Connect with us

Hukrim

Saling Beri Keterangan Timbal-balik, Justru Sudutkan Yogi Agung Prima Wardana

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan dengan agenda mendengar keterangan saksi yakni, Bernadya Anisa, M.Yunus (berkas terpisah) dan Yogi Agung Prima Wardana (terdakwa) atas dugaan penjualan plasma darah konvalesen. Dipersidangan yang bergulir di ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, pada Senin (29/11/2021), kedua terdakwa Bernadya Anisa (BA) dan M Yunus (M.Y) beri keterangan yang menyudutkan Yogi Agung Prima Wardana (terdakwa).

Adapun, keterangan yang menyudutkan disampaikan BA yakni, tiap kantong plastik darah plasma saya mendapatkan fee 500 Ribu dari Yogi (terdakwa) dan keterangan M.Yunus berupa, mendapat briefing untuk tidak saling kenal di Palang Merah Indonesia (PMI) serta mendapatkan fee sebesar 200 Ribu. Sedangkan, Yogi Agung Prima Wardana (terdakwa) menyangkal keterangan ke-dua saksi karena ada yang tidak benar dan terdakwa keukeuh Rico pendonor isi form padahal pada keterangan sebelumnya, Rico (saksi) katakan, tidak pernah isi formulir.

Terkait, terdakwa keukeuh dan menyangkal memantik Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Hary Basuki melontarkan pertanyaan berupa, tatkala Pandemi Covid19 bahwa Yogi Agung Prima Wardana (terdakwa) menjamin 1 X 24 jam pasien bisa dapat darah plasma konvalesen.  Atas pertanyaan JPU, Yogi Agung Prima Wardana (terdakwa) menyampaikan, terkait menerima pendonor bukan wewenang saya dan ketersediaan plasma darah karena pendonor sebagai keluarga pengganti pasien.

Diujung persidangan, BA menyatakan, dan mengakui bersalah serta memohon keringanan terhadap Majelis Hakim karena memiliki riwayat penyakit asma akut. Untuk
keterangan MY, keterangan dalam BAP diakui berdasarkan keterangannya.     MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending