Connect with us

Hukrim

Saksi Ungkap Sosok Terdakwa. Penasehat Hukum, Tis’at Afriyandi Sebut, Aktivitas Sosialnya Tak Sebanding Dengan Nilai OTT

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, dengan agenda mendengar keterangan saksi yang meringankan (A De Charge) kembali bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Senin (15/11/2021).

Dipersidangan,kedua saksi mengungkapkan sosok Bupati nonaktif Nganjuk Novi Rahman Hidayat dikuak. Sejumlah saksi mulai dari tukang becak pun dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan.

Adapun, Sukarsi yang beraktivitas sebagai tukang becak di Nganjuk menyampaikan,
bagaimana sosok Novi saat masih menjabat sebagai Bupati Nganjuk.
“Beliau orangnya baik. Sering memberikan bantuan pada kami “, ujarnya.

Hal itu pun, juga dibenarkan oleh Sarmidi yang juga berprofesi tukang becak mengamini, keterangan yang disampaikan Sukardi.

Pengakuan Samidi, sudah setiap tahun selama 8 tahun ini selalu mendapatkan bantuan dari Novi saat menjabat sebagai Bupati.
“Benar, kami selalu mendapatkan bantuan dari beliau. Setiap tahun selama 8 tahun ini “, tuturnya.

Masih menurutnya, selama ini para tukang becak di Nganjuk selalu mendapatkan bantuan beras dari Bupati Nganjuk. Bantuan yang diterima adalah beras seberat 5 Kg perbulannya, bantuan ini, tidak pernah absen setiap tahunnya.
“Pasti diberikan oleh beliau,” kata pria yang mangkal di depan Pasar Nganjuk ini.

Sementara itu, Yoyok Yuono, Staf Penyaluran Zakat PT.Tunas Jaya Abadi Grup, menceritakan, dirinya juga turut diberi tugas oleh Novi untuk membagi-bagikan zakat.

Yoyok Yuono menambahkan, tim dari perusahaan Novi ini dibentuk khusus untuk membagikan zakat untuk tiap kecamatan.
” Untuk satu kecamatan di Nganjuk, diberikan bantuan 1 ton beras. Setidaknya, ada 20 kecamatan di Nganjuk “, pungkasnya.

Hal lainnya, disampaikan Yoyok Yuono, berupa, ini usaha Novi cukup banyak. Mulai dari bidang usaha SPBU, simpan pinjam, perkebunan, koperasi, peternakan sapi dan banyak lagi lainnya.
“Usaha beliau dan keluarga banyak sekali “, bebernya.

Diruang yang lain, salah satu Penasehat Hukum terdakwa (Bupati) Tis’at Afriyandi mengatakan, para saksi meringankan yang dihadirkan pihaknya itu bertujuan untuk menunjukkan pada publik bahwa apa yang dilakukan oleh Bupati Novi itu tak sebanding dengan nilai OTT (operasi tangkap tangan) yang selama ini digaung-gaungkan.

Apalagi, pada kesaksian sebelumnya, salah seorang saksi dari perusahaan milik Bupati (terdakwa) mengakui, jika untuk mengambil uang sebesar 1 Milyard saja dari perusahaan, baginya cukup mudah.
” Tentu nominal yang disebut OTT itu tak sebanding dengan aktivitas sosial dan latar belakang terdakwa yang juga pengusaha.

Penasehat Hukum terdakwa, menyampaikan, 10 atau 15 Juta, itu nilainya sangat kecil lah. Uang yang katanya, disita 600 Juta (dalam brankas) itu juga belum mampu dibuktikan itu uang apa.
Sehingga, sejauh ini kasus ini tidak ada yang nyambung.

Hal lain disampaikan Penasehat Hukum terdakwa, bahwa keterangan para saksi ini untuk memperkuat keterangan saksi Riana yang dihadirkan oleh JPU pada sidang sebelumnya.

Bahwa uang yang diminta oleh Bupati Novi 1 Milyard yang diserahkan saksi Riana, memang digunakan untuk persiapan menjelang puasa, seperti kegiatan bagi-bagi sembako, zakat, memberi bantuan pada orang tidak mampu.
” Sebagaimana keterangannya Riana, bahwa Novi minta dana itu untuk kebutuhan puasa dan lebaran “, pungkasnya.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Majelis Hakim Jatuhi Vonis 16 Bulan Bagi Sebastian George Johar Yong Dan Deden Surya Kristianto

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Terjerembab dalam perkara yang sama ( melakukan sebuah tindak pidana penipuan ), layak disematkan terhadap Sebastian George Johar Yong dan Deden Surya Kristianto. Pasalnya, Majelis Hakim, M.Taufik Tatas menyatakan, kedua terdakwa telah secara sah bersalah sebagaimana dalam pasal 378 KUHP.

Selain itu, Majelis Hakim juga menjatuhi vonis pidana penjara selama 16 bulan, Selasa (24/5/2022), di Pengadilan Negeri Surabaya. Putusan tersebut, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni, yang menuntut pidana penjara selama 2 tahun bagi ke-dua terdakwa.

Atas putusan tersebut, JPU menyatakan, sikapnya yaitu, pikir-pikir. Sedangkan, kedua terdakwa menyatakan, menerima putusan sang Majelis Hakim.

Dipersidangan sebelumnya, agenda mendengar keterangan saksi yakni, Budwi Hermawan selaku, pemilik lahan seluas 55,9 Are yang rencana akan dibeli Sebastian (terdakwa) dengan harga 126 Milyard.

Lebih lanjut, terdakwa melakukan Ikatan Jual Beli (IJB) dengan menunjuk Notaris.
Sayangnya, hingga perkara ini naik ke persidangan untuk kedua kalinya, terdakwa belum melakukan pembayaran sama sekali.

Budwi Hermawan juga sudah mengira akan ada banyak korban lantaran, obyek lahan miliknya belum terealisasi pembayaran namun terdakwa sudah berani mempromosikan bahkan presentasi pembangunan kondotel di Canggu Bali.

Hal yang demikian, membuat Budwi Hermawan melapor ke Polda Bali.
” Saya pernah melihat di internet terdakwa sudah mempromosikan pembangunan kondotel. Padahal, lahan saya belum dibayar sama sekali ,” paparnya.

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan terdakwa dihadapan Majelis Hakim, ke-dua terdakwa berdalih lahan akan dibeli namun, karena ada kendala bahwa obyek lahan sebagian masih milik orang lain.

Pengakuan lainnya, uang para user yang sudah terlanjur melakukan pembayaran DP maupun angsuran oleh, kedua terdakwa dialihkan aset di Cinere Jakarta.

Untuk diketahui, perbuatan ke-dua terdakwa sebelumnya, pada medio (18/11/2021) dijatuhi vonis pidana penjara selama 1 tahun lantaran, kedua terdakwa oleh, Majelis Hakim, secara sah dinyatakan secara bersama sama melakukan perbuatan tindak pidana penipuan.

Adapun, Barang Bukti (BB) di muka persidangan diantaranya, lembar Poto copy kwitansi bermaterai yang dibuat PT. Sean Bale Adhiguna sebagai tanda bukti pembayaran atas nama, Didi Njatawijaya, Steven Lee Njatawijaya serta 1 lembar undangan dari The Voir Suites Hotel  Residence Echo Beach Canggu-Bali.   MET.

Lanjutkan Membaca

Trending