Connect with us

Hukrim

Istri Brimob Diduga, Melakukan Tindak Pidana Penipuan Diadili

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Indrayani istri Brigade Mobil (Brimob) Kepolisian, yang tinggal di asrama Jalan.Nginden Surabaya, diadili atas sangkaan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana yang diatur dalam pasal 378 KUHP.

Dalam dakwaan pada Senin (6/12/2021), yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Nugroho Priyo Susetyo, bahwa Indrayani (terdakwa) menawarkan investasi kepada Wantoko dengan jangka waktu 6 hari mendapatkan laba sebesar 12 persen.

Selang berikutnya, terdakwa kembali menawarkan investasi opening latter atau pencairan kredit di salah satu bank dengan menjanjikan laba sebesar 6 persen dalam jangka waktu 6 hari serta uang dijamin aman.

Atas tawaran terdakwa, Wantoko yang awalnya, pernah merasakan keuntungan menjalin bisnis dengan terdakwa akhirnya, menyerahkan modal sebesar 700 Juta.

Selanjutnya, Wantoko kembali memberikan modal guna investasi terhadap terdakwa sebesar 900 Juta. Pada medio September Wantoko kembali memberikan modal investasi sehingga total modal keseluruhan sebesar 1,2 Milyard.

Sayangnya, setelah memberikan modal keseluruhan Wantoko baru menyadari ulah terdakwa hanya janji kosong. Merasa tertipu Wantoko terpaksa menyeret terdakwa ke meja hijau guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Usai bacakan dakwaannya, Majelis Hakim, Johanis Hehamony meminta JPU guna menghadirkan Wantoko ke persidangan sebagai saksi guna memberikan keterangan di persidangan berikutnya.       MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending