Connect with us

Daerah

Pekerjaan Rampung Dikerjakan PT.IMB. Diduga, Pemda Aru Nunggak Pembayaran Senilai 8 Milyard

Published

on

Dobo-basudewanews.com, Tiga tahun telah berlalu tetapi Pemda Aru, diduga belum sanggup melunasi sisa dana pekerjaan proyek Pembangunan Jalan.Kobamar Wokam tahap II dengan besaran nominal Rp 8.199 Milyard.

Paket Pekerjaan Jalan.Kobamar Wokam tahap II yang diusulkan oleh, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Aru, yang
di usulkan pada tahun anggaran 2017 ke kementerian (PUPR) di terima.

Kegiatan tersebut, di akomodir masuk ke dalam DPA Dinas PUPR di tahun anggaran 2018 dengan nama kegiatan,Pembangunan Jalan.Kobamar,Wokam tahap II yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Penugasan.

Melalui rilisan tertulis yang di kirim Listiawaty kepada Basudewa news com, pada pekan lalu, disampaikan berupa, Proyek Jalan.Kobamar Wokam tahap II di menangkan oleh PT.Indo Mulia Baru (IMB) dengan nilai kontrak sebesar 18.029 Milyard, surat perjanjian nomor : 620.2/II/SP/PUPR/DAK/2018 tanggal 25 juli 2018 sumber Dana DAK Penugasan.

Dari hasil pekerjaan PT.IMB, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, baru membayar pihak penyedia sebesar 9.829 Milyard, dengan rincian Nilai Kontrak 18.029 Milyard
uang muka atau Down Payment (DP) sebesar 20% yaitu, 3.605 Milyard, tagihan I sebesar 50% yakni, 5.408 Milyard.

Berikutnya, tagihan II sebesar 814 Juta, sehingga dana sisa yang belum di bayar 8.199 Milyard sampai sekarang belum terbayar.
” Dari kesepakatan kedua pihak, setelah pembayaran DP sebesar 20% dan pembayaran termin I sebesar 50% serta pembayaran termin II sebesar 814 Juta maka dana sisa belum terbayar sekitar 8.199 Milyard “, ungkapnya.

Lanjutnya, Direktur PT.IMN,Harum Sultan telah mengajukan permohonan kepada Dinas PUPR sejak tiga tahun lalu. Namun hingga saat ini tidak terealisasi.

Padahal dana DAK penugasan Pembangunan Jalan.Kobamar Wokam tahap II sudah di transfer ke Rekening Daerah Ķabupaten Kepulauan Aru, sebesar 18.029.250.000 Milyard.

Secara terpisah, Staf PT.IMB yang namanya tidak mau di unggah, kepada Basudewa news.com, melalui telepon selulernya, mengatakan, kami pihak penyedia sudah melakukan pengusulan melalui Dinas PUPR dan di saat pengusulan permintaan itu penuh (Full) tapi di bayarkan pada tahap ke dua cuma 814 Juta dengan demikian patut di curigai Dana DAK tersebut dikemanakan ?

Kenapa Pemda Aru, membayar kami secara bertahap (cicil). Padahal terkait, pekerjaan Sudah kami kerjakan dan sudah rampung 100%.

Masih menurutnya, saya berharap dan meminta Pemda Aru, ” guna segera me lunasi dana sisa yang belum terbayar sebesar 8.199 Millyard “, pintanya.

Sementara,Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yakni, Yop Ubiyaan, mengatakan, seharusnya penyedia mengusulkan kembali melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) agar Dinas PU menyurati Inspektorat untuk turun ke lapangan memeriksa apa benar pekerjaan tersebut sudah rampung atau tidak.

Setelah itu inspektorat laporkan hasil pemeriksaan ke Pemerintah Daerah sehingga bisa di proses, karena ini sudah sangat lama sudah 3 tahun.
” Mengapa tidak diupayakan pada tahun 2018 lalu, atau Somasi saja dengan pemerintah Daerah atau bila perlu laporkan ke Kejaksaan”, pungkasnya.    JUS.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Solidaritas Tragedi Kanjuruhan Malang Aremania Serentak Aksi Turun Jalan

Published

on

Basudewa – Malang, Aremania serentak melakukan aksi turun jalan hampir di semua ruas jalan raya. Aksi tersebut, dimulai dari pukul 11.47 WIB, pada Minggu (27/11/2022).

Aremania tampak berkumpul dan menutup pintu tol Karanglo Under Pass (pintu keluar tol Karanglo – Singosari).

Aksi turun jalan berdampak para pengguna jalan terpaksa tidak bisa melewati jalan Under Pass sehingga, pengguna jalan dari arah kota Malang (selatan) diarahkan ke jalur barat (arah kota Batu). Sedangkan, pengguna jalan yang dari arah barat diarahkan ke Utara.

Aremania berkumpul di depan sekolah SMKN Singosari Jalan. Mondoroko Kecamatan Singosari.
Selanjutnya, Aremania melakukan longmarc membuat Jalan tol Karanglo terhenti total.

Tampak dilapangan, aksi turun jalan Aremania kali ini, memicu beberapa
pengguna jalan yang menggerutu atas
kegiatan ini (dikarenakan) tidak adanya
pemberitahuan ke publik.

” Tidak tahu ada aksi Aremania mas ! ,”‘ tutur
Andi pengguna jalan yang terjebak macet.

Selain, menggelar aksi turun jalan tersebut, Aremania juga menggelar doa bersama yang tampak disertai oleh, beberapa aparat kepolisian setempat.   TIM.

Lanjutkan Membaca

Trending