Connect with us

Hukrim

Harto Wijoyo Beri Keterangan Sebagai Pelapor Disangkal Stefanus Sulayman

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Harto Wijoyo (HW) beri keterangan sebagai saksi pelapor atas perkara yang melibatkan Stefanus Sulayman (SS) sebagai terdakwa atas sangkaan sebagaimana yang diatur dalam pasal 372 dan 266.

Dipersidangan Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (17/11/2021), HW dalam keterangannya, mengatakan, melalui Penasehat Hukumnya yang diberi kuasa saya tidak tanya soal konsinyasi namun, hanya fokus terkait,

pengikatan Jual-Beli (PJB) pada medio (20/6/2017) silam, yang dibuat dihadapan Notaris, Maria Baroroh.

Hal lain, diungkapkan bahwa saya pernah menandatangani pada blangko kosong serta nama terang yang di ketik. Saya juga tidak tahu tanda tangan tersebut, dibuat terdakwa sebagai surat kuasa menjual.

“Saya memang tanda tangan namun 5idak pernah bubuhkan cap jempol apapun serta saya tidak pernah bertemu dengan notaris “, bebernya.

Masih menurut pengakuan HW, bahwa dirinya pernah lakukan gugatan perdata melalui Penasehat Hukumnya. Sedangkan,
hal materi yang diajukan dalam gugatan saya tidak tahu.
” Seingat saya, pernah lakukan gugatan perdata dan dalam putusan dinyatakan N.O.
Putusan Majelis Hakim karena gugatan kurang sempurna “, ungkapnya.

Terkait, Ikatan Jual Beli (IJB) dan Kuasa Jual saya tidak tahu.

Penasehat Hukum terdakwa, Ben D Hadjon, saat menyinggung perkara ini pernah gelar perkara di Mabes Polri oleh HW diamini.
” Saya pernah di periksa Mabes Polri dan atas aduan siapa kurang jelas “, terang HW.

Usai beri keterangan, Majelis Hakim Tongani memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi. Dikesempatan yang diberikan Majelis Hakim terdakwa sampaikan keterangan HW tidak benar semua.

Secara terpisah, Penasehat Hukum terdakwa Ben D Hadjon, saat ditemui mengatakan, dipersidangan sudah dikatakan oleh terdakwa bahwa keterangan HW sebagai saksi tidak benar.

Hal yang terpenting di sampaikan HW bahwa saksi melakukan tanda tangan dan di ketik. Atas pernyataan ini pihaknya, meminta Panitera guna mencatat.       MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Majelis Hakim Jatuhi Vonis 16 Bulan Bagi Sebastian George Johar Yong Dan Deden Surya Kristianto

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Terjerembab dalam perkara yang sama ( melakukan sebuah tindak pidana penipuan ), layak disematkan terhadap Sebastian George Johar Yong dan Deden Surya Kristianto. Pasalnya, Majelis Hakim, M.Taufik Tatas menyatakan, kedua terdakwa telah secara sah bersalah sebagaimana dalam pasal 378 KUHP.

Selain itu, Majelis Hakim juga menjatuhi vonis pidana penjara selama 16 bulan, Selasa (24/5/2022), di Pengadilan Negeri Surabaya. Putusan tersebut, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni, yang menuntut pidana penjara selama 2 tahun bagi ke-dua terdakwa.

Atas putusan tersebut, JPU menyatakan, sikapnya yaitu, pikir-pikir. Sedangkan, kedua terdakwa menyatakan, menerima putusan sang Majelis Hakim.

Dipersidangan sebelumnya, agenda mendengar keterangan saksi yakni, Budwi Hermawan selaku, pemilik lahan seluas 55,9 Are yang rencana akan dibeli Sebastian (terdakwa) dengan harga 126 Milyard.

Lebih lanjut, terdakwa melakukan Ikatan Jual Beli (IJB) dengan menunjuk Notaris.
Sayangnya, hingga perkara ini naik ke persidangan untuk kedua kalinya, terdakwa belum melakukan pembayaran sama sekali.

Budwi Hermawan juga sudah mengira akan ada banyak korban lantaran, obyek lahan miliknya belum terealisasi pembayaran namun terdakwa sudah berani mempromosikan bahkan presentasi pembangunan kondotel di Canggu Bali.

Hal yang demikian, membuat Budwi Hermawan melapor ke Polda Bali.
” Saya pernah melihat di internet terdakwa sudah mempromosikan pembangunan kondotel. Padahal, lahan saya belum dibayar sama sekali ,” paparnya.

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan terdakwa dihadapan Majelis Hakim, ke-dua terdakwa berdalih lahan akan dibeli namun, karena ada kendala bahwa obyek lahan sebagian masih milik orang lain.

Pengakuan lainnya, uang para user yang sudah terlanjur melakukan pembayaran DP maupun angsuran oleh, kedua terdakwa dialihkan aset di Cinere Jakarta.

Untuk diketahui, perbuatan ke-dua terdakwa sebelumnya, pada medio (18/11/2021) dijatuhi vonis pidana penjara selama 1 tahun lantaran, kedua terdakwa oleh, Majelis Hakim, secara sah dinyatakan secara bersama sama melakukan perbuatan tindak pidana penipuan.

Adapun, Barang Bukti (BB) di muka persidangan diantaranya, lembar Poto copy kwitansi bermaterai yang dibuat PT. Sean Bale Adhiguna sebagai tanda bukti pembayaran atas nama, Didi Njatawijaya, Steven Lee Njatawijaya serta 1 lembar undangan dari The Voir Suites Hotel  Residence Echo Beach Canggu-Bali.   MET.

Lanjutkan Membaca

Trending