Connect with us

Hukrim

Antony Dan Diana Tanuwidjaja Divonis 34 Bulan Untuk Ali Suwito Divonis 26 Bulan Di Bui

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Usai jalani proses hukum dengan agenda bacaan putusan yang berbuah pidana penjara selama 34 bulan bagi Direktur PT.Bukit Baja Anugrah (BBA) Antony Tanuwidjaja dan Diana Tanuwidjaja. Sedangkan, Direktur PT. Perwira Asia Baja Tama, Ali Suwito dijatuhi vonis 26 bulan di bui.

Bacaan putusan bagi Direktur kedua perusahaan PT.BBA dan PT.PAB bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (18/11/2021).

Atas bacaan putusan tersebut, masing-masing Penasehat Hukum menyatakan, sikap banding. Hal tersebut, juga langsung di reaksi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya,Darwis yang juga menyatakan hal yang sama yakni, banding.

Secara terpisah, Penasehat Hukum Ali Suwito (terdakwa), Aryoadi Pramono, saat ditemui mengatakan, atas putusan yang di jatuhkan kliennya (Ali Suwito) , pihaknya ajukan banding karena belum bisa menerima putusan Majelis Hakim.

Pihaknya, menilai, JPU menganggap kliennya yang menandatangani invoice. Sedangkan fakta dipersidangan Antony Tanuwidjaja (terdakwa) jelas-jelas mengakui, kliennya tidak mengetahui.

Invoice yang di buat Antony Tanuwidjaja dipahami kliennya, sebagai bentuk pemesanan barang bukan sebagai penagihan.
” Kliennya memahami perkara tersebut, seperti itu, sehingga kliennya berani bertanda tangan “, paparnya.

Lebih lanjut, atas permintaan Antony Tanuwidjaja (terdakwa) maka kliennya Ali Suwito (terdakwa) telah mengembalikan semua uang.

Secara terpisah, JPU, Darwis, saat ditemui, mengatakan, para terdakwa pada persidangan sebelumnya, kami tuntut pidana bui selama 4 tahun.

Terkait, bacaan putusan, Majelis Hakim bagi Antony Tanuwidjaja dan Diana Tanuwidjaja masing-masing pidana penjara 34 bulan. Perihal putusan bagi Ali Suwito yakni, pidana penjara selama 26 bulan bui dan memerintahkan para terdakwa segera ditahan.

Masih menurut JPU, Majelis Hakim menjatuhkan putusan berdasarkan pertimbangan, bahwa uang yang diterima Ali Suwito (terdakwa) secara keseluruhan sudah dikembalikan ke Antony Tanuwidjaja dan Diana Tanuwidjaja (keduanya terdakwa) sebesar 210 Milyard. Namun, surat tagihan maupun invoice yang dikeluarkan Direktur PT.PAB, Ali Suwito (terdakwa) lampiran pencairan yang diajukan ke bank Danamon semuanya palsu.

JPU, menambahkan, atas putusan tersebut, para Penasehat Hukum terdakwa menyatakan, sikap banding maka secara otomatis JPU juga banding.     MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending