Connect with us

Hukrim

Eksepsi Lim Chandra Sugiarto Ditolak Majelis Hakim, Serta Perintahkan JPU Perkaranya Berlanjut

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Perkara dugaan pemalsuan surat yang melibatkan Lim Chandra Sugiarto (LCS) anak dari Wasono Sugiarto Lim yang ditetapkan, sebagai terdakwa kembali bergulir di ruang Garuda II Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (30/11/2021).

Proses hukum terpaksa harus di jalani LCS meski sebelumnya,melakukan eksepsi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Darwis.
Jeratan pasal JPU sebagaimana yang diatur dalam pasal 264 ayat (2) KUHP telah dinilai Majelis Hakim, bahwa eksepsi terdakwa ditolak seluruhnya dan memerintahkan JPU guna melanjutkan pemeriksaan perkara di persidangan.
” Mengadili eksepsi yang diajukan terdakwa dinyatakan ditolak seluruhnya dan
menyatakan agar pemeriksaan terdakwa untuk dilanjutkan “, ucapnya.

Untuk diketahui, terdakwa diduga, dengan sengaja memakai surat yang dipalsukan seolah-olah benar yang mengakibatkan timbulnya, kerugian bagi Bank Danamon atas pengajuan kredit atas nama CV. Surya Mandiri Ratanindo (SMR).

Pengajuan kredit terdakwa atas nama CV.SMR sebagaimana dalam susunan pengurus yakni, Lim Chandra Sugiarto (terdakwa ) sebagai Direktur, Lim Jony Gunawan sebagai Wakil Direktur dan Persero komanditer ada 2 nama yaitu, Wasono Sugiarto Lim juga Lim David Sugiarto.       MET.

 

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending