Connect with us

Peristiwa

KOMPAK Salurkan Bantuan Korban Erupsi Semeru Di Lumajang

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Komunitas Media Pengadilan dan Kejaksaan (KOMPAK), secara mandiri mengumpulkan donasi dari rekan-rekan sejawat guna di salurkan langsung kepada korban terdampak  Erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.Sabtu (11/12/2021).

Sementara, Koordinator Lapangan, Tri Broto, menyampaikan, bahwa hari ini, kami melakukan kegiatan penyerahan bantuan langsung kepada warga yang terdampak Erupsi Gunung Semeru. Nantinya, kita berkoordinasi dengan Joyo, salah seorang warga  terdampak Erupsi Gunung Semeru, bagaimana teknis penyaluran bantuan ke warga secara langsung.
” Estimasi waktu perjalanan nantinya, kita sampai di Lumajang sekitar pukul 17.00 WIB, sesampai di lokasi kita langsung berikan kepada warga yang terdampak Erupsi Gunung Semeru “,  ucapnya.

Masih menurut Tri Broto (wartawan Trans 7) saat memberi arahan kepada teman-teman di Halaman Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, menyampaikan, meski rekan-rekan kita terpaksa sudah meninggalkan lokasi karena kepentingan tugas dari redaksi namun, kita masih berharap dengan Joyo salah satu warga Lumajang, yang akan memandu secara tekhnis penyaluran agar tepat sasaran.

Sedangkan, Ketua Umum Kompak, Budi Mulyono, sebelum pemberangkatan bantuan, mengatakan, kegiatan KOMPAK peduli merupakan, bentuk empati kita terhadap para korban terdampak Erupsi Gunung Semeru meski diketahui bantuan dari pemerintah dan lembaga masyarakat sudah banyak yang menyalurkan bantuan.

Lebih lanjut, Budi Mulyono, mengatakan, empati rekan-rekan dengan mengumpulkan hasil pribadi layak di apresiasi.
” Saya, salut atas empati rekan-rekan yang tergabung dalam KOMPAK “, ucapnya.

Adapun, bentuk bantuan yang disalurkan berupa, 62 paket yang berisi, sembako, gula, minyak goreng, Indomie, kopi sachet dan obat-obatan serta air mineral, kami berharap bantuan dari anggota KOMPAK tesebut, bisa meringankan beban korban terdampak Erupsi Gunung Semeru “, ucap, Ketua Umum Kompak, Budi Mulyono saat Pelepasan Mobil Bantuan Kompak Peduli.

Untuk diketahui, Gunung Semeru meletus atau erupsi pada Sabtu (4/12/2021) pukul 15.20 WIB dengan mengeluarkan awan panas di wilayah Lumajang dan sekitarnya. Hujan deras pada hari itu juga menyebabkan lahar dingin dari kawah gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meluncur deras menerjang desa di bawahnya.

Data korban jiwa tercatat warga luka-luka 56 jiwa, hilang 13 jiwa dan meninggal dunia 38 jiwa. Sedangkan jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa. Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang dan luka, posko masih melakukan pemutakhiran data dan validasi. Selain dampak korban jiwa, erupsi Gunung Semeru juga mengakibatkan 2.970 unit rumah terdampak yang saat ini terus dilakukan pendataan dan Verifikasi.  TIM.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Pemerintahan

Belum Kantongi Sertifikasi Layak Fungsi DPRD Surabaya, Minta Soft Opening Trans Icon Mall Dihentikan

Published

on

Basudewa – Surabaya, Komisi A DPRD Surabaya, bidang Hukum dan Pemerintahan menyoroti pembukaan operasional (Soft Opening) Trans Icon Mall pada Jumat (5/8/2022).

Sorotan tersebut, lantaran Trans Icon Mall belum layak fungsi.

Dalam hal ini, Komisi A menggelar rapat dengar pendapat dengan beberapa pihak terkait, termasuk manajemen Trans Icon Mall yang mengutus beberapa perwakilannya ke Gedung wakil rakyat di Jalan.Yos Sudarso Surabaya.

