Connect with us

Hukrim

2 Pria Belum Sempat Jual Sabu, Sudah Tertangkap

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Dua pria asal Tambak Dalam Baru Asem Rowo, Surabaya, AF dan MD keburu tertangkap saat belum sempat edarkan sabu. Kedua tersangka diamankan pada Rabu (13/10/2021) di lokasi yang berbeda.

Melalui, data yang dihimpun dari Kasi Humas, Polrestabes Surabaya,Kompol. Muchamad Fakih, bahwa jajaran anggota Reskoba Polrestabes Surabaya, melakukan penangkapan terhadap AF.

Dari penangkapan, telah ditemukan Barang Bukti berupa, sabu dan pil berlogo Y sebanyak 100 butir. Hasil pengembangan ditenggarai nama MD yang mensuplai baran haram tersebut.
” AF mengaku, barang didapatkan dari MD “, beber Humas Polrestabes Surabaya.

Masih menurut pengakuan AF, usai mendapat sabu dari MD sabu seberat 2 Gram, langsung dibagi menjadi sebelas poket. Dari 11 poket, sebanyak 6 poket sudah laku terjual sedangkan, 2 poket habis digunakan sendiri.

Untuk diketahui, 3 poket yang tersisa hendak dijual. Sayangnya, prakteknya berhasil diendus pihak Kepolisian. Pengakuan AF sudah tiga kali membeli narkoba ke MD.
” Saya menjual per poket sebesar 150 hingga 200 Ribu “, tuturnya.

Berdasarkan, pengakuan AF tim Reskoba Polrestabes Surabaya, berhasil mengamankan MD asal Gadel Jaya Praja Selatan, Surabaya. Dari keterangan MD bahwa narkoba dikirim ke AF dengan cara bertemu di Pom Bensin Jalan Demak Surabaya.
” AF membeli sabu seberat 2 Gram darinya (MD) seharga 2 Juta. Namun, AF masih membayar 1 Juta “,  ucap MD.

Atas perbuatan kedua tersangka jeratan
Pasal 114 Ayat (1) , Pasal 112 Ayat (1) Undang-Undang RI. No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 196 , Pasal 197 Undang-Undang. RI. No. 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan.        MET/AR.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending