Connect with us

Hukrim

Ditipu Jual Beli Jam Tangan, Oscar Laporkan Tanjung Hartono

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Oscar Ali Wijaya merasa ditipu terkait jual beli jam tangan bermerk akhirnya, laporkan temannya sendiri Tanjung Hartono ke pihak yang berwajib.

Atas laporan tersebut, dianggap kurang tepat Tanjung Hartono melakukan upaya  Praperadilan dengan nomer S-Tap/288/X/RES.1.11/2021/Satreskrim tentang pengalihan status saksi menjadi tersangka tanggal 18 Oktober 2021 adalah tidak benar dan tidak berdasar hukum oleh karena-nya surat perintah penyidikan dan surat ketetapan a quo tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

Dalam perkara ini Oscar selaku pelapor  membenarkan adanya, Praperadilan oleh terlapor.

Dalam kesempatan, Rabu (17/11/2021), Oscar, mengatakan, bahwa pada saat itu dirinya membeli jam tangan kepada Tanjung dengan harga 2, 260 Milyard dengan cara menyicil, sebenarnya harga jam itu 2.250 Milyard.

Pada saat cicilan berjalan Boxs dan sertifikat belum diberikan, setelah pembayaran lunas boxs dan sertifikat akan diberikan. Namun kenyatannya tidak demikian.

Masih menurutnya, dijelaskan Oscar, pada medio Nopember 2016 silam, saya membeli 1 (satu) Buah Jam tangan Merk Richard Mile type RM 11-03 White Demon dari Saudara Tanjung Hartono dengan harga 2 Milyard. Karena pembayaran dilakukan secara bertahap dengan bunganya menjadi 2,2 Milyard.

Selanjutnya, pada medio 01 Juli 2016 silam, saya transfer dari bank JTRUST, PT. SRI MURNI no. rek 15030000828282.002 dalam bentuk Cek No. 05440577, sebesar 100 Juta ke rekening bank BCA No. Rek 088912889 an. Tanjung Hartono

Lebih lanjut, pada medio 10 Oktober 2016 silam, rek  bank BCA PT. SRI MURNI no. rek 3640699999, dalam bentuk GIRO No. CS202512, sebesar  160 Juta, yang ditujukan kepada saudara Tanjung Hartono

Pada medio 25 November 2016, saya transfer dari bank Mandiri PT SRI MURNI  no. rek 1400055500988 ke rek BCA rek 0889128889 a.n Tanjung Hartono sebesar 241 Juta dan 658 Juta.

Selang berikutnya, pada medio tanggal 17 januari 2017 silam, saya transfer dari rek bank BCA rek 2135010101, an. Oscar Ali Wijaya ke rek bank BCA rek 0889128889 a.n Tanjung Hartono sebesar 100 Juta.

Pada medio Tanggal 14 juni 2017, saya transfer dari bank BCA PT SRI MURNI  no. rek 3640699999, ke rek bank BCA rek 0889128889 a.n Tanjung Hartono sebesar 400 Juta.

Setelah lunas pada 14 Juni 2017, saya konfirmasi terkait, kelengkapan jam tangan namun, Tanjung Hartono selalu janji dengan alasan masih disimpan di tempat lain.

Karena saya dengan Tanjung itu teman baik maka saya percaya terhadap keberadaan boxs dan sertifikat jam tangan tersebut.

Sekira Januari 2018 saya butuh uang dan akan menjual jam tangan itu lagi.
Pada pertengahan Januari 2018, saya ingin menjual lagi jam tangan tersebut kepada Tanjung Hartono dengan harga yang sama yaitu, 2,2 Milyard.

Kebetulan pada saat itu, Tanjung bersedia membeli kembali dan akan dibayar lunas.

Pada pertengahan bulan Januari 2018,  jam tangan itu saya serahkan dalam keadaan baik dan tidak rusak. Setelah dilakukan pengecekan jam itu dibawanya, pada saat itu saya hanya di beri uang 1 Milyard.
Sedangkan, sisanya  belum dibayar.
” Saya tagih sisanya namun Tanjung tidak ada itikad baik “, ungkapnya.

Merasa dibohongi maka saya melayangkan somasi dan apabila tidak bisa melunasi sisanya, maka saya minta jam tangan itu dikembalikan.  Namun somasi itu tidak dihiraukan, dan akhirnya saya melaporkannya ke polisi.
” Setelah laporan itu berjalan diketahui kalau jam tangan itu sudah dijual oleh Tanjung ke Singapura “, pungkasnya.    MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Majelis Hakim Jatuhi Vonis 16 Bulan Bagi Sebastian George Johar Yong Dan Deden Surya Kristianto

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Terjerembab dalam perkara yang sama ( melakukan sebuah tindak pidana penipuan ), layak disematkan terhadap Sebastian George Johar Yong dan Deden Surya Kristianto. Pasalnya, Majelis Hakim, M.Taufik Tatas menyatakan, kedua terdakwa telah secara sah bersalah sebagaimana dalam pasal 378 KUHP.

Selain itu, Majelis Hakim juga menjatuhi vonis pidana penjara selama 16 bulan, Selasa (24/5/2022), di Pengadilan Negeri Surabaya. Putusan tersebut, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni, yang menuntut pidana penjara selama 2 tahun bagi ke-dua terdakwa.

Atas putusan tersebut, JPU menyatakan, sikapnya yaitu, pikir-pikir. Sedangkan, kedua terdakwa menyatakan, menerima putusan sang Majelis Hakim.

Dipersidangan sebelumnya, agenda mendengar keterangan saksi yakni, Budwi Hermawan selaku, pemilik lahan seluas 55,9 Are yang rencana akan dibeli Sebastian (terdakwa) dengan harga 126 Milyard.

Lebih lanjut, terdakwa melakukan Ikatan Jual Beli (IJB) dengan menunjuk Notaris.
Sayangnya, hingga perkara ini naik ke persidangan untuk kedua kalinya, terdakwa belum melakukan pembayaran sama sekali.

Budwi Hermawan juga sudah mengira akan ada banyak korban lantaran, obyek lahan miliknya belum terealisasi pembayaran namun terdakwa sudah berani mempromosikan bahkan presentasi pembangunan kondotel di Canggu Bali.

Hal yang demikian, membuat Budwi Hermawan melapor ke Polda Bali.
” Saya pernah melihat di internet terdakwa sudah mempromosikan pembangunan kondotel. Padahal, lahan saya belum dibayar sama sekali ,” paparnya.

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan terdakwa dihadapan Majelis Hakim, ke-dua terdakwa berdalih lahan akan dibeli namun, karena ada kendala bahwa obyek lahan sebagian masih milik orang lain.

Pengakuan lainnya, uang para user yang sudah terlanjur melakukan pembayaran DP maupun angsuran oleh, kedua terdakwa dialihkan aset di Cinere Jakarta.

Untuk diketahui, perbuatan ke-dua terdakwa sebelumnya, pada medio (18/11/2021) dijatuhi vonis pidana penjara selama 1 tahun lantaran, kedua terdakwa oleh, Majelis Hakim, secara sah dinyatakan secara bersama sama melakukan perbuatan tindak pidana penipuan.

Adapun, Barang Bukti (BB) di muka persidangan diantaranya, lembar Poto copy kwitansi bermaterai yang dibuat PT. Sean Bale Adhiguna sebagai tanda bukti pembayaran atas nama, Didi Njatawijaya, Steven Lee Njatawijaya serta 1 lembar undangan dari The Voir Suites Hotel  Residence Echo Beach Canggu-Bali.   MET.

Lanjutkan Membaca

Trending