Connect with us

Peristiwa

Bagi-bagi Masker Dan Minuman RPMS Dihibur Seni Jaranan

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Program Relawan Peduli Masyarakat Surabaya (RPMS), bagi-bagi masker, minuman kesehatan dan telur ke masyarakat tampak di iringi tarian seni tradisional jaranan. Program tersebut, digelar pada Ahad (14/11/2021) di Jalan.Margo Dadi serta di Jalan. Benowo Indah Surabaya.

Pelaksana bagi-bagi masker, minuman kesehatan dan telur sengaja dilaksanakan di dua tempat secara bergantian.

Melalui informasi dilapangan, Jalan.Margo Dadi Surabaya, masyarakat selain dimanjakan dengan tontonan tari seni jaranan juga menerima pembagian masker, minuman kesehatan dan telur.

Pihak setempat seperti halnya, RT V RW VII Jalan Margo Dadi juga turut guna mensukseskan terselenggaranya acara. Sedangkan, pihak RT II di Jalan Benowo Indah juga tak luput dari kesertaannya pada sesi tersebut.

Relawan RPMS tampak bagi-bagikan masker, telur dan minuman kesehatan.

Dalam suksesnya giat adalah berkat dari kerjasama relawan RPMS yang rela secara sukarela patungan guna menunjang finansial agenda bagi-bagi masker.

Sementara disela-sela agenda, Ningsih dan Anjar selaku pelaksana kegiatan, saat ditemui basudewanews.com, mengatakan,
kegiatan ini bukan hanya sekali diselenggarakan. Harapan, pelaksana kegiatan pihaknya, akan terus merangkul para relawan untuk membagikan bantuan terhadap masyarakat Surabaya, dari wilayah barat hingga ke timur, Utara dan selatan agar masyarakat Surabaya mengenal relawan RPMS.

Selain itu, kegiatan relawan RPMS akan bisa bertumbuh besar bisa menjangkau masyarakat dalam hal memberikan bantuan.

Masih menurut, kedua pelaksana kegiatan, bahwa RPMS tidak sekedar membantu dalam bentuk berbagi masker, minuman kesehatan dan telur melainkan, melayani masyarakat yang membutuhkan pendampingan pasien, pendidikan.
” Rekan RPMS akan selalu menyalurkan atau melayani bantuan terhadap masyarakat Surabaya dalam segala hal “, pungkasnya. YOK.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Jelang Hari Pahlawan Solidaritas Wartawan Surabaya Gelar Doa Bersama

Published

on

Basudewa – Surabaya, Memperingati hari Pahlawan menjadi prioritas tersendiri bagi insan pers di Surabaya. Kebanggaan dan semangat juang “Arek Arek Suroboyo” yang di kobarkan melalui, siaran pers dari Bung Tomo menjadi Spirit tersendiri bagi generasi sekarang.

Mengingat adanya, peristiwa yang terjadi di depan Hotel Yamato pada 10 November 1945 menjadi sebuah peristiwa berdarah juga sebagai perang semesta yang melibatkan peran Pers kala itu.

Pentingnya, informasi di saat genting seperti itu, menjadi pedoman bagi perkembangan pergerakan yang akan di lakukan oleh, Arek Suroboyo untuk melancarkan serangan kepada pihak penjajah.

Perihal sejarah tersebut, dalam rangka memperingati 10 November 1945, solidaritas wartawan Surabaya, menggelar ” Tahlil Doa Bersama ” di Monumen Pers Jalan. Tunjungan nomor 100 Surabaya.

Disesi agenda tersebut, nampak di hadiri oleh, beberapa wartawan dari media Online mengingatkan insan pers, bahwa tetenger atau Monumen Pers ini, adalah sebuah kebanggaan bersama dan sudah sepatutnya wartawan yang memiliki semangat juang wajib melestarikan nilai nilai juang yang di wariskan oleh para pendiri bangsa.

Solidaritas Wartawan Surabaya, hanya ingin melestarikan dan mewarisi Spirit dari perjuangan pada 10 November 1945.

Berdasarkan niat tulus yang di lakukan oleh, sekelompok wartawan ini, tidak lebih dari rasa syukur dan mengenang semangat saat pertempuran waktu itu.

Adapun tokoh masyarakat mantan Anggota Dewan tahun 80 an bernama Marzuki juga turut Hadir dalam acara tersebut.

Marzuki berharap, pada wartawan muda yang memiliki semangat dan spirit juang seperti pendahulunya.

” Wartawan itu bukan sesuatu yang remeh, dia adalah pilar ke 4 negara, jadi masa depan bangsa tergantung juga pada wartawan. Maka dari itu, sangatlah tepat bila kalian mengadakan tahlil atau kegiatan di sini, sebab Monumen Pers adalah milik para wartawan atau insan pers. Siapapun tidak ada yang bisa menggantikannya ,” tutur Marzuki.

Sedangkan, Sekretaris Solidaritas Wartawan Surabaya, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua AWS (Aliansi Wartawan Surabaya), yakni, Kiki Kurniawan, sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang hadir dalam acara Tahlil dan Silaturahmi di Monumen Pers ini.

” Saya sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang sudah mensupport kegiatan ini, meskipun acara ini sangat sederhana namun doa yang kita sampaikan kepada Sang Pencipta semoga menjadi alat komunikasi bagi para pejuang Pers yang telah mendahului kita semua ,” ujarnya.

Kami memang sengaja tidak membuat proposal ataupun surat edaran yang berujung pada penggalian dana. Sebab ini, murni gerakan Moral, jadi sangatlah tidak pantas apabila kita mencari sokongan dana dengan meminta ke sana kemari padahal tujuan kita untuk berdoa, buktinya, dengan menyisihkan uang pribadi kita bisa menyelenggarakan acara tersebut.

” Ini bukti solidaritas, jadi percuma ngomong solidaritas kalau kita tidak bisa mewujudkan dalam kehidupan nyata. Jadi singkatnya, rekan rekan mengajak kepada seluruh wartawan Surabaya kembali mengingat bahwa Monumen Pers Surabaya adalah milik kita bersama dan bukan milik seseorang ataupun golongan ,” seru Kiki.

Sesuai rencana, gerakan solidaritas ini, akan terus di bangun. Selama untuk kepentingan bangsa.

Hal seperti inilah yang diinginkan oleh, beberapa rekan wartawan Surabaya, yang hadir pada acara tersebut.

” Gerakan ini, patut di lestarikan untuk memberikan edukasi kepada wartawan muda generasi penerus bangsa bahwa nilai juang patut di wariskan ,” pungkasnya.  MET.

Lanjutkan Membaca

Trending