Connect with us

Hukrim

Eksepsi Ditolak, Pembantaran Belum Mendapat Respons, Linda Leo Darmosuwito Lapor KY

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Linda Leo Darmosuwito (terdakwa) yang menjalin hubungan asmara dengan Sugianto Setiono  berbuntut ke meja hijau Pengadilan Negeri Surabaya, dengan agenda bacaan putusan sela sang Majelis Hakim, Suparno bergulir Senin (25/10/2021).

Dipersidangan, Majelis Hakim, dalam bacaan putusan sela menyampaikan, bahwa atas eksepsi terdakwa yang disampaikan Penasehat Hukumnya, Salawaty, patut di kesampingkan atau ditolak seluruhnya.
” Mengadili, menyatakan eksepsi terdakwa Linda Leo Darmosuwito ditolak seluruhnya. Memerintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum menghadirkan saksi beserta alat bukti dalam agenda sidang pembuktian “, ucapnya.

Usai persidangan, Penasehat Hukum Salawaty, kepada awak media menyampaikan, kliennya yang mengalami auto imun justru mendapatkan surat dari Lembaga Pemasyarakatan atau Rutan agar kliennya mendapatkan perawatan dari dokter khusus.
” Ini benar-benar surat dari Rutan loh !, yang meminta agar dirujuk ke Rumah Sakit dan dokter spesialis namun, Majelis Hakimnya saya gak paham ” , bebernya.

Masih menurutnya, kliennya mengidap auto imun yakni, tubuh memakan tubuhnya sendiri dan ini sudah terlalu lama penahanan atau penempatan seseorang ke tempat tertentu bukan penghukuman. Kliennya yang alami auto imun andai mendapat pembantaran akan lari kemana sih?.
” Pihaknya, tidak mengada-ada yang mengirim surat dokter loh ?, dan pihak Rutan meminta agar lebih cepat pembantaran lebih baik namun, tiap sidang Majelis Hakim selalu memberikan jawaban akan di musyawarahkan. Kliennya sakit dan hak asasi dimana? “, kesalnya.

Kedepannya, saya berencana akan melakukan upaya hukum lain yaitu, perkara pembantaran yang belum di respons Majelis Hakim akan melapor ke Komisi Yudisial (KY).    MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Majelis Hakim Jatuhi Vonis 16 Bulan Bagi Sebastian George Johar Yong Dan Deden Surya Kristianto

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Terjerembab dalam perkara yang sama ( melakukan sebuah tindak pidana penipuan ), layak disematkan terhadap Sebastian George Johar Yong dan Deden Surya Kristianto. Pasalnya, Majelis Hakim, M.Taufik Tatas menyatakan, kedua terdakwa telah secara sah bersalah sebagaimana dalam pasal 378 KUHP.

Selain itu, Majelis Hakim juga menjatuhi vonis pidana penjara selama 16 bulan, Selasa (24/5/2022), di Pengadilan Negeri Surabaya. Putusan tersebut, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni, yang menuntut pidana penjara selama 2 tahun bagi ke-dua terdakwa.

Atas putusan tersebut, JPU menyatakan, sikapnya yaitu, pikir-pikir. Sedangkan, kedua terdakwa menyatakan, menerima putusan sang Majelis Hakim.

Dipersidangan sebelumnya, agenda mendengar keterangan saksi yakni, Budwi Hermawan selaku, pemilik lahan seluas 55,9 Are yang rencana akan dibeli Sebastian (terdakwa) dengan harga 126 Milyard.

Lebih lanjut, terdakwa melakukan Ikatan Jual Beli (IJB) dengan menunjuk Notaris.
Sayangnya, hingga perkara ini naik ke persidangan untuk kedua kalinya, terdakwa belum melakukan pembayaran sama sekali.

Budwi Hermawan juga sudah mengira akan ada banyak korban lantaran, obyek lahan miliknya belum terealisasi pembayaran namun terdakwa sudah berani mempromosikan bahkan presentasi pembangunan kondotel di Canggu Bali.

Hal yang demikian, membuat Budwi Hermawan melapor ke Polda Bali.
” Saya pernah melihat di internet terdakwa sudah mempromosikan pembangunan kondotel. Padahal, lahan saya belum dibayar sama sekali ,” paparnya.

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan terdakwa dihadapan Majelis Hakim, ke-dua terdakwa berdalih lahan akan dibeli namun, karena ada kendala bahwa obyek lahan sebagian masih milik orang lain.

Pengakuan lainnya, uang para user yang sudah terlanjur melakukan pembayaran DP maupun angsuran oleh, kedua terdakwa dialihkan aset di Cinere Jakarta.

Untuk diketahui, perbuatan ke-dua terdakwa sebelumnya, pada medio (18/11/2021) dijatuhi vonis pidana penjara selama 1 tahun lantaran, kedua terdakwa oleh, Majelis Hakim, secara sah dinyatakan secara bersama sama melakukan perbuatan tindak pidana penipuan.

Adapun, Barang Bukti (BB) di muka persidangan diantaranya, lembar Poto copy kwitansi bermaterai yang dibuat PT. Sean Bale Adhiguna sebagai tanda bukti pembayaran atas nama, Didi Njatawijaya, Steven Lee Njatawijaya serta 1 lembar undangan dari The Voir Suites Hotel  Residence Echo Beach Canggu-Bali.   MET.

Lanjutkan Membaca

Trending