Connect with us

Hukrim

Tukang Las Sidosermo Surabaya, Nyabu Bersama Teman Wanita Diamankan Polda Jatim

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Tukang las yang tinggal di Jalan.Sidosermo Wonocolo Surabaya, dengan inisial MA asyik nyabu bersama teman wanita yang berinisial SH beralamatkan di Jalan Kyai Abdullah, Kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya, diamankan tim Satreskoba Polda Jatim, pada Jumat (15/10/2021).

MA dan SH diamankan tim Satreskoba Polda Jatim, lantaran menyalah gunakan  narkoba jenis sabu. Usai MA diamankan di rumahnya petugas melakukan penggeledahan ditemukan sejumlah barang haram diantaranya, 5 poket plastik klip berisi kristal Sabu seberat ± 3,10 gram, ± 1,28 gram, ± 1,20 gram, ± 1,18 gram, ± 0,86 gram,
3 buah sekop sedotan plastik, timbangan elektrik dan 4 Handphone juga uang tunai hasil penjualan 800 Ribu.

Hasil pemeriksaan, menurut pengakuan MA,
mendapatkan barang sabu dengan cara membeli dari Tersangka SH.

Adapun, cara pembelian, dengan cara bertemu langsung, Minggu (03/10/2021), sekira pukul 17.00 WIB di pinggir Jalan. Sidosermo Kecamatan Wonocolo, Surabaya.

Masih menurut, MA, barang haram dibelinya, sebanyak 1 poket plastik klip dengan berat 10 gram seharga 10 Juta. Maksud MA membeli dalam jumlah besar untuk dijual kembali guna mendapatkan keuntungan.

Sedangkan, menurut pengakuan SH, mendapatkan barang sabu seberat 10 gram dengan cara membeli kepada WY yang kini, statusnya ditetapkan sebagai, Daftar Pencarian Orang (DPO) .

SH pun, menyampaikan, pembelian sabu seberat 10 gram seharga 9 Juta dengan maksud dijual kembali untuk mendapatkan penghasilan.

Ulah keduanya, berdampak pihak Polda Jatim, menjerat kedua tersangka sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 Ayat (2) atau (1), Pasal 112 Ayat (2) atau (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.       MET/AR.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending