Connect with us

Peristiwa

Penasehat Hukum CV.Mitra Usaha, Togar Situmorang Klarifikasi Terkait, Penahanan Kontainer

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Polemik tertahannya kontainer milik PT.Intim Kara (IK) di pelabuhan Weda lantaran, dugaan atas perintah CV.Mitra Usaha (MU) di reaksi berupa klarifikasi oleh, Togar Situmorang selaku, Penasehat Hukum CV.MU. Adapun, bentuk klarifikasi disampaikan, Togar Situmorang kepada Basudewanews.com, melalui layanan pesan WhatsApp berupa,terkait adanya pemberitaan di media yang menurut kami tidak benar dan tidak sesuai fakta hukum yang ada.

Pihaknya, selaku, Penasehat Hukum dari CV. MU, membantah dengan adanya, pemberitaan yang menyatakan CV. MU yang menahan 3 kontainer di Pelabuhan Weda.

Dalam klarifikasi, disampaikan, bahwa sesuai fakta hukum dapat diterangkan bahwa orang yang berhubungan langsung untuk mengurus proses pengiriman kontainer tersebut dengan pihak CV.MU adalah seseorang yang berinisial RC.

Lebih lanjut, RC mengutarakan keinginannya, yang hendak mengirimkan sejumlah barang-barang dari Surabaya melalui Jasa pengiriman dari CV. MU melalui jalur laut.
” Bahwa, tujuan dan barang-barang yang hendak RC kirimkan dari Surabaya melalui jasa pengiriman CV.MU melalui jalur laut adalah sebanyak 19 kontainer dengan  tujuan Tidore sebanyak,10 kontainer berisi bata ringan dan 6 kontainer berisi Tiang Pancang sedangkan, tujuan Weda 3 kontainer berisi Granit “, ungkapnya.

Masih menurutnya, penerima barang-barang adalah PT. IK. Sesampainya 16 kontainer itu berlabuh di Tidore, pihak PT. IK meminta untuk segera dibongkar namun, oleh karena CV. MU belum menerima pembayaran dari RC maka CV. MU keberatan untuk membongkar kontainer tersebut. Namun, pihak PT. IK menjelaskan, bahwa PT. IK sudah membayar lunas untuk biaya pengangkutan kontainer tersebut kepada RC.

Togar Situmorang, menambahkan, saat itu juga, pihak PT. IK berjanji kepada CV. MU untuk membayar jasa pengiriman kontainer tersebut, serta akan menagih uang yang sudah diberikan kepada RC.

Selanjutnya, Pihak PT. IK sudah berjanji membayar maka CV. MU mau membongkar 16 kontainer yang sudah sampai di Tidore tersebut. Kemudian setelah sisa container yang belum dibongkar yaitu, 3 kontainer berisi Granit sampai di lokasi tujuan Weda pada (09/8/2021) PT. IK kembali meminta kepada CV. MU untuk melakukan pembongkaran atas 3 kontainer agar muatannya dapat diambil oleh PT. IK.

Dalam hal ini, CV. MU masih belum menerima pembayaran atas jasa pengiriman sebagaimana yang dikatakan PT.IK, maka CV.MU tidak mengizinkan guna dilakukan pembongkaran 3 kontainer berisi Granit. Namun, PT.IK tetap memaksa untuk tetap membongkar muatan atas barang-barang tersebut yang tentunya tidak dapat dilakukan karena  CV. MU masih belum menerima pembayaran atas jasa pengiriman barang-barang tersebut.

Mendapati tidak adanya kejelasan atas pembayaran jasa pengiriman kemudian CV. MU hendak mengirim kembali sisa Container yang masih belum dilakukan pembongkaran yaitu 3 kontainer berisi Granit yang berada di Weda, untuk dikirim kembali ke Surabaya dengan menggunakan jasa pengangkutan kapal dari PT. Pelni Ternate.

Togar Situmorang, mengungkapkan, melihat fakta hukum yang terjadi, saya menyatakan pemberitaan di media tersebut adalah tidak benar dan seolah-olah menggiring suatu opini publik

Hal lain, di sampaikan, faktanya pihak PT. IK yang berjanji membayar jasa pengiriman dan sampai sekarang pihak CV. MU belum sama sekali menerima bayaran.

