Connect with us

Peristiwa

Kontainer Dibongkar, Penasehat Hukum CV. Mitra Usaha Akan Melapor Ke Polisi

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Kontainer yang tertahan di Pelabuhan Weda dengan jasa pengiriman CV.Mitra Usaha (MU), diduga dibongkar paksa oleh orang tak dikenal memantik Penasehat Hukum CV.MU,Togar Situmorang tak terima dan berencana akan melaporkan kejadian ke pihak berwajib.

Hal tersebut, disampaikan melalui layanan pesan via WhatsApp, kepada tim basudewanews.com, Kamis (21/10/2021) sekira pukul, 18 : 59 WIB.

Adapun, inti yang disampaikan yakni, salah satu staf CV.MU, Nardi, mengetahui, peristiwa mengagetkan terkait ada beberapa orang merusak segel dan mengambil isi container. Akibat ada perusakan dan pencurian tersebut, maka Penasehat Hukum CV.MU, Toga Situmorang, akan dibuat laporan ke pihak berwajib.

Selain akan melaporkan peristiwa, Togar Situmorang, mengatakan, sangat menyayangkan ada peristiwa perbuatan melawan hukum dan dalam rekaman video tampak terlihat adanya perusakan dan pencurian isi container yang dikirim melalui, jasa pengiriman CV. MU di Pelabuhan Weda.

Lebih lanjut, Togar Situmorang, memaparkan, ikhwal permasalahan sebelumnya, PT.Intim Kara (IK) mengirimkan barang melalui jasa pengiriman melalui, Rahmad Candra (RC) kemudian RC mengutarakan keinginannya hendak mengirimkan sejumlah barang-barang dari Surabaya melalui Jasa Pengiriman CV. MU melalui jalur laut.  Adapun, barang yang dikirim berupa, 19  kontainer dengan tujuan Tidore ,10 kontainer berisi Bata Ringan dan 6 kontainer berisi Tiang Pancang serta 3 kontainer berisi Granit tujuan pelabuhan Weda.

Sesampai di tujuan, PT.IK meminta untuk segera dibongkar. Namun, karena CV. MU belum menerima pembayaran dari saudara “RC” maka CV. MU keberatan untuk membongkar kontainer tersebut.

Dalam penjelasan PT.IK yang disampaikan terhadap CV.MU bahwa PT. IK sudah membayar lunas untuk biaya pengangkutan kontainer kepada RC.

Hal lainnya, Togar Situmorang, juga menyampaikan, PT.IK berjanji kepada CV.MU
untuk membayar jasa pengiriman kontainer tersebut dan akan menagih uang yang sudah di bayarkan terhadap RC.
” Pihak PT. IK sudah berjanji membayar maka CV. MU mau membongkar 16 kontainer yang sudah sampai di Tidore “, bebernya.

Pada (9/8/2021), di pelabuhan Weda,tersisa 3 kontainer berisi Granit belum dibongkar PT.IK kembali meminta kepada CV. MU untuk melakukan pembongkaran namun karena CV. MU masih belum menerima pembayaran atas jasa pengiriman barang CV.MU tidak memberikan izin pembongkaran

Togar Situmorang menambahkan, pengakuan kliennya, CV. MU juga mendapat surat dari Bupati Halmahera Tengah, yang meminta agar Kesediaan pembongkaran barang kian menambah keanehan. Bahwa ada pihak penguasa ikut intervensi.

Akibat tidak adanya kejelasan atas pembayaran kemudian CV. MU hendak mengirim kembali ke Surabaya, sisa 3 kontainer berisi granit dengan menggunakan jasa angkutan PT.Pelni Ternate.

Masih menurut, Togar Situmorang, bahwa faktanya pihak PT. IK yang berjanji membayar jasa pengiriman tersebut, namun sampai sekarang CV. MU belum sama sekali menerima pembayaran justru CV.MU dilaporkan ke Polres Halamahera dengan sangkaan melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.
” Atas laporan itu, maka klien kami CV.MU telah meminta perlindungan hukum ke Kapolri juga Kabareskrim Polri serta Irwasum juga Propam Mabes Polri “, imbuhnya.

Sedangkan, dugaan merusak segel dan mengambil isi kontainer sangat disesalkan karena terkait barang dalam kontainer itu merupakan pokok perkara perbuatan melawan hukum yang saat ini telah terdaftar di Pengadilan Negeri Sidoarjo Nomor Perkara : 255/Pdt.G/2021/PN.SDA dan mulai disidangkan Rabu, 27 Oktober 2021.

