Connect with us

Hukrim

Gelapkan Mobil Kredit, Kun Cahyo Rahardi Di Vonis Satu Tahun Penjara

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Kun Cahyo  Rahardi warga Perumahan Mutiara, RT 26-RW 27 Banjar bendo, Sidoarjo, dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun, lantaran, gelapkan mobil. Bacaan putusan bagi Kun Cahyo, dibacakan oleh Majelis Hakim, Martin Ginting di ruang Candra, Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (6/12/2021).

Dipersidangan, Majelis Hakim menyatakan, terdakwa telah terbukti bersalah melanggar sebagaimana jeratan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Damang yakni, jeratan pasal 36 ayat (2) Jo Pasal 23 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.

Adapun, bacaan putusan Majelis Hakim yakni, terdakwa Kun Cahyo Rahardi telah terbukti bersalah dan dijatuhi hukuman satu tahun penjara.

Melalui pertimbangan, Majelis Hakim berkeyakinan bahwa Kun Cahyo Rahardi telah terbukti menggelapkan mobil yang ia kredit di PT. Verena Multi Finance (VMF), Jalan.Jaksa Agung Suprapto Kavling 39-41 Surabaya.

Secara terpisah, usai persidangan, Kepala Bagian Penagihan PT VMF, Siswandi kepada basudewanews.com, mengatakan, mendengar putusan Majelis Hakim  sebetulnya kami merasa kecewa sebab putusan Majelis Hakim lebih ringan dari tuntutan JPU yakni, 18 bulan.
“Saya kecewa karena putusan Majelis Hakim tidak maksimal, terlebih unitnya juga tidak kembali karena belum ditemukan keberadaanya “, keluhnya.

Untuk diketahui, terdakwa Kun Cahyo menandatangani perjanjian pembiayaan dengan PT VMF atas satu unit mobil Toyota jenis Innova 2.0 tahun 2012 warna hitam metalik dengan nomor polisi S 1961 WS.

Pada medio (18/3/2018) silam, terdakwa melakukan perjanjian pembiayaan dengan jangka waktu 2020 hingga 2025.

Harga mobil tersebut dipatok dengan angsuran sebanyak 48 bulan dan setiap bulan Kun Cahyo harus membayar cicilan  4,7 Juta. Ditengah perjalanan angsuran  terdakwa mengalami tunggakan pembayaran hingga sepuluh bulan.

Kemudian mobil tersebut, malah berpindah tangan kepada Haji Nois (DPO) sebesar 45 Juta. Mengetahui hal tersebut, pihak PT.Verena Multi Finance menyeret terdakwa ke meja hijau.  MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Berdayakan Masyarakat Pesisir Lanal Aru, Luncurkan KBN Di Desa Jabulenga

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Dalam rangka memberdayakan, warga pesisir pantai di wilayah Kepulauan Aru, Maluku, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Aru, kembali meluncurkan Kampung Bahari Nusantara (KBN).

Sasaran peluncuran KBN kali ini, difokuskan di Desa Jabulenga, Kecamatan Pulau – Pulau Aru, dengan mengusung 6 kluster pemberdayaan warga pesisir yakni, Kluster Keadaan, Pendidikan, Kesehatan, Ketahanan, Ekonomi, dan Pariwisata.

Perihal, meluncurkan Kampung Bahari Nusantara, disampaikan, Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM), Teguh W Saputro, pada Senin (8/8/2022).

Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM). Teguh W. Saputro, menjelaskan, bahwa
Pada Kluster Keadaan, Desa Jabulenga dikelilingi oleh, laut dan tebing/bukit.

Sehingga, kebutuhan warga setempat akan air bersih tergantung pada sumur tadah hujan, jika air surut/kering masyarakat setempat pergi ke kota/Dobo untuk membeli air tawar.

Kemudian, masalah penerangan, masyarakat setempat masih menggunakan genset Diesel yang hanya digunakan, dari pukul 18.00 WIT s.d. 24.00 WIT. Sehingga, untuk penerangan terbatas dan akan dicari solusinya.

Lebih lanjut, pada Kluster Pendidikan, Desa Jabulenga terdapat 2 sarana pendidikan yaitu, PAUD dan SD yang letaknya berhadapan.

PAUD ini, rencananya, akan digunakan sebagai rumah pintar sesuai program kerja KBN Binaan Lanal Aru.

” Kondisi bangunan masih bagus 90% namun, masih perlu direnovasi seperti, pengecatan ulang dinding dan perbaikan atap gedung serta fasilitas penunjang lainnya. Sehingga layak dijadikan sebagai sarana bermain dan belajar anak ,”ujarnya.

Masih menurutnya, pada kluster Kesehatan, Desa Jabulenga hanya terdapat 1 bangunan PUSTU yang kondisi bangunan tampak memprihatinkan.

” Kondisi bangunan, 50% tak layak huni dan perlu diadakan pembenahan ,” terangnya.

Sementara, pada kluster Ketahanan Nasional, Desa Jabulenga tidak ada Poskamling.

Bahkan tidak ada bangunan atau tempat sarana berkumpul pemuda setempat.

Padahal, para pemuda pemuda setempat, sangat antusias untuk mendapatkan ilmu bela negara mengingat jumlah pemuda di desa Jabulenga lumayan banyak.

Selanjutnya, pada Kluster Ekonomi, kata Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM) Teguh W. Saputro, Desa Jabulenga mayoritas mata pencaharian Nelayan.

Sehingga produk/aset yang bisa dibudidayakan di desa tersebut, adalah udang, kepiting dan rumput laut yang letaknya di seberang pulau (P. Lamerang) dan jika pergi ke sana menggunakan speed ± 10-15 menit.

Untuk budidaya rumput laut, masyarakat membutuhkan tali tampar sebagai sarana menanam di pinggir laut.

” Ini yang mesti didorong oleh Pemerintah Daerah setempat ,” ujarnya.

Sedangkan, Kluster Pariwisata, Desa Jabulenga letaknya di pesisir pantai P. Lamerang dan berada pada hantaran pasir di tepi pantai dan layak dijadikan sebagai tempat wisata.

Sayangnya, areal itu tidak tertata dengan baik, sehingga pengunjung/wisata jarang dan bahkan kesannya tidak ada yang berkunjung kecuali nelayan yang mencari ikan.

Menurut pandangan, Dandenpomal, untuk menarik wisatawan berkunjung ke tempat tersebut, perlu diadakan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras).

Adapun, Sarpras misalnya, Gasebo dan tempat bermain maupun fasilitas lainnya, serta mensosialisasikan ke masyarakat umum bahwa pulau tersebut, bisa dijadikan tempat wisata seperti pantai Karatem, Batu Kora maupun Papaliseran.

Secara terpisah, salah satu tokoh masyarakat Jabulenga, menyambut baik program yang diusung TNI-AL dalam rangka pemberdayaan warga pesisir Kepulauan Aru, dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Dia berharap, Pemerintah Daerah mesti merespons dan mendukung kegiatan ini.

Kedepannya, program Lanal Aru, harus di sinkronkan dengan program-program yang sudah berjalan melalui Dinas Perikanan, Pendidikan, Parawisata, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.

” Apalagi Program KBN ini merupakan, salah satu program prioritas secara nasional yang digagas oleh Kepala Staf (KASAL) TNI-AL dan mendapat dukungan langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” pungkasnya.    Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending