bulan Penjara

Published

on

Surabaya-basudewanews.com,
Linda Leo Darmosuwito, dituntut pidana penjara selama 10 bulan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim,Sabetania Paembonan, dipersidangan Senin (13/12/2021), menyatakan, mantan istri dari Sugianto Setiono, Bos Minyak Kayu Putih tersebut terbukti melanggar sebagaimana diatur dalam Pasal 263 ayat (2) KUHP.
” Memohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, agar mejatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 10 bulan “, ucap JPU.

Hal lain, yang memberatkan menurut pertimbangan JPU, yaitu, perbuatan terdakwa sudah merugikan Sugianto Setiono dan terdakwa tidak mengakui perbuatannya. Sedangkan, hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum.

Terhadap tuntutan tersebut, Penasehat Hukum, Salawati, berencana mengajukan nota pembelaan (pledoi) pada persidangan selanjutnya.

Atas permintaan tersebut, Majelis Hakim, Suparno memberikan kesempatan terhadap terdakwa maupun Penasehat Hukumnya. “ Silahkan terdakwa secara pribadi dan tim Penasehat Hukum mengajukan pembelaannya “, ucapnya.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending