Connect with us

Hukrim

Lolos Di Bandara, 2 Kurir Narkoba Lintas Provinsi Ditangkap Satreskoba Polrestabes Surabaya

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Kasus peredaran narkoba jenis sabu lintas Provinsi Jawa – Sumatera dengan melibatkan 2 kurir terpaksa harus mendekam dalam bui lantaran, Ditreskoba Polrestabes Surabaya, telah mengamankan keduanya.

Dalam jumpa pers, Senin (6/12/2021), kedua kurir sempat lolos dari pengawasan bandara Juanda Surabaya, namun, saat sedang transit di hotel guna menunggu penerima barang haram keduanya, berhasil di tangkap jajaran Polrestabes Surabaya.

Melalui, Kasatreskoba Polrestabes Surabaya, Kompol.Daniel Marunduri, menjelaskan, bahwa kedua kurir yang berinisial JND warga Jalan.Rajawali Medan Sumatera Utara dan MR adalah PNS, warga Glumpang Matang Kuli Aceh Utara, ditangkap di sebuah hotel area Sidoarjo pada Jum’at (12/11/2021).

Barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua tersangka berupa 10 bungkus narkotika jenis sabu-sabu dengan jumlah berat keseluruhan 1 kilogram dengan nilai setara 1 Milyard.

Kedua tersangka setelah diinterogasi menyebutkan, bahwa narkotika jenis sabu-sabu tersebut didapatkan dari seorang berinisial P yang kini statusnya telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lebih lanjut, kedua tersangka diperintahkan untuk mengambilnya secara ranjau disebuah tempat yang berada di Provinsi Sumatera.
“ Dari hasil interogasi atau keterangan, kedua tersangka di perintahkan mengirim ke Surabaya via salah satu bandara di Sumatera dan masing-masing membawa 5 bungkus sabu yang disimpan sela-sela paha”,  ucapnya.

Selanjutnya, tersangka MR yang merupakan oknum ASN di wilayah Aceh saat di interogasi mengaku sudah 3 kali mengirim narkoba ke wilayah Surabaya.

Pengakuan MR, untuk sekali kirim menerima  imbalan sebesar 20 Juta.

Diruang yang lain, MR mengatakan, saya terpaksa jadi kurir narkoba karena terlilit hutang akibat pandemi.
“Karena butuh uang Pak, saya terlilit hutang akibat pandemi “, paparnya.

Akibat perbuatan kedua tersangka saat ini telah ditahan di Mapolrestabes Surabaya, dan dijerat sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (2) Juncto pasal 132 ayat (1), subsider pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana paling singkat 6 tahun penjara atau maksimal hukuman mati.    MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending