Connect with us

Hukrim

Bupati Nganjuk Ditangkap Saat Bersama Kajari, Ada Apa?

Published

on

Sidoarjo–basudewanews.com, Perkara yang melibatkan Bupati nonaktif Nganjuk, Novi Rahman (NR) memicu Majelis Hakim buka suara terkait, dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Bupati Nganjuk. Adapun buka suara Majelis Hakim yakni, termasuk kejadian saat ditangkap, dimana ia sedang bersama dengan Kepala Kejaksaan Negeri, Nganjuk, Nophy Tennophero Suoth dan seorang tokoh PDIP Nganjuk, Romo Murhajito.

Dipersidangan, pada Jumat (26/11/2021)  NR (terdakwa) pun, menceritakan kronologi penangkapan yang dibantahnya sebagai upaya Operasi Tangkap Tangan (OTT) itu.

NR mengungkapkan, saat dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Jumat (26/11/2021), disampaikan berupa, saat penangkapan terjadi, ia sedang bersama dengan Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk Nophy Tennophero Suoth.

Dalam momen tersebut, ia sedang menjalani acara buka bersama di rumah seorang tokoh PDIP, Romo Muharjito, di Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.
” Saya memang sedang ada acara buka bersama dengan tokoh PDIP Nganjuk, Romo Muharjito. Ada juga saat itu Kajari Nganjuk”, ungkapnya.

Lebih lanjut, sebelum penangkapan terjadi, NR sudah merasa dibuntuti oleh 3 mobil sejak keluar dari kantor Bupati. Hal tersebut, sempat disampaikan pada Kajari Nganjuk Nophy namun, tidak dihiraukan oleh Kajari.
Bahkan saat bertemu di acara buka bersama, sang Kajari disebutnya lebih sibuk dengan HP nya.
“Padahal biasanya kalau diajak ngomong, (Kajari) itu responsif “, imbuhnya.

Ternyata, pada saat itu lah penangkapan NR terjadi. Mereka yang menangkap NR, disebutnya, tidak menunjukkan surat perintah penangkapan maupun surat perintah lainnya.

Hal itu, sempat dipertanyakan NR namun, para penangkap itu tetap memaksanya, untuk masuk ke dalam mobil. Di dalam mobil, mereka yang menangkap melakukan penekanan terhadap NR dan menyuruh Novi untuk mengakui telah menerima uang suap sebesar 5 Milyard.
“Karena dibantah, tuduhan itu lalu turun jadi 1 Milyard, kemudian ditanya soal surat tugas, kata mereka nanti saja ditunjukkan “, bebernya.

Pengakuan NR lainnya, penekanan itu terus berlanjut. Mereka yang menangkap, menanyakan apakah NR menyimpan sejumlah uang.

Pertanyaan itu, lalu dijawab NR jika ia memiliki uang yang tersimpan di dalam brankas di Rumah Dinas.

Kunci brankas, diakuinya ada di dalam sebuah tas kecil yang memang selalu dibawanya kemana-mana. Selain kunci, di dalam tas kecil itu juga ada uang 25 Juta dan sejumlah bon utang beras zakat yang belum dibayar NR.
“Jadi penangkap waktu itu tidak menemukan barang bukti yang dituduhkan pada NR.

Dipersidangan sebelumnya, kan jelas, Ahli Pidana dari Ubhara menjelaskan, jika yang dimaksud OTT atau tepatnya Tangkap Tangan adalah, barang bukti itu harus ada dalam penguasaan tersangka, kalau tidak, ya bukan OTT itu namanya.

NR juga memaparkan, jika setelah penangkapan lalu membuka brankas pribadinya. Dari situlah, ditemukan uang sebesar 600 Juta lebih.

Hingga kini, penyidik maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) tak pernah menjelaskan, asal muasal uang tersebut, apakah berasal dari uang suap seperti yang selama ini dituduhkan.

Hal yang sama, disampaikan oleh, ajudan Bupati NR saat itu, M Izza Muhtadin.
” Sebelum ditangkap, Bupati NR sedang bersama Kajari Nganjuk Nophy. Pada 9 Mei saya diajak NR berkunjung silahturahmi ke rumah Murhajito atau ‘orang tua’ di Nganjuk, pukul : 5 sore bulan Ramadhan, kemudian
NR masuk, di dalam ada Murhajito dan Kajari yang sudah menunggu untuk berbuka bersama “, terangnya.

Sembari menunggu NR dan Kajari Nganjuk, serta tuan rumah Muharjito berbuka puasa, dirinya balik ke parkiran untuk merokok dan minum kopi.
” Sambil menunggu beliau-beliau berbuka puasa, saya ke parkiran mobil untuk merokok dan ngopi, kemudian ada beberapa orang datang menanyakan Bupatinya mana ? “, papar Izza.

Saat disinggung Penasehat Hukum, apakah orang yang bertanya itu menunjukkan identitas dan berapa jumlahnya ?
” Tidak menyebutkan identitas, jumlahnya banyak “, timpalnya.

petugas yang tidak menyebutkan identitasnya itu masuk ke dalam rumah selang berikutnya, NR dan Kajari Nganjuk, keluar bersama petugas.
” NR dan Kajari keluar, tapi saya tidak tahu dibawa kemana lalu saya dikumpulkan dengan beberapa orang “, ungkapnya.

