Connect with us

Hukrim

Oknum Polisi, Diduga Terlibat Sabu Dari Afrika

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Komplotan jaringan sabu Internasional, yakni, Desi Oktaviani, Riski M Haris, Sutikno, Fikri Ardiansyah dan Fikri di seret ke Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (6/12/2021) guna jalani proses hukum.

Di persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Ubaydillah, menghadirkan 2 orang saksi guna memberikan keterangan. Adapun, 2 orang saksi yakni, pegawai Bea Cukai, Putu dan Anggota Polsek Cengkareng, Tri Baskoro.

Dalam keterangannya, pegawai Bea Cukai, Putu, mengatakan, paket tersebut, merupakan pengiriman yang melalui pesawat bukan bawaan dari penumpang dan saat itu Desi (terdakwa) yang mau menerima paket tersebut.
“Untuk Terdakwa yang lainnya tidak tahu setahu saya hanya taunya Desi “, paparnya.

Dalam tanggapan, Desi (terdakwa) beralibi, bahwa saya hanya disuruh ambil paket di bandara.

Sedangkan, Anggota Polsek Cengkareng,
Tri Baskoro Bintang Jaya mengatakan, bahwa kenal dengan Sutikno (terdakwa) yang merupakan mantan anggota Polsek Cengkareng.

Terkait perkara tersebut, untuk Sutikno dan semuanya, baik penyidik harus ada perintah dari Perwira dan tidak dibenarkan melakukan sendiri-sendiri.
” Barang kiriman dari Afrika, belum ada perintah penyelidikan dan belum ada informasi apa pun “, ucap Tri yang merupakan atasan Sutikno di Polsek Cengkareng.

Sementara Sutikno berdalih, bahwa saat itu saya mendapat informasi lalu melaporkan ke Pimpinan (Tri Baskoro Bintang Jaya) akan tetapi keburu di amankan dari Polda Jatim.
“Saya diamankan oleh Polda Jatim “, dalihnya.

Usai saksi sampaikan keterangan, Majelis Hakim, Martin Ginting, memberi kesempatan terhadap para terdakwa guna menanggapi. Dalam tanggapan para terdakwa, mengamini keterangan saksi.

Atas perbuatannya, JPU menjerat para terdakwa sebagaimana yang diatur dalam Pasal 114 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.    MET.

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending