Connect with us

Hukrim

Penasehat Hukum, Ke-Tiga Polisi Terduga Nyabu, Sebut, Atas Dasar Apa Paminal Mabes Polri Ikuti Sidang Via Zoom

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang agenda tuntutan bagi ke-tiga oknum anggota Polrestabes Surabaya, terduga menyalahgunakan sabu kembali bergulir di ruang Candra Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (9/12/2021).

Dipersidangan sebelum Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Harry Basuki, bacakan tuntutan menyampaikan dihadapan Majelis Hakim, Martin Ginting, bahwa pihak Paminal Mabes Polri mengikuti jalannya persidangan melalui via zoom (on-line). Atas penyampaian JPU, Majelis Hakim mempertegas, bahwa meski mengikuti jalannya, persidangan pihak Mabes Polri tidak memiliki hak suara.

Diruang yang lain, hal tersebut, disikapi oleh, Penasehat Hukum ke-tiga terdakwa, Budi Sampurno, berupa, atas dasar apa pihak Paminal Mabes Polri, mengikuti alurnya persidangan secara on-line.
” Saya keberatan, adakah aturan KUHAP  Paminal Polri bisa ikut persidangan meski pasif. Keberatan lainnya, yakni, dalam aturan persidangan on-line siapa yang berhak ? “, kesalnya.

Diduga secara tidak langsung, Budi Sampurno, menyampaikan, adanya kesan intervensi dalam persidangan yang melibatkan kliennya (ke-tiga terdakwa).

Sedangkan, tuntutan bagi ke-tiga terdakwa yakni, Sudidik bin Markalim (terdakwa) dinyatakan, secara sah bersalah melanggar pasal 112 ayat (1), Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain itu, hal yang memberatkan, adalah, terdakwa aparat penegak hukum dan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, sebagai polisi terdakwa berprestasi melakukan tangkapan besar narkoba.

Menyatakan, agar Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini untuk menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun, dengan perintah tetap di tahan dan denda sebesar 1 Milyard subsider 3 bulan.

Untuk terdakwa, Agung Praditya bin Rahman Saleh, berdasarkan fakta sidang dan para saksi-saksi di persidangan serta analisa yuridis, terdakwa dinyatakan secara sah bersalah melanggar pasal 112 ayat (2), Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Hal yang memberatkan, terdakwa adalah aparat penegak hukum dan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, sebagai polisi terdakwa berprestasi melakukan tangkapan besar narkoba.

Menyatakan, agar Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini untuk menjatuhkan pidana penjara selama 102 bulan, dengan perintah tetap di tahan dan denda sebesar 3 Milyard subsider 3 bulan.

Sedangkan, untuk terdakwa, Eko Julianto bin Suwadi, berdasarkan fakta sidang dan para saksi-saksi di persidangan serta analisa yuridis, terdakwa dinyatakan secara sah bersalah melanggar pasal 112 ayat (2), Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan melanggar pasal 62 Undang-Undang RI nomor 5 tahun 1997.

Hal yang memberatkan, terdakwa adalah aparat penegak hukum dan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, sebagai polisi terdakwa berprestasi melakukan tangkapan besar narkoba.

Menyatakan, agar Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini untuk menjatuhkan pidana penjara selama 11 tahun dengan perintah tetap di tahan dan denda sebesar 4 Milyard subsider 4 bulan.

Usai JPU, bacakan dakwaan, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap ke-tiga terdakwa guna menyampaikan nota pembelaan. Dalam kesempatan yang diberikan Majelis Hakim ke-tiga terdakwa menyerahkan nota pembelaan terhadap Penasehat Hukumnya.   MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Berdayakan Masyarakat Pesisir Lanal Aru, Luncurkan KBN Di Desa Jabulenga

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Dalam rangka memberdayakan, warga pesisir pantai di wilayah Kepulauan Aru, Maluku, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Aru, kembali meluncurkan Kampung Bahari Nusantara (KBN).

Sasaran peluncuran KBN kali ini, difokuskan di Desa Jabulenga, Kecamatan Pulau – Pulau Aru, dengan mengusung 6 kluster pemberdayaan warga pesisir yakni, Kluster Keadaan, Pendidikan, Kesehatan, Ketahanan, Ekonomi, dan Pariwisata.

