Connect with us

Hukrim

Diduga Bandar Sabu, Penghuni Kost Sukomanunggal Baru Surabaya, Diringkus

Published

on

Surabaya-basudewanews.com,  Menghuni dikamar kost Jalan.Sukomanunggal Baru Surabaya, SO yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan terpaksa diringkus oleh, Jajaran Polrestabes Surabaya.

Penangkapan berdasarkan, pihak kepolisian menerima informasi dari masyarakat, bahwa SO kerap melakukan transaksi narkoba. Pihak kepolisian akhirnya, meringkus SO pada Sabtu (30/10/2021) sekitar pukul, 09 :00 WIB, yang disertai penggeledahan dikamar kost yang menjadi hunian SO.

Dari penggeledahan diketemukan 21 poket sabu yang sudah dikemas, timbangan elektrik, uang sebesar 350 Ribu juga turut diamankan petugas.

Menurut pengakuan tersangka, dirinya mendapatkan narkotika jenis sabu dari TSE pada Jumat (29/10/2021) sebanyak 5 gram.

Melalui pengakuan SO, selang 2 jam berikutnya, Jajaran Polrestabes Surabaya, memburu dan mengamankan TSE di kediamannya yang berlokasi Jalan. Sukomanunggal Baru Kelurahan Sukomanunggal  Surabaya.

Masih menurut tersangka, sabu seberat 5 gram di kemas menjadi 23 poket. Sebelum ditangkap tersangka sudah menjual sabu sebanyak 2 poket.

Atas perbuatannya, Jajaran Polrestabes Surabaya, menjerat tersangka sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 ayat (1), Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.     MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending