Dijerat Pasal 114 Dan 112, Kakak Beradik Asal Bulak Banteng Duduk Di Kursi Panas

47

Surabaya-basudewanews.com, Kakak beradik, Aprilia Suci Romadhoni dan Agus Maulana duduk di kursi panas Pengadilan Negeri Surabaya, lantaran, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Nurhayati, menjerat keduanya yang ditetapkan sebagai terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 114 dan pasal 112 ayat 1 Juncto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dipersidangan, Selasa (12/10/2021), JPU menghadirkan saksi yang melakukan penangkapan atas kedua terdakwa. Adapun, saksi yang dihadirkan JPU yakni, Maskori Hasan.

Dalam keterangan, Maskori Hasan, menyampaikan, saat melakukan penangkapan pada (7/7/2021) di rumah Bulak Banteng Lor Surabaya. Dari penangkapan ditemukan Barang Bukti (BB) sebanyak 8 poket sabu dan 1 kotak klip juga Handphone.

Menurut pengakuan Agus Maulana (terdakwa) BB sabu didapat dari Syafi’i yang kini statusnya, ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Masih menurutnya, Aprilia Suci Romadhoni (Kakak terdakwa) turut membantu menjualkan sabu. Pengakuan lainnya, Aprilia (terdakwa) saat pemeriksaan di rumah Bulak Banteng Lor, tampak kooperatif berupa, menunjukkan BB sabu yang sengaja di simpan di bawah taplak meja di ruang tamu.

Sesi selanjutnya, agenda pemeriksaan kedua terdakwa dalam keterangannya, Agus Maulana (terdakwa) mengatakan, BB sabu adalah miliknya. BB didapat dari temannya.

Keterangan lainnya, Agus (terdakwa) mengutarakan, waktu penangkapan hanya ada kakaknya (Aprilia terdakwa) dan bapak.
Terdakwa juga tidak memungkiri, pada medio 2016 silam pernah merasakan pengapnya penjara selama 1 tahun juga gegara perkara narkoba.

Sedangkan, keterangan Aprilia (terdakwa) menyampaikan, BB milik adiknya (Agus terdakwa) dan selama ini belum pernah berurusan hukum.
” Saya belum pernah dihukum Yang Mulia, baru kali ini “, ungkapnya.     MET.