Perihal, meluncurkan Kampung Bahari Nusantara, disampaikan, Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM), Teguh W Saputro, pada Senin (8/8/2022).

Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM). Teguh W. Saputro, menjelaskan, bahwa
Pada Kluster Keadaan, Desa Jabulenga dikelilingi oleh, laut dan tebing/bukit.

Sehingga, kebutuhan warga setempat akan air bersih tergantung pada sumur tadah hujan, jika air surut/kering masyarakat setempat pergi ke kota/Dobo untuk membeli air tawar.

Kemudian, masalah penerangan, masyarakat setempat masih menggunakan genset Diesel yang hanya digunakan, dari pukul 18.00 WIT s.d. 24.00 WIT. Sehingga, untuk penerangan terbatas dan akan dicari solusinya.

Lebih lanjut, pada Kluster Pendidikan, Desa Jabulenga terdapat 2 sarana pendidikan yaitu, PAUD dan SD yang letaknya berhadapan.

PAUD ini, rencananya, akan digunakan sebagai rumah pintar sesuai program kerja KBN Binaan Lanal Aru.

” Kondisi bangunan masih bagus 90% namun, masih perlu direnovasi seperti, pengecatan ulang dinding dan perbaikan atap gedung serta fasilitas penunjang lainnya. Sehingga layak dijadikan sebagai sarana bermain dan belajar anak ,”ujarnya.

Masih menurutnya, pada kluster Kesehatan, Desa Jabulenga hanya terdapat 1 bangunan PUSTU yang kondisi bangunan tampak memprihatinkan.

” Kondisi bangunan, 50% tak layak huni dan perlu diadakan pembenahan ,” terangnya.

Sementara, pada kluster Ketahanan Nasional, Desa Jabulenga tidak ada Poskamling.

Bahkan tidak ada bangunan atau tempat sarana berkumpul pemuda setempat.

Padahal, para pemuda pemuda setempat, sangat antusias untuk mendapatkan ilmu bela negara mengingat jumlah pemuda di desa Jabulenga lumayan banyak.

Selanjutnya, pada Kluster Ekonomi, kata Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM) Teguh W. Saputro, Desa Jabulenga mayoritas mata pencaharian Nelayan.

Sehingga produk/aset yang bisa dibudidayakan di desa tersebut, adalah udang, kepiting dan rumput laut yang letaknya di seberang pulau (P. Lamerang) dan jika pergi ke sana menggunakan speed ± 10-15 menit.

Untuk budidaya rumput laut, masyarakat membutuhkan tali tampar sebagai sarana menanam di pinggir laut.

” Ini yang mesti didorong oleh Pemerintah Daerah setempat ,” ujarnya.

Sedangkan, Kluster Pariwisata, Desa Jabulenga letaknya di pesisir pantai P. Lamerang dan berada pada hantaran pasir di tepi pantai dan layak dijadikan sebagai tempat wisata.

Sayangnya, areal itu tidak tertata dengan baik, sehingga pengunjung/wisata jarang dan bahkan kesannya tidak ada yang berkunjung kecuali nelayan yang mencari ikan.

Menurut pandangan, Dandenpomal, untuk menarik wisatawan berkunjung ke tempat tersebut, perlu diadakan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras).

Adapun, Sarpras misalnya, Gasebo dan tempat bermain maupun fasilitas lainnya, serta mensosialisasikan ke masyarakat umum bahwa pulau tersebut, bisa dijadikan tempat wisata seperti pantai Karatem, Batu Kora maupun Papaliseran.

Secara terpisah, salah satu tokoh masyarakat Jabulenga, menyambut baik program yang diusung TNI-AL dalam rangka pemberdayaan warga pesisir Kepulauan Aru, dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Dia berharap, Pemerintah Daerah mesti merespons dan mendukung kegiatan ini.

Kedepannya, program Lanal Aru, harus di sinkronkan dengan program-program yang sudah berjalan melalui Dinas Perikanan, Pendidikan, Parawisata, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.

” Apalagi Program KBN ini merupakan, salah satu program prioritas secara nasional yang digagas oleh Kepala Staf (KASAL) TNI-AL dan mendapat dukungan langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” pungkasnya.    Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending