Connect with us

Hukrim

Dirut PT.Perwira Asia Baja Tama Dan Dirut PT.Bukit Baja Anugrah, Dituntut 4 Tahun Bui

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Sidang  perkara dugaan bobol Bank Danamon yang melibatkan Direktur PT.Bukit Baja Anugrah (BBA) yaitu, Antony Tanuwidjaja (AT).dan Diana Tanuwidjaja (DT) serta Direktur PT.Perwira Asia Baja Tama (PAB), Ali Suwito (AS), kembali bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, dengan agenda bacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya, Kamis (14/10/2021).

Usai persidangan, JPU, Darwis saat ditemui, menyampaikan, sidang agenda tuntutan bagi ke-tiga terdakwa, AT, DT dan AS baru saja selesai. Dipersidangan, pihaknya, menuntut ke-tiga terdakwa masing-masing 4 tahun penjara.
” Sidangnya baru selesai mas !, Pihaknya, menuntut ke-tiga terdakwa pidana bui selama 4 tahun”, beber JPU.

Untuk diketahui, di persidangan sebelumnya, ke-tiga terdakwa memberi keterangan sebagai saksi timbal balik. Adapun, keterangan yang disampaikan, AS (dalam berkas terpisah)  yakni, secara riil 77 transaksi, invoice sudah dibayar oleh,PT. BBA dalam hal ini, AT dan DT (kedua terdakwa) sebesar 210 Milyard (melalui pinjaman OAF Bank Danamon ).

AS, berterus terang, bahwa 77 transaksi
tidak pernah ada pengiriman barang (tidak ada transaksi).

Dalih AS, 77 transaksi tidak ada pengiriman lantaran, harga barang naik sehingga tidak dilakukan pengiriman.

Pengakuan AS lainnya, invoice 77 transaksi oleh, AS, uang pembayaran sebesar 210 Milyard dari invoice 77 transaksi di kembalikan ke AT (terdakwa).

Dikesempatan berikutnya, ke-dua terdakwa
tidak memberikan sanggahan atau sangkalan atas keterangan AS.        MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending