Connect with us

Hukrim

Gegara Menghina Susana Sari Halim Dijerat Pasal 311 KUHP

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Gegara menghina, Susana Sari Halim (terdakwa) terpaksa harus jalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dipersidangan, Rabu (24/11/2021), Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Ahmad Muzakki, tampak menghadirkan 3 orang sebagai saksi guna memberikan keterangan. Adapun, ke-tiga saksi yakni, Tina Rumui, Henry Haryanto dan Johan Wijaya.

Dalam keterangan yang disampaikan Tina Rumui, yaitu, bahwa saat insiden terjadi terdakwa mengatakan saya pelacur dimuka umum.
” Saya sangat malu, Majelis Hakim disebut, pelacur oleh terdakwa “, bebernya.

Sesi selanjutnya, Johan Wijaya dalam keterangannya, mengatakan, bahwa pada medio (4/9/2019) silam, di restoran Solaria Grand City Mall Surabaya,Tina Rumi bertemu dengan Debora Sugiono untuk membicarakan jual beli Rumah yang berada di Vila Kalijudan Surabaya.

Lebih lanjut, tiba-tiba terdakwa datang sembari mengatakan, penipu dan status Daftar Pencarian Orang (DPO) di Palangkaraya.

Masih menurutnya, tidak sampai disitu saja terdakwa juga mengatakan, pelacur kepada Tina di restoran Solaria.

Sedangkan, Henry Haryanto (suami Tina Rumi) dalam keterangannya, menyampaikan, hal yang sama.

Usai  ke-tiga saksi menyampaikan keterangannya, Majelis Hakim, Erintuah Damanik, memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi keterangan para saksi. Dalam tanggapan, terdakwa menyangkal keterangan para saksi.
” Keterangan ke-tiga saksi tidak benar Majelis Hakim “, elaknya.

Akibat dari perbuatan terdakwa dijerat sebagaimana yang diatur dalam pasal 311 ayat (1) KUHP.        MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Sang Pengadil Widiarso Vonis Bebas Indro Prajitno. Jaksa Kejati, Sabetania Langsung Ngacir Saat Dikonfirmasi

Published

on

Basudewa – Surabaya, Indro Prajitno selaku, Komisaris Utama dan salah satu pemegang saham di PT. Sumber Baramas Energi (PT. SBE) diputus bebas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Sabetania

Bacaan putusan bebas tersebut, berbanding terbalik dari tuntutan JPU yang sebelumnya, menuntut pidana bui selama 4 tahun.

Dalam amar putuasan yang dibacakan, Sang Pengadil, Widiarso, yaitu, mengadili terhadap terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP. Terhadap terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan dari JPU.

” Untuk itu terhadap terdakwa segera dibebaskan dari tahanan ,” ucap Sang Pengadil, Widiarso, pada Senin (21/11/2022).

Usai, sidang awak media berusaha mengkonfirmasi, bagaimana tanggapan dari pihak JPU atas vonis bebas tersebut. Namun, sayangnya, JPU tidak memberikan komentar sembari jalan dengan cepat, meninggalkan Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebagaimana, dalam persidangan pada Kamis (27/10/2022) yang lalu, Penasehat Hukum terdakwa di hadapan Sang Pengadil, Widiarso, membeberkan bukti bahwa terdakwa sudah memberikan sertifikat apartemen atas nama istri terdakwa terhadap korban.

Dalam hal diatas, apakah benar keabsahan pemilik apartemen berupa, sertifikat ?.

Hal lainnya, badan perseroan yakni, PT.Sumber Baramas Energi (SBE) secara keabsahan legalitas patut dipertanyakan dihadapan Notaris mana perseroan tersebut dibuat ?.

Pasalnya, dalam susunan struktur perseroan baik Komisaris, Direktur maupun yang lainnya, di hadapan Notaris masing masing pemegang saham menunjukkan bukti modal
maka oleh, Notaris di cantumkan dalam struktur perseroan.   MET.

 

 

 

 

 

Lanjutkan Membaca

Trending