Melalui pantauan dilapangan, rapat dipimpin oleh, Pertiwi Ayu Krishna selaku Ketua, yang dikuti oleh Camelia Habiba (wakil), Budi Leksono (anggota), Imam Syafi,i (anggota), M. Mahmud (anggota), Ghofar Ismail (anggota) dan Suaifuddin Zuhri (anggota).

Sedangkan, pihak Pemkot Surabaya, dihadiri beberapa perwakilan dari Dinas terkait seperti, DPRKP, DSDABM, DLH, Dishub, Damkar, Dispora dan Satpol-PP Kota Surabaya.

Dalam rapat , Pertiwi Ayu Krishna, menegaskan, jika pihaknya, mendukung Wali Kota Surabaya, dengan seluruh program dan kebijakannya.

Salah satunya, Perwali Nomor 91 Tahun 2022 pasal 3 tentang Serifikat Laik Fungsi (SLF) Bangunan Gedung.

“ Kami mendukung program dan kebijakan Wali Kota Surabaya, untuk itu, kami juga mengapresiasi kepada seluruh investor (termasuk Trans Icon) yang menanam investasi di Kota Surabaya. Namun, tidak berarti bisa berbuat seenaknya, karena wilayah kami memiliki aturan dan kebijakan yang wajib dipatuhi, salah satunya soal SLF ,” ucap Ayu.

Ayu mendesak kepada Pemkot Surabaya, selaku regulator untuk menghentikan aktifitas pemanfaatan bangunan Gedung Trans Icon di Jalan. Ahmad Yani Surabaya, karena belum mengantongi SLF secara penuh.

“ Yang kami jaga adalah keselamatan penghuni Gedung yakni, para pengunjung juga pegawainya, maka jika masih diterbitkan 3 rekomendasi dari 3 OPD artinya, belum lengkap dan belum dikeluarkan sertifikasi SLF nya, sesuai aturan, ya ?, tidak boleh operasional. Soft opening atau grand opening nya harus dihentikan,” tandas politisi perempuan dari Partai Golkar ini.

Menanggapi hal ini, Vice President Corporate Communication Trans Icon, Satria Hamid, meminta agar soft opening tetap bisa dilaksanakan, sesuai agenda sembari melengkapi kekurangan yang disyaratkan, karena menyangkut nasib pegawai yang saat ini sudah bekerja.

Tak hanya itu, Camelia Habiba, juga mempertanyakan, soal kondisi trotoar jalan di depan area Gedung Trans Icon yang kondisinya rusak dan belum dikembalikan seperti semula.

“ Kami ini setiap hari melewati jalan itu dan melihat langsung jika kondisi trotoarnya masih belum dikembalikan seperti semula,” ujar Politisi perempuan asal fraksi PKB ini.

Merespon soal kerusakan trotoar di depan area Trans Icon, wakil dari manajemen Trans Icon, berjanji akan memperbaiki secepatnya. “Kami akan perbaiki secepatnya, sekira 1-2 minggu) ,” jawabnya.

Sementara Sekretaris DPRKPCKTR,  Ali Murtadho, mengaku, jika pihaknya, akan segera bergerak ke lapangan untuk melaksanakan rekomendasi hasil rapat dengan Komisi A DPRD Surabaya.

“ Kami akan kembali melakukan pengecekan berkas dan lokasi ,” tuturnya.

Adapun, Resume Rapat Komisi A DPRD Surabaya tentang evaluasi dan penjelasan perijinan Trans Icon , yakni, sesuai Pasal 3 Perwali Nomor 91 Tahun 2022 tentang Serifikat Laik Fungsi Bangunan Gedung, rekomendasi harus terpenuhi samua sebelum SLF dikeluarkan.

Sedangkan, untuk Trans icon masih terbit 3 rekomendasi (Disnakertran, Damker, Dinkes) oleh karena itu, Trans lcon belum ada SLF, maka bangunan belum layak fungsi dan tidak boleh ada pemanfaatan terlebih dahulu.

Trans Icon, akan mengembalikan fungsi trotoar seperti semula.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending