Connect with us

Hukrim

Pukul Tengkuk Korban 3 Kali Pakai Paving, Wahyu Buana Putra Morita Jalani Proses Hukum

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Wahyu Buana Putra Morita diancam pasal pembunuhan berencana. Pria 46 tahun itu memukul tengkuk Jose Marvel (12) menggunakan paving sebanyak 3 kali hanya berniat ingin menguasai HP milik korban sehingga berakibat korban meregang nyawa. Ancaman pasal pembunuhan berencana dibacakan, Jaksa Penuntut Umum JPU dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Dewi Kusumawati, Selasa (2/11/2021) di Pengadilan Negeri Surabaya.

Dipersidangan, uraian peristiwa sadis terjadi, bermula pada Rabu (26/5/2021) sekira pukul 09.00 WIB. Warga asal Garut itu mengambil paving yang berada di depan rumah kosnya di Jalan Kupang Krajan Gang VA Surabaya, kemudian dia menyimpan paving di dekat pintu yang mengarah ke dapur.

Selang berikutnya, pukul 12.00 WIB, korban menyuruh kedua anaknya DO dan DS beserta korban untuk bermain HP di kamar kos miliknya.

Setelah ketiga anak korban masuk ke dalam kamar dan bermain HP, Wahyu mendekati korban sambil membawa paving yang dipersiapkan sebelumnya.
“Setelah terdakwa memegang paving, kemudian berjalan dan berada di samping kanan korban JS lalu terdakwa memukul korban dibagian tengkuk sebanyak 3 kali “, ucapnya.

Lebih lanjut, mengetahui perbuatan terdakwa, kedua anaknya langsung menghindar dan berdiri.

Merasa tak puas dengan pukulan pertama, terdakwa kembali memukulkan paving tersebut berkali-kali, meski korban sudah tersungkur di lantai.
“Perbuatan terdakwa menyebabkan korban mengalami luka di kedua kelopak matanya, bibir, jari kedua tangan dan kaki, memar di punggung, kepala belakang bengkak dan luka di telinga “, beber JPU.

Akibat perbuatan terdakwa, korban  meninggal dunia karena kekerasan benda tumpul pada kepala yang mengakibatkan patahnya tulang tengkorak, pendarahan selaput otak, oedem otak sehingga mati lemas.

Atas tindakan terdakwa yang menyebabkan hilangnya nayawa seseorang maka JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam pasal 340 KUHP, pasal 339 KUHP, 338 KUHP, pasal 80 ayat (3) Undang-Undang RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang RI Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang serta pasal 365 ayat (1) dan (3) KUHP.

Usai bacaan dakwaan, Majelis Hakim
I Made Gede Suardhita akan melanjutkan persidangan pada pekan selanjutnya, dengan agenda mendengar keterangan saksi yang akan dihadirkan JPU.     MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending