Connect with us

Hukrim

PT.MTN Gugat PT.MTF Di Pengadilan Negeri Surabaya

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang dilakukan PT.MTN selaku, Penggugat terhadap PT.MTF sebagai Tergugat, bergulir di ruang Sari III Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (19/10/2021).

Dipersidangan, Majelis Hakim, Maper, menerima berkas kedua pihak termasuk juga, legal standing para Penasehat Hukum.

Usai, memeriksa kelengkapan berkas maupun legal standing para Penasehat Hukum kedua pihak Majelis Hakim akan kembali menggelar persidangan berikutnya, pada dua pekan yang akan datang.

Secara terpisah, Penasehat Hukum, Penggugat, Zubairi, saat ditemui, menyampaikan, sebenarnya, permasalahannya sepele. Dimana permasalahan sudah biasa sering terjadi pada finance.

Dalam perkara ini, kliennya menyesali adanya tindakan pihak ketiga (Debt Kolektor) berupa, ketika melakukan proses penghadangan.
” Tindakan pihak ketiga membuat kliennya, merasa terganggu lantaran, obyeknya adalah Bus sebanyak 3 unit dan trayeknya jauh sehingga menganggu penumpang dan pernah kejadian atau pernah unit Bus akan diambil pihak ketiga “, ungkapnya.

Atas insiden tersebut, pihaknya, berupaya negosiasi atau mediasi dan pihaknya, menjanjikan sehingga pihaknya mendapat tempo pembayaran. Selain itu, pihaknya, merasa citra nama perusahaan jasa angkutan rusak.
” Berdasarkan diatas kliennya, melakukan gugatan terhadap PT.MTF “, pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam data SIPPN Surabaya, gugatan perdata dengan nomor perkara 948/Pdt.G/2021/PN Sby, kliennya, memohon gugatan Penggugat dikabulkan seluruhnya, menyatakan Penggugat adalah Penggugat yang beritikad baik, menyatakan Tergugat telah melakukan perbuatan melanggar hukum, menyatakan perjanjian pembiayaan dengan penyerahan hak milik secara fidusia dengan nomor perjanjian 9042000650 , 9042000610 dan 9042000611 batal demi hukum serta memerintahkan Tergugat untuk tidak melakukan penarikan selama obyek sengketa berada dalam status A-Quo. MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Majelis Hakim Jatuhi Vonis 16 Bulan Bagi Sebastian George Johar Yong Dan Deden Surya Kristianto

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Terjerembab dalam perkara yang sama ( melakukan sebuah tindak pidana penipuan ), layak disematkan terhadap Sebastian George Johar Yong dan Deden Surya Kristianto. Pasalnya, Majelis Hakim, M.Taufik Tatas menyatakan, kedua terdakwa telah secara sah bersalah sebagaimana dalam pasal 378 KUHP.

Selain itu, Majelis Hakim juga menjatuhi vonis pidana penjara selama 16 bulan, Selasa (24/5/2022), di Pengadilan Negeri Surabaya. Putusan tersebut, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni, yang menuntut pidana penjara selama 2 tahun bagi ke-dua terdakwa.

Atas putusan tersebut, JPU menyatakan, sikapnya yaitu, pikir-pikir. Sedangkan, kedua terdakwa menyatakan, menerima putusan sang Majelis Hakim.

Dipersidangan sebelumnya, agenda mendengar keterangan saksi yakni, Budwi Hermawan selaku, pemilik lahan seluas 55,9 Are yang rencana akan dibeli Sebastian (terdakwa) dengan harga 126 Milyard.

Lebih lanjut, terdakwa melakukan Ikatan Jual Beli (IJB) dengan menunjuk Notaris.
Sayangnya, hingga perkara ini naik ke persidangan untuk kedua kalinya, terdakwa belum melakukan pembayaran sama sekali.

Budwi Hermawan juga sudah mengira akan ada banyak korban lantaran, obyek lahan miliknya belum terealisasi pembayaran namun terdakwa sudah berani mempromosikan bahkan presentasi pembangunan kondotel di Canggu Bali.

Hal yang demikian, membuat Budwi Hermawan melapor ke Polda Bali.
” Saya pernah melihat di internet terdakwa sudah mempromosikan pembangunan kondotel. Padahal, lahan saya belum dibayar sama sekali ,” paparnya.

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan terdakwa dihadapan Majelis Hakim, ke-dua terdakwa berdalih lahan akan dibeli namun, karena ada kendala bahwa obyek lahan sebagian masih milik orang lain.

Pengakuan lainnya, uang para user yang sudah terlanjur melakukan pembayaran DP maupun angsuran oleh, kedua terdakwa dialihkan aset di Cinere Jakarta.

Untuk diketahui, perbuatan ke-dua terdakwa sebelumnya, pada medio (18/11/2021) dijatuhi vonis pidana penjara selama 1 tahun lantaran, kedua terdakwa oleh, Majelis Hakim, secara sah dinyatakan secara bersama sama melakukan perbuatan tindak pidana penipuan.

Adapun, Barang Bukti (BB) di muka persidangan diantaranya, lembar Poto copy kwitansi bermaterai yang dibuat PT. Sean Bale Adhiguna sebagai tanda bukti pembayaran atas nama, Didi Njatawijaya, Steven Lee Njatawijaya serta 1 lembar undangan dari The Voir Suites Hotel  Residence Echo Beach Canggu-Bali.   MET.

Lanjutkan Membaca

Trending