Disela-sela Izza sampaikan keterangan, kronologi penangkapan Penasehat Hukum sempat melontarkan pertanyaan, siapa Murhajito yang sempat disebut sebagai ‘orang tua’ ?.
“Saya tidak kenal, yang tahu Bupati NR “, pungkas Izza.       MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Berdayakan Masyarakat Pesisir Lanal Aru, Luncurkan KBN Di Desa Jabulenga

Published

on

Basudewa – Kepulauan Aru, Dalam rangka memberdayakan, warga pesisir pantai di wilayah Kepulauan Aru, Maluku, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Aru, kembali meluncurkan Kampung Bahari Nusantara (KBN).

Sasaran peluncuran KBN kali ini, difokuskan di Desa Jabulenga, Kecamatan Pulau – Pulau Aru, dengan mengusung 6 kluster pemberdayaan warga pesisir yakni, Kluster Keadaan, Pendidikan, Kesehatan, Ketahanan, Ekonomi, dan Pariwisata.

Perihal, meluncurkan Kampung Bahari Nusantara, disampaikan, Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM), Teguh W Saputro, pada Senin (8/8/2022).

Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM). Teguh W. Saputro, menjelaskan, bahwa
Pada Kluster Keadaan, Desa Jabulenga dikelilingi oleh, laut dan tebing/bukit.

Sehingga, kebutuhan warga setempat akan air bersih tergantung pada sumur tadah hujan, jika air surut/kering masyarakat setempat pergi ke kota/Dobo untuk membeli air tawar.

Kemudian, masalah penerangan, masyarakat setempat masih menggunakan genset Diesel yang hanya digunakan, dari pukul 18.00 WIT s.d. 24.00 WIT. Sehingga, untuk penerangan terbatas dan akan dicari solusinya.

Lebih lanjut, pada Kluster Pendidikan, Desa Jabulenga terdapat 2 sarana pendidikan yaitu, PAUD dan SD yang letaknya berhadapan.

PAUD ini, rencananya, akan digunakan sebagai rumah pintar sesuai program kerja KBN Binaan Lanal Aru.

” Kondisi bangunan masih bagus 90% namun, masih perlu direnovasi seperti, pengecatan ulang dinding dan perbaikan atap gedung serta fasilitas penunjang lainnya. Sehingga layak dijadikan sebagai sarana bermain dan belajar anak ,”ujarnya.

Masih menurutnya, pada kluster Kesehatan, Desa Jabulenga hanya terdapat 1 bangunan PUSTU yang kondisi bangunan tampak memprihatinkan.

” Kondisi bangunan, 50% tak layak huni dan perlu diadakan pembenahan ,” terangnya.

Sementara, pada kluster Ketahanan Nasional, Desa Jabulenga tidak ada Poskamling.

Bahkan tidak ada bangunan atau tempat sarana berkumpul pemuda setempat.

Padahal, para pemuda pemuda setempat, sangat antusias untuk mendapatkan ilmu bela negara mengingat jumlah pemuda di desa Jabulenga lumayan banyak.

Selanjutnya, pada Kluster Ekonomi, kata Dandenpomal Lanal Aru, Kapten Laut (PM) Teguh W. Saputro, Desa Jabulenga mayoritas mata pencaharian Nelayan.

Sehingga produk/aset yang bisa dibudidayakan di desa tersebut, adalah udang, kepiting dan rumput laut yang letaknya di seberang pulau (P. Lamerang) dan jika pergi ke sana menggunakan speed ± 10-15 menit.

Untuk budidaya rumput laut, masyarakat membutuhkan tali tampar sebagai sarana menanam di pinggir laut.

” Ini yang mesti didorong oleh Pemerintah Daerah setempat ,” ujarnya.

Sedangkan, Kluster Pariwisata, Desa Jabulenga letaknya di pesisir pantai P. Lamerang dan berada pada hantaran pasir di tepi pantai dan layak dijadikan sebagai tempat wisata.

Sayangnya, areal itu tidak tertata dengan baik, sehingga pengunjung/wisata jarang dan bahkan kesannya tidak ada yang berkunjung kecuali nelayan yang mencari ikan.

Menurut pandangan, Dandenpomal, untuk menarik wisatawan berkunjung ke tempat tersebut, perlu diadakan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras).

Adapun, Sarpras misalnya, Gasebo dan tempat bermain maupun fasilitas lainnya, serta mensosialisasikan ke masyarakat umum bahwa pulau tersebut, bisa dijadikan tempat wisata seperti pantai Karatem, Batu Kora maupun Papaliseran.

Secara terpisah, salah satu tokoh masyarakat Jabulenga, menyambut baik program yang diusung TNI-AL dalam rangka pemberdayaan warga pesisir Kepulauan Aru, dengan memanfaatkan potensi yang ada.

Dia berharap, Pemerintah Daerah mesti merespons dan mendukung kegiatan ini.

Kedepannya, program Lanal Aru, harus di sinkronkan dengan program-program yang sudah berjalan melalui Dinas Perikanan, Pendidikan, Parawisata, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.

” Apalagi Program KBN ini merupakan, salah satu program prioritas secara nasional yang digagas oleh Kepala Staf (KASAL) TNI-AL dan mendapat dukungan langsung dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” pungkasnya.    Kabiro Maluku.

Lanjutkan Membaca

Trending