Hal lainnya, disampaikan Togar Situmorang,
terkait merusak segel dan mengambil isi kontainer tanpa ada surat resmi dari Putusan Pengadilan, diduga secara tidak langsung, ada perbuatan Pidana dan kami akan  membela hak dan kepentingan kliennya CV.MU.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Jelang Hari Pahlawan Solidaritas Wartawan Surabaya Gelar Doa Bersama

Published

on

Basudewa – Surabaya, Memperingati hari Pahlawan menjadi prioritas tersendiri bagi insan pers di Surabaya. Kebanggaan dan semangat juang “Arek Arek Suroboyo” yang di kobarkan melalui, siaran pers dari Bung Tomo menjadi Spirit tersendiri bagi generasi sekarang.

Mengingat adanya, peristiwa yang terjadi di depan Hotel Yamato pada 10 November 1945 menjadi sebuah peristiwa berdarah juga sebagai perang semesta yang melibatkan peran Pers kala itu.

Pentingnya, informasi di saat genting seperti itu, menjadi pedoman bagi perkembangan pergerakan yang akan di lakukan oleh, Arek Suroboyo untuk melancarkan serangan kepada pihak penjajah.

Perihal sejarah tersebut, dalam rangka memperingati 10 November 1945, solidaritas wartawan Surabaya, menggelar ” Tahlil Doa Bersama ” di Monumen Pers Jalan. Tunjungan nomor 100 Surabaya.

Disesi agenda tersebut, nampak di hadiri oleh, beberapa wartawan dari media Online mengingatkan insan pers, bahwa tetenger atau Monumen Pers ini, adalah sebuah kebanggaan bersama dan sudah sepatutnya wartawan yang memiliki semangat juang wajib melestarikan nilai nilai juang yang di wariskan oleh para pendiri bangsa.

Solidaritas Wartawan Surabaya, hanya ingin melestarikan dan mewarisi Spirit dari perjuangan pada 10 November 1945.

Berdasarkan niat tulus yang di lakukan oleh, sekelompok wartawan ini, tidak lebih dari rasa syukur dan mengenang semangat saat pertempuran waktu itu.

Adapun tokoh masyarakat mantan Anggota Dewan tahun 80 an bernama Marzuki juga turut Hadir dalam acara tersebut.

Marzuki berharap, pada wartawan muda yang memiliki semangat dan spirit juang seperti pendahulunya.

” Wartawan itu bukan sesuatu yang remeh, dia adalah pilar ke 4 negara, jadi masa depan bangsa tergantung juga pada wartawan. Maka dari itu, sangatlah tepat bila kalian mengadakan tahlil atau kegiatan di sini, sebab Monumen Pers adalah milik para wartawan atau insan pers. Siapapun tidak ada yang bisa menggantikannya ,” tutur Marzuki.

Sedangkan, Sekretaris Solidaritas Wartawan Surabaya, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua AWS (Aliansi Wartawan Surabaya), yakni, Kiki Kurniawan, sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang hadir dalam acara Tahlil dan Silaturahmi di Monumen Pers ini.

” Saya sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang sudah mensupport kegiatan ini, meskipun acara ini sangat sederhana namun doa yang kita sampaikan kepada Sang Pencipta semoga menjadi alat komunikasi bagi para pejuang Pers yang telah mendahului kita semua ,” ujarnya.

Kami memang sengaja tidak membuat proposal ataupun surat edaran yang berujung pada penggalian dana. Sebab ini, murni gerakan Moral, jadi sangatlah tidak pantas apabila kita mencari sokongan dana dengan meminta ke sana kemari padahal tujuan kita untuk berdoa, buktinya, dengan menyisihkan uang pribadi kita bisa menyelenggarakan acara tersebut.

” Ini bukti solidaritas, jadi percuma ngomong solidaritas kalau kita tidak bisa mewujudkan dalam kehidupan nyata. Jadi singkatnya, rekan rekan mengajak kepada seluruh wartawan Surabaya kembali mengingat bahwa Monumen Pers Surabaya adalah milik kita bersama dan bukan milik seseorang ataupun golongan ,” seru Kiki.

Sesuai rencana, gerakan solidaritas ini, akan terus di bangun. Selama untuk kepentingan bangsa.

Hal seperti inilah yang diinginkan oleh, beberapa rekan wartawan Surabaya, yang hadir pada acara tersebut.

” Gerakan ini, patut di lestarikan untuk memberikan edukasi kepada wartawan muda generasi penerus bangsa bahwa nilai juang patut di wariskan ,” pungkasnya.  MET.

Lanjutkan Membaca

Trending