Connect with us

Hukrim

Oknum Polisi Diduga, Tipu Korban Dengan Modus Tawarkan Jasa Pakai Pelicin

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Mimid Achmid (MA) bercita-cita cucunya, Dimas Eka Permana (DEP) menjadi anggota Polri. Namun, DEP yang sempat ikut seleksi pendaftaran Bintara Polri di Polda Jatim, pada medio 2017 silam, gagal dalam tahap tes jasmani.

MA yang merupakan purnawirawan TNI, menaruh harapan terhadap Sutinah (terdakwa) tatkala ditawari agar cucunya bisa masuk sebagai anggota polisi melalui jalur khusus.

Jalur khusus, yang dimaksud terdakwa yakni, asalkan MA memberikan sejumlah uang sebagai pelicin namun, setelah uang 300 Juta disetor, DEP toh, tetap saja tidak diterima sebagai anggota Polri.

Dipersidangan, MA yang sengaja dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Dinneke Absari guna memberikan keterangan di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Rabu (24/11/2021).

Adapun, dalam keterangannya, MA menyampaikan, bahwa dirinya percaya karena terdakwa sebagai anggota Provost Polda Jatim.

Masih menurutnya, terdakwa menjanjikan DEP (cucunya) bisa diterima sebagai anggota Polri meski tidak lulus tes jasmani.
” Terdakwa mengaku, ada jenderal bintang tiga dari Mabes Polri yang bisa memasukkan pendaftar meski gagal tes Bintara Polri tahun 2016. DEP dijanjikan bisa mengikuti pendidikan susulan tahun 2017″, terangnya.

Lantaran tergiur janji terdakwa, MA lantas mentransfer 300 Juta secara bertahap sebanyak empat kali. Setelah uang tersebut disetor DEP tetap tidak bisa masuk pendidikan bintara.
” MA ketahui, DEP tidak diterima melalui pengumuman “, jelasnya.

Usai MA berikan keterangan, Majelis Hakim memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi. Dikesempatan tersebut, terdakwa mengamini keterangan MA.

Melalui data SIPPN Surabaya, diketahui terdakwa tidak hanya melakukan perbuatan terhadap MA melainkan juga melakukan perbuatan yang sama terhadap korban lainnya, yakni, A.Muiz Hadi.

Atas ulah terdakwa, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 378 KUHP Juncto pasal 55 ayat (1) Juncto pasal 65 ayat (1).      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending