Sidang Gugatan PMH. Mulya Hadi Versus Widowati, Penggugat Ajukan 66 Bukti Surat

41

Surabaya-basudewanews.com,  Sidang perkara gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang diajukan Mulya Hadi sebagai Penggugat terhadap Widowati Hartono sebagai Tergugat terkait, pengakuan pemilik sah atas objek tanah seluas 6.850 meter persegi dipuncak permai III nomor 5-7 Surabaya, kembali bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (12/10/2021) beragendakan pihak Penggugat ajukan 66 bukti surat

Dalam perkara gugatan PMH, pihak Penggugat juga menjadikan Kepala BPN I sebagai turut tergugat.

Usai persidangan, secara terpisah, Penasehat Hukum pihak Penggugat yakni, Johanes Dipa Widjaja di hadapan para awak media menjelaskan, persidangan tadi beragendakan 0engajuan  bukti surat dari pihak kami (Penggugat).

Dimana pihak penggugat membuktikan terkait, dengan kebenaran dalil -dalil gugatannya. Selain itu, saya juga melampirkan  segala bukti adanya dugaan penyerangan kurang lebih 200 orang di obyek sengketa. Akibat penyerangan tersebut, menimbulkan satu korban jiwa, yakni, Penasehat Hukum Penggugat meninggal dunia akibat diduga adanya kerumunan.

Penyerangan terjadi bulan Juli saat PPKM darurat. Terkait hal tersebut, saya sudah menyampaikan, kepada  presiden dan saya sudah menerima surat tanggapan dari Sekretaris Negara serta perkara ini sudah menjadi atensi pemerintah.

Masih menurutnya, memang ada dua perkara yang sedang berjalan, perdata dan pidana. Mengenai laporan pidananya pada bulan Juli 2021 dan sudah berjalan namun kami belum terlalu puas atas persoalan laporan pidananya.
” Laporan pidana yang belum membuatnya puas yaitu, proses bergulir di tahap pemanggilan saksi dari penyidik namun, hingga saat ini belum ada yang ditetapkan jadi tersangka “, paparnya.

Lebih lanjut,  pada waktu penyerangan menurut kliennya orang  yang menyerang itu mengaku, kalau mereka itu disuruh oleh Widowati Hartono (Tergugat).

Saya tidak mengatakan bahwa dia yang menyuruh, tapi orang-orang yang melakukan penyerangan itulah yang mengaku disuruh oleh pihak Tergugat.

Saya sayangkan pihak kepolisian sampai saat itu belum ada sikap, harusnya kalau itu ada Locus delicti setidak-tidaknya di Police Line.

Sebenarnya pada saat kliennya dilaporkan,  sempat katakan ini status quo. Namun, sampai sekarang tidak ada tindakan dari kepolisian.

Ada apa ini kok !, terkesan polisi tidak berani, tempat yang diduga tindak pidana itu ada di sana dan tidak ada Police Line nya.
“Sudah jelas rekomendasi gelar perkara pada saat itu mengatakan, laporan terhadap klien kami dihentikan, tapi tetap mengajukan permohonan sita ke Pengadilan dan ditolak
tetap memaksakan diri ke sana (lokasi) bilang kalau tanah itu status quo, sehingga tiga hari kemudian ada peristiwa tanggal 9 juli itu “, pungkasnya.    MET