Connect with us

Hukrim

Triana Ananda Divonis 1 Tahun Penjara, Akibat Jajakan Diri Lewat Media Sosial

Published

on

Surabaya-basudewanews.com,Triana Ananda (terdakwa) asal Semarang dinyatakan bersalah menyediakan jasa Pornografi dengan Pidana Penjara selama 1 tahun. Putusan setahun bui bagi terdakwa dibacakan, Majelis Hakim, Ni Made Putu Parwati di ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (28/10/2021).

Dipersidangan, terdakwa dinyatakan terbukti bersalah Pasal 30 Undang Undang RI Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dengan Pidana Penjara selama 1 tahun.

Atas putusan tersebut, terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Damang Anuwibowo, menyatakan sikap menerima putusan Majelis Hakim.

Berdasarkan surat dakwaan, bahwa terdakwa mengiklankan di Media Sosial Twitter dengan akun @AnandaOhAnanda dengan menampilkan Vidio syur dengan disertai nomer Handphone agar bisa berkomunikasi dengan pelanggannya dan memasang tarif seharga 600 Ribu untuk pelayanan sex.

Sedangkan, menurut keterangan saksi Baihaqi, mengatakan, berkomunikasi dengan terdakwa dan disepakati harga 1 Juta untuk sekali layanan.

Keduanya, ketemu di Hotel Grand Inna di Jalan Simpang Gubenur Suryo, Surabaya, Pada (16/6/2021), sekitar pukul 17 : 00 WIB. Sayangnya, keduanya diamankan oleh Andini Putri Anggota Polrestabes Surabaya.

Atas Perbuatannya, JPU Damang Anuwibowo, menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 30 Juncto Pasal 4 ayat (2) Undang Undang RI Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi dan menuntut terdakwa dengan Pidana Penjara selama 15 bulan.     MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending