Connect with us

Hukrim

2 Pengedar Sabu, Ditangkap Depan Hotel OYO Surabaya

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Dua pria asal Gayungan Surabaya, didepan hotel OYO Surabaya, ditangkap oleh, Unit Timsus Satuan Reskoba Polrestabes Surabaya, diduga telah melakukan peredaran narkoba jenis sabu pada Sabtu (9/10/2021).

Kedua tersangka yakni, AC dan BS saat ditangkap diketemukan telah menguasai, memiliki narkoba jenis sabu dalam kemasan 6 bungkus plastik seberat 1,73 gram, uang tunai sebesar 400 Ribu, 8 bungkus plastik klip kosong, kotak rokok dan 2 Handphone.

Melalui informasi yang berhasil dihimpun, pada  Sabtu (09/10/2021) sekira pukul, 18.30 WIB, di depan Hotel OYO  Surabaya, Unit Timsus Satuan Reskoba Polrestabes Surabaya, telah berhasil menangkap AC yang berperan sebagai pengedar.

Menurut pengakuan, AC, barang sabu didapat dengan cara membeli dari MA yang kini statusnya, telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pengakuan AC lainnya, sebelum tertangkap sudah berhasil menjual sabu kepada BS. Dari nyanyian AC, selang beberapa menit kemudian petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka BS sekitar jam, 20 : 00 WIB, didepan Toko Jl. Gayungan Surabaya.

Adapun, barang bukti yang berhasil diamankan dari BS, berupa, Handphone,  sebungkus rokok yang dijadikan sebagai perantara dalam transaksi jual-beli narkotika jenis sabu.

Perbuatan keduanya, Unit Timsus Satuan Reskoba Polrestabes Surabaya, menjerat kedua tersangka sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 Ayat (1) Juncto Pasal 132 (1) , Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.   MET/AR.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending