Tim Penasehat Hukum,Sahlan Menyinggung Besaran PPN Yang Dibayar PT.SLI

25

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, dengan agenda mendengar keterangan 2 orang saksi yang sengaja dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Nur Rachman, kembali bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Senin (11/10/2021).

Dipersidangan,2 orang saksi yang dihadirkan JPU yakni, Sani dan Irwan. Adapun, yang mengawali keterangan, yaitu, Irwan menyampaikan, bahwa dirinya pernah dilakukan pemerikasaan Direktorat Jenderal Pajak sehubungan dengan vendor PT. Antartika Transindo (AT).

Dalam pemeriksaan, yang saya sampaikan berdasarkan, data dari perusahaan serta ada hubungannya dengan PT. Serasi Logistik Indonesia (SLI).
” PT.AT adalah vendor PT.SLI. PT.AT bergerak di bidang pengiriman barang dan jasa “, paparnya.

Lebih lanjut, saat saya menjabat sebagai akuntan, pada medio 2011 hingga 2013 silam, memang ada transaksi PT.SLI dengan PT.AT yakni, transaksi pengiriman barang dari customer PT.SLI.

Secara prosedural disampaikannya, setelah dapat customer lalu PT.SLI tawarkan ke PT.AT setelah sepakat dan keluarkan Purchasing Order (PO) sesuai jasa yang diperlukan. Beberapa dokumen secara prosedural diantaranya, invoice dari PT.AT kemudian bukti faktur pajak lalu diproses oleh bagian finance dan PT.SLI melakukan pembayaran ke PT.AT.
” Pada medio 2011 hingga 2013 terjadi transaksi 467 dan 132 transaksi. Kesemua transaksi sudah termasuk didalamnya pajak dan sudah dibayar PT.SLI “, bebernya.

Masih menurutnya, dalam aplikasi pajak ternyata ada selisih PPN beberapa transaksi yang tidak terbayar ke negara.
SPT tahunan, selalu dilaporkan dan yang melakukan karyawan PT SLI bagian pajak.
” Secara administratif PT.SLI sudah lengkap.
Saya tidak tahu ada yang tidak dibayarkan oleh, terdakwa (PT.AT) “, terangnya.

Sementara, tim Penasehat Hukum terdakwa, Sahlan di muka persidangan, menyinggung besaran PPN yang sudah dibayar PT.SLI.

Sayangnya, saksi tidak ingat besaran PPN yang sudah dibayarkan. Alasannya, saya bekerja di PT.Serasi Group yang masih satu Perusahaan dengan PT.SLI.

Sesi selanjutnya, Sani dalam keterangannya, mengatakan, saya ketahui, saat dilakukan pemeriksaan petugas pajak. Dalam pemeriksaan yang ditanya seputar kegiatan PT.AT.

Pemeriksaan petugas pajak saat saya sudah mantan karyawan PT.AT, antara 2011 hingga 2013. Hal yang disampaikan, dipemeriksaan, saya hanya membuat formulir karena sebelumnya tidak ada yang membuat formulir.

Sani juga membeberkan, terkait, faktur.
” Saya tidak membuat faktur dan terkait, faktur saya hanya lakukan entry ke KPP.
Biasanya, yang melaksanakan Darmanto (karyawan PT.AT) karena usia sudah uzur maka saya menggantikannya “, ujarnya.

Saat pemanggilan dari KPP saya baru ketahui ada selisih yang belum dibayarkan.

Alibi Saksi, yakni, saya hanya entry data yang ada. Yang memberi faktur bagian keuangan PT.AT sedangkan, yang hasil sub
dari terdakwa.

Seingatnya, PT.SLI ada transaksi, saya melihat faktur pajak selama faktur diberikan kemudian saya hanya entry ke KPP.

Masih menurutnya, selama ini selalu dilaporkan tepat pada waktunya.Seharusnya ada pembayaran ke KPP, berhubung tidak  ada dana maka PT.AT melakukan pembetulan.

Usai kedua saksi sampaikan keterangan sebagai saksi Majelis Hakim, Johanis Hehamony memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menanggapi. Dikesempatan tersebut, terdakwa tidak menanggapi keterangan kedua saksi.     MET.