Connect with us

Hukrim

Penasehat Hukum, Salawaty, Hadirkan Ortu Terdakwa Guna Balikkan Keterangan Angel

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Proses hukum bagi Linda (terdakwa) yang duduk di kursi panas dengan agenda menghadirkan saksi A De Charge (Meringankan) kembali berlanjut, di ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (23/11/2021).

Dipersidangan, yang beragenda menghadirkan saksi meringankan, tampak Penasehat Hukum terdakwa, Salawaty dan Johanis Dipa menghadirkan orang tua terdakwa, Leo dan Liliana. Keterangan orang tua terdakwa sengaja dihadirkan Penasehat Hukum terdakwa guna membalikkan semua keterangan Angel (anak terdakwa) yang menyudutkan terdakwa pada persidangan sebelumnya.

Adapun, keterangan ortu terdakwa yakni, setelah perceraian (Henry dan Linda) Angel ikut terdakwa namun, Angel juga pernah ikut Henry (mantan suami terdakwa) hanya sepekan.
” Angel anak yang bertipikal kurang baik. Angel berani sama saya “, bebernya.

Selain itu, disampaikan bahwa terdakwa tidak pernah memukul Angel meski kerap berani melawan.
” Hubungan saya dengan Angel dikatakan, sejak tahun 2020 silam sudah tak mau kembali dan tidak pernah mau angkat telepon selulernya. Angel tinggal di ruko lain sepengetahuannya, ruko milik saya lalu saya berikan terdakwa kemudian diberikan angel “, bebernya.

Lebih lanjut, saksi memaparkan asal usul toko bangunan adalah milik saya. Terdakwa setelah perkawinan dengan Sugianto (mantan suami terdakwa) berada atau tinggal di ruko.

Keterangan diatas yang disampaikan saksi sangat kontradiktif dengan yang disampaikan Angel (anak terdakwa).

Hal kontradiktif yaitu, keterangan Angel (anak terdakwa) menyampaikan dipersidangan berupa, ruko adalah hadiah dari Sugianto. Keterangan Angel (anak terdakwa) di bantah oleh, ortu (terdakwa) yakni, keterangan Angel tidak benar karena ruko miliknya.

Hal lainnya, disampaikan, saya tinggal di candi Trowulan dan beda bangunan dengan terdakwa.

Masih menurutnya, saat Michael lahir ada laki-laki lain dengan terdakwa namun tidak tinggal bersama. Sedangkan, pernikahan terdakwa dengan Sugianto statusnya, duda.

Sedangkan, Liliana menyampaikan, bahwa dirinya sebagai saksi di perkawinan terdakwa dengan sugianto.

Hal lainnya, dikatakan, Angel ada masalah dengan  terdakwa termasuk juga dengan keluarga karena kurang menghormati orang yang lebih tua.

Semasa saya masih kecil tinggal serumah
terdakwa dan mamanya juga.
” Sejak saya Sekolah Dasar pada tahun 1991 hingga 2002 terdakwa melahirkan Michael

Hal lainnya, saya kenal dengan Sugianto sekitar 2001.
” Saya dikenalkan terdakwa sebagai kekasih lalu Michael lahir dan keduanya masih intens hubungan “, ungkapnya.

Menurut keterangannya, terdakwa tidak
pernah menutup nutupi status angel sebagai anak terdakwa.

Seingat saksi, saat Angel Lahir terdakwa serumah dengan saya dan terdakwa saat melahirkan melalui, operasi Caesar bekas jahitan besar vertikal besar panjang di bagian perut.
” Saya sering bantu merawat terdakwa saat usai melahirkan. Saya tinggal bersama dengan terdakwa di Candi Trowulan sebelum nikah ruko milik terdakwa “, bebernya.

Terkait, Angel dengan terdakwa diketahuinya, karena sering berantem dengan terdakwa karena Angel punya sifat kurang baik.

Padahal, terdakwa selalu berlaku adil dan membeli HP selalu paling bagus buat Angel daripada Michael.

Ia menambahkan, Sugianto mengaku sudah cerai ternyata belum cerai.
Setahu saya, saat terdakwa hamil maka minta pertanggungjawaban guna dikawin oleh, Sugianto.

Lain halnya, dengan keterangan yang disampaikan, Leo yaitu, saat perkawinan terdakwa saya tidak ikut.

Leo mantan karyawan terdakwa sejak 2003 silam, kerap melihat tanda-tangan terdakwa
saat masih bekerja di toko terdakwa.
” Semua pekerjaan saya yang handle (tangan kanan)”, terangnya.

Leo juga mengenal sugianto saat dikenalkan terdakwa bahwa Sugianto sebagai (ortunya Michael).

Leo juga menyampaikan, semua pelanggan sudah tahu status terdakwa janda termasuk Sugianto.

Terkait, Angel terdakwa tidak pernah nutupi bahwa Angel hasil pernikahan terdakwa dengan Henry.

Sepengetahuan saksi, tidak ada yang tinggal selain anaknya. Tahun 2010, saya masih hubungan dengan terdakwa karena saya jadi pemborong bangunan dan kerap membeli barang di toko terdakwa hingga 2019.

Usai, ke-tiga saksi memberikan keterangan sebagai saksi sesi selanjutnya, Majelis Hakim,Suparno memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi. Dalam tanggapan terdakwa mengamini keterangan para saksi.          MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending