Connect with us

Peristiwa

Proses Pilihan Memanas, Tinggalkan PR Bagi Ketua Umum KOMPAK

Published

on

Bali-basudewanews.com, Wartawan hukum senior, Budi Mulyono, akhirnya, terpilih kembali menjadi Ketua Umum Komunitas Media Pengadilan dan Kejaksaan (KOMPAK) periode 2021-2026. Kongres II KOMPAK  bergulir di Bali (26/11/2021), sempat memanas terkait pembahasan AD/ART dan TataTertib (Tatib) pemilihan.

Proses pemilihan Ketua meski sempat memanas hingga berdampak memakan waktu lebih dari 2 jam dari agenda yang dijadwalkan namun, berjalan secara demokratis.

Dampak memanasnya, suasana Kongres II memaksa Pimpinan Sidang, Achmad Nur Faizal terpaksa mengambil kebijakan berupa, beberapa point AD/ART juga Tatib akan dilakukan pembahasan ulang di agenda Raker.
” Lantaran, suasana sidang cukup alot dan sengit yang berdampak memakan durasi waktu 2 jam lebih dari yang di agendakan maka saya mengambil kebijakan guna di bahas ulang pada sesi Raker “, ungkapnya.

Selanjutnya, beberapa calon Ketua yang juga andil sebagai pesaing dalam pilihan Ketua Umum KOMPAK yakni, Harifin, Budi Mulyono dan Jaka Santanu. Dari ke-tiga kandidat calon sebelum terpilih meski masing-masing menyampaikan visi dan misi pada hasil akhir penghitungan suara tidak ada satupun dari kandidat calon Ketua Umum yang mampu menggungguli suara Budi Mulyono.

Usai, suara Budi Mulyono menggungguli para kandidat dan di pastikan Budi Mulyono kembali terpilih memegang tampuk kepemimpinan maka prosesi dilanjutkan dengan pemilihan Wakil Ketua.

Dalam pemilihan Wakil Ketua, sesuai hasil voting nama Erwin menggungguli dari beberapa nama kandidat Wakil Ketua dengan mendapatkan 10 suara. Sedangkan, nama Harifin mendapatkan 6 suara dari 34 suara selebihnya, suara terbagi ke 6 nama kandidat calon Wakil Ketua.

Di ujung prosesi, Budi Mulyono yang kembali terpilih sebagai Ketua Umum, menyampaikan berupa, terima kasih kepada panitia penyelenggara dan semua anggota yang menjalankan Kongres secara demokratis.

Ia menambahkan, semoga kedepannya kita akan membesarkan organisasi dengan bersama-sama dengan jiwa kekeluargaan.

Meski Kongres II yang bergulir di Uluwatu Bali pada, Jumat (26/11/2021) berjalan sengit bahkan sempat memanas sehingga, beberapa point AD/ART maupun Tatib perlu ada revisi maka beberapa point tersebut, akan kami godok guna menuntaskannya, pada Raker.
” Selama ini, para anggota dirasa semakin jeli sehingga, pada point point AD/ART maupun Tatib perlu dilakukan revisi. Ini pekerjaan baginya sebagai Ketua Umum dan para jajarannya guna menuntaskannya pada sesi Raker “, pungkasnya.     MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Jelang Hari Pahlawan Solidaritas Wartawan Surabaya Gelar Doa Bersama

Published

on

Basudewa – Surabaya, Memperingati hari Pahlawan menjadi prioritas tersendiri bagi insan pers di Surabaya. Kebanggaan dan semangat juang “Arek Arek Suroboyo” yang di kobarkan melalui, siaran pers dari Bung Tomo menjadi Spirit tersendiri bagi generasi sekarang.

Mengingat adanya, peristiwa yang terjadi di depan Hotel Yamato pada 10 November 1945 menjadi sebuah peristiwa berdarah juga sebagai perang semesta yang melibatkan peran Pers kala itu.

Pentingnya, informasi di saat genting seperti itu, menjadi pedoman bagi perkembangan pergerakan yang akan di lakukan oleh, Arek Suroboyo untuk melancarkan serangan kepada pihak penjajah.

Perihal sejarah tersebut, dalam rangka memperingati 10 November 1945, solidaritas wartawan Surabaya, menggelar ” Tahlil Doa Bersama ” di Monumen Pers Jalan. Tunjungan nomor 100 Surabaya.

Disesi agenda tersebut, nampak di hadiri oleh, beberapa wartawan dari media Online mengingatkan insan pers, bahwa tetenger atau Monumen Pers ini, adalah sebuah kebanggaan bersama dan sudah sepatutnya wartawan yang memiliki semangat juang wajib melestarikan nilai nilai juang yang di wariskan oleh para pendiri bangsa.

Solidaritas Wartawan Surabaya, hanya ingin melestarikan dan mewarisi Spirit dari perjuangan pada 10 November 1945.

Berdasarkan niat tulus yang di lakukan oleh, sekelompok wartawan ini, tidak lebih dari rasa syukur dan mengenang semangat saat pertempuran waktu itu.

Adapun tokoh masyarakat mantan Anggota Dewan tahun 80 an bernama Marzuki juga turut Hadir dalam acara tersebut.

Marzuki berharap, pada wartawan muda yang memiliki semangat dan spirit juang seperti pendahulunya.

” Wartawan itu bukan sesuatu yang remeh, dia adalah pilar ke 4 negara, jadi masa depan bangsa tergantung juga pada wartawan. Maka dari itu, sangatlah tepat bila kalian mengadakan tahlil atau kegiatan di sini, sebab Monumen Pers adalah milik para wartawan atau insan pers. Siapapun tidak ada yang bisa menggantikannya ,” tutur Marzuki.

Sedangkan, Sekretaris Solidaritas Wartawan Surabaya, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua AWS (Aliansi Wartawan Surabaya), yakni, Kiki Kurniawan, sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang hadir dalam acara Tahlil dan Silaturahmi di Monumen Pers ini.

” Saya sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang sudah mensupport kegiatan ini, meskipun acara ini sangat sederhana namun doa yang kita sampaikan kepada Sang Pencipta semoga menjadi alat komunikasi bagi para pejuang Pers yang telah mendahului kita semua ,” ujarnya.

Kami memang sengaja tidak membuat proposal ataupun surat edaran yang berujung pada penggalian dana. Sebab ini, murni gerakan Moral, jadi sangatlah tidak pantas apabila kita mencari sokongan dana dengan meminta ke sana kemari padahal tujuan kita untuk berdoa, buktinya, dengan menyisihkan uang pribadi kita bisa menyelenggarakan acara tersebut.

” Ini bukti solidaritas, jadi percuma ngomong solidaritas kalau kita tidak bisa mewujudkan dalam kehidupan nyata. Jadi singkatnya, rekan rekan mengajak kepada seluruh wartawan Surabaya kembali mengingat bahwa Monumen Pers Surabaya adalah milik kita bersama dan bukan milik seseorang ataupun golongan ,” seru Kiki.

Sesuai rencana, gerakan solidaritas ini, akan terus di bangun. Selama untuk kepentingan bangsa.

Hal seperti inilah yang diinginkan oleh, beberapa rekan wartawan Surabaya, yang hadir pada acara tersebut.

” Gerakan ini, patut di lestarikan untuk memberikan edukasi kepada wartawan muda generasi penerus bangsa bahwa nilai juang patut di wariskan ,” pungkasnya.  MET.

Lanjutkan Membaca

Trending