Connect with us

Hukrim

Wahab Karyawan Shoppe Fresh, Gondol Laptop Berujung Bui

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Wahab binti H.Subairi karyawan Shoppe Fresh di Tambak Osowilangun Surabaya, gegara gondol laptop diseret ke meja hijau guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sidang agenda dakwaan bagi Wahab (terdakwa) bergulir di ruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (8/12/2021), tampak Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, M.Zulfikar hadirkan saksi guna menyampaikan keterangan.

Adapun, M.Hasan dalam keterangannya, sebagai saksi mengatakan, perusahaan tempatnya, bekerja sebagai sekuriti kehilangan barang inventaris kantor yakni, sebuah laptop merk ” Deal “.

Lebih lanjut, melalui CCTV sebuah laptop tersebut, telah digondol terdakwa yang juga sebagai karyawan Shoppe Fresh.
Hasan membeberkan, bahwa seluruh karyawan Shoppe Fresh tidak diperbolehkan membawa barang inventaris kantor termasuk laptop.
” Sesuai aturan di Shoppe Fresh laptop tidak boleh dibawa pulang “, bebernya.

Atas perbuatan terdakwa perusahaan melaporkan ke pihak yang berwajib hingga bergulir ke meja hijau.

Usai saksi sampaikan keterangan, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi keterangan saksi. Dalam tanggapan, terdakwa mengamini keterangan saksi.

Dalam perkara ini, melalui dakwaan JPU terdakwa dijerat pasal 362 dan pasal 372 KUHP.     MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending