Connect with us

Hukrim

AS Setubuhi Bocah Tetangga Sendiri Hingga Hamil

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Bocah berusia kencur yang berinisial ST (12) diketahui hamil lantaran, perbuatan bejat AS (43) yang tak lain masih tetangga sendiri.

ST  yang tinggal di Dukuh Kupang Surabaya,
terpaksa kehilangan mahkota kehormatannya, saat AS berpura-pura mengajak ST dengan menyuruh korban tidur di atas paha kemudian  pelaku yang sudah terbelenggu oleh nafsu birahinya, melampiaskan hasratnya dengan menyetubuhi ST (korban).

Melalui informasi yang diterima dilapangan, pelaku yang telah lama bercerai dengan istri sepertinya, berkebutuhan khusus.

Atas ulah pelaku, kini ST dalam keadaan hamil 8 Minggu. Pihak keluarga korban yakni, Salamah (ibu korban) usai mengetahui anaknya telah di setubuhi AS (pelaku) langsung melaporkan peristiwa tersebut, ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Setelah mendapatkan laporan dari ibu korban anggota Polrestabes Surabaya, langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), guna menangkap AS dirumahnya.

Dihadapan para awak media, Kanitreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol.Mirzal Maulana, menyampaikan, AS (pelaku) mengakui perbuatannya.
” Dari pengakuan AS korban adalah masih tetangga sendiri “, ungkapnya.    MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending