Connect with us

Hukrim

Proses Hukum Kliennya Berlanjut, Penasehat Hukum Ben D Hadjon Akan Siapkan Kartu Truff

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang beragenda putusan sela bagi Stefanus Sulayman (terdakwa) yang disangkakan telah melanggar sebagaimana yang diatur dalam pasal 372 atau 266. Jeratan pasal tersebut, memantik Penasehat Hukum terdakwa, Ben D Hadjon melakukan nota keberatan atau eksepsi.

Eksepsi terdakwa pun, ditanggapi Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Harry Basuki, yakni, menolak eksepsi terdakwa.

Dipersidangan, Kamis (14/10/2021), Majelis Hakim sampaikan, putusan sela berupa, bahwa Majelis Hakim sependapat dengan yang didakwakan JPU. Sedangkan, eksepsi terdakwa sudah memasuki materi perkara maka Majelis Hakim menolak nota keberatan terdakwa.

Secara terpisah, Penasehat Hukum terdakwa, Ben D Hadjon, kepada awak media menyampaikan, sebagaimana yang pernah disampaikan, Pihaknya tidak terlalu berharap eksepsi nya diterima kecuali ada kelalaian JPU yang sangat fatal.

Pihaknya, hanya menggunakan kesempatan semaksimal mungkin untuk menyampaikan materi perkara berdasarkan yang diketahui atau yang dialami versi terdakwa.

Sedangkan, proses hukum selanjutnya, pihaknya akan mempersiapkan untuk menghadapi persidangan dalam perkara nanti.

Dalam hal ini, pokok permasalahan kunci ada pada saksi korban yang berkaitan dengan kuasa membeli dan kuasa menjual.
” Dipersidangan berikutnya, sejauh pihaknya, bisa membuktikan akta itu ada dan jangan lupa ini akta nota riil. Akta mempunyai kekuatan mengikat jauh lebih besar dari Renvoi “, ungkapnya.

Lebih lanjut, didalam pasal 3 ayat 2 dalam perjanjian Renvoi kedua pihak sepakat untuk mengesampingkan perjanjian itu setelah ada perjanjian baru. Jadi tenggang waktu selama 2 tahun berjalan secara alternatif.

Masih menurutnya, kalau benar pelanggaran itu, perjanjian Renvoi secara teori pengingkaran salah satu syarat itu adalah Wan-Prestasi.                                                                                       MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Hukrim

Majelis Hakim Jatuhi Vonis 16 Bulan Bagi Sebastian George Johar Yong Dan Deden Surya Kristianto

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Terjerembab dalam perkara yang sama ( melakukan sebuah tindak pidana penipuan ), layak disematkan terhadap Sebastian George Johar Yong dan Deden Surya Kristianto. Pasalnya, Majelis Hakim, M.Taufik Tatas menyatakan, kedua terdakwa telah secara sah bersalah sebagaimana dalam pasal 378 KUHP.

Selain itu, Majelis Hakim juga menjatuhi vonis pidana penjara selama 16 bulan, Selasa (24/5/2022), di Pengadilan Negeri Surabaya. Putusan tersebut, lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni, yang menuntut pidana penjara selama 2 tahun bagi ke-dua terdakwa.

Atas putusan tersebut, JPU menyatakan, sikapnya yaitu, pikir-pikir. Sedangkan, kedua terdakwa menyatakan, menerima putusan sang Majelis Hakim.

Dipersidangan sebelumnya, agenda mendengar keterangan saksi yakni, Budwi Hermawan selaku, pemilik lahan seluas 55,9 Are yang rencana akan dibeli Sebastian (terdakwa) dengan harga 126 Milyard.

Lebih lanjut, terdakwa melakukan Ikatan Jual Beli (IJB) dengan menunjuk Notaris.
Sayangnya, hingga perkara ini naik ke persidangan untuk kedua kalinya, terdakwa belum melakukan pembayaran sama sekali.

Budwi Hermawan juga sudah mengira akan ada banyak korban lantaran, obyek lahan miliknya belum terealisasi pembayaran namun terdakwa sudah berani mempromosikan bahkan presentasi pembangunan kondotel di Canggu Bali.

Hal yang demikian, membuat Budwi Hermawan melapor ke Polda Bali.
” Saya pernah melihat di internet terdakwa sudah mempromosikan pembangunan kondotel. Padahal, lahan saya belum dibayar sama sekali ,” paparnya.

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan terdakwa dihadapan Majelis Hakim, ke-dua terdakwa berdalih lahan akan dibeli namun, karena ada kendala bahwa obyek lahan sebagian masih milik orang lain.

Pengakuan lainnya, uang para user yang sudah terlanjur melakukan pembayaran DP maupun angsuran oleh, kedua terdakwa dialihkan aset di Cinere Jakarta.

Untuk diketahui, perbuatan ke-dua terdakwa sebelumnya, pada medio (18/11/2021) dijatuhi vonis pidana penjara selama 1 tahun lantaran, kedua terdakwa oleh, Majelis Hakim, secara sah dinyatakan secara bersama sama melakukan perbuatan tindak pidana penipuan.

Adapun, Barang Bukti (BB) di muka persidangan diantaranya, lembar Poto copy kwitansi bermaterai yang dibuat PT. Sean Bale Adhiguna sebagai tanda bukti pembayaran atas nama, Didi Njatawijaya, Steven Lee Njatawijaya serta 1 lembar undangan dari The Voir Suites Hotel  Residence Echo Beach Canggu-Bali.   MET.

Lanjutkan Membaca

Trending