Ia menganggap, permasalahan tambah lucu karena pihak CV. MU yang dilaporkan ke Polres Halmahera Tengah, dengan tuduhan melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.
” Atas Laporan Polisi dari Pihak PT. Ik, maka kliennya (CV.MU) telah meminta perlindungan hukum ke Kapolri juga Kabareskrim Polri serta Irwasum juga Propam Mabes Polri “, paparnya.

Togar Situmorang, menambahkan, angan membolak-balikan fakta hukum yang terjadi. Dan kami sendiri siap menempuh jalur hukum baik itu Perdata yang saat ini telah terdaftar di Pengadilan Negeri Sidoarjo dan Pidana bila ada dugaan Pidana untuk membela hak dan kepentingan klien kami “, pungkasnya.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Jelang Hari Pahlawan Solidaritas Wartawan Surabaya Gelar Doa Bersama

Published

on

Basudewa – Surabaya, Memperingati hari Pahlawan menjadi prioritas tersendiri bagi insan pers di Surabaya. Kebanggaan dan semangat juang “Arek Arek Suroboyo” yang di kobarkan melalui, siaran pers dari Bung Tomo menjadi Spirit tersendiri bagi generasi sekarang.

Mengingat adanya, peristiwa yang terjadi di depan Hotel Yamato pada 10 November 1945 menjadi sebuah peristiwa berdarah juga sebagai perang semesta yang melibatkan peran Pers kala itu.

Pentingnya, informasi di saat genting seperti itu, menjadi pedoman bagi perkembangan pergerakan yang akan di lakukan oleh, Arek Suroboyo untuk melancarkan serangan kepada pihak penjajah.

Perihal sejarah tersebut, dalam rangka memperingati 10 November 1945, solidaritas wartawan Surabaya, menggelar ” Tahlil Doa Bersama ” di Monumen Pers Jalan. Tunjungan nomor 100 Surabaya.

Disesi agenda tersebut, nampak di hadiri oleh, beberapa wartawan dari media Online mengingatkan insan pers, bahwa tetenger atau Monumen Pers ini, adalah sebuah kebanggaan bersama dan sudah sepatutnya wartawan yang memiliki semangat juang wajib melestarikan nilai nilai juang yang di wariskan oleh para pendiri bangsa.

Solidaritas Wartawan Surabaya, hanya ingin melestarikan dan mewarisi Spirit dari perjuangan pada 10 November 1945.

Berdasarkan niat tulus yang di lakukan oleh, sekelompok wartawan ini, tidak lebih dari rasa syukur dan mengenang semangat saat pertempuran waktu itu.

Adapun tokoh masyarakat mantan Anggota Dewan tahun 80 an bernama Marzuki juga turut Hadir dalam acara tersebut.

Marzuki berharap, pada wartawan muda yang memiliki semangat dan spirit juang seperti pendahulunya.

” Wartawan itu bukan sesuatu yang remeh, dia adalah pilar ke 4 negara, jadi masa depan bangsa tergantung juga pada wartawan. Maka dari itu, sangatlah tepat bila kalian mengadakan tahlil atau kegiatan di sini, sebab Monumen Pers adalah milik para wartawan atau insan pers. Siapapun tidak ada yang bisa menggantikannya ,” tutur Marzuki.

Sedangkan, Sekretaris Solidaritas Wartawan Surabaya, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua AWS (Aliansi Wartawan Surabaya), yakni, Kiki Kurniawan, sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang hadir dalam acara Tahlil dan Silaturahmi di Monumen Pers ini.

” Saya sangat berterima kasih kepada seluruh rekan rekan yang sudah mensupport kegiatan ini, meskipun acara ini sangat sederhana namun doa yang kita sampaikan kepada Sang Pencipta semoga menjadi alat komunikasi bagi para pejuang Pers yang telah mendahului kita semua ,” ujarnya.

Kami memang sengaja tidak membuat proposal ataupun surat edaran yang berujung pada penggalian dana. Sebab ini, murni gerakan Moral, jadi sangatlah tidