Connect with us

Hukrim

Cemarkan Klinik Kecantikan L’Viors Surabaya, Di Medsos. Stella Monica Dituntut 1 Tahun Bui

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Dituntut 1 tahun, Stella Monica Hendrawan (terdakwa) dinyatakan secara sah bersalah melakukan pencemaran nama baik klinik kecantikan L’Viors Surabaya. Bacaan tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Rista Erna Soelistiowati di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (21/10/2021).

Dipersidangan, JPU dalam bacaan tuntutan yakni, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
“Memohon Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, untuk menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun “, ucap JPU.

Usai bacaan tuntutan, Penasehat Hukum terdakwa, Habibus Shalihin, akan mengajukan nota pembelaan di persidangan berikutnya.

Secara terpisah, terdakwa saat ditemui menyampaikan, saat dirinya datang ke klinik kecantikan L’Viors dijelaskan tentang keluhannya, yakni, terkait penyebabnya yang dikeluhkan berupa, ini atau itu (sesuai yang saya posting).

Ia menambahkan, postingan dirinya isinya apa? bisa dibaca sendiri ya !. Jadi yang ngomong bukan hanya dirinya saja, biar semua orang yang menilai.
” Pasca memakai yang disarankan dokter klinik L’Viors gejalanya tidak langsung namun, justru jerawatnya malah langsung keluar semua “, bebernya.

Pada medio September dirinya berobat ke klinik L’Viors memakai cream sampai Oktober dan postingannya, pada bulan Desember. Atas postingannya, saya mendapat somasi langsung dari klinik L’Viors.

Disinggung, tuntutan yang dibacakan JPU, saya merasa ini tidak adil ya?, kedepannya, saya berharap Majelis Hakim nanti bisa menilai.
” Masak konsumen yang secara nyata memang mendapat pengalaman jelas dan nyata justru malah di pidana selama 1 tahun penjara ?. Ini sangat lucu baginya “, pungkasnya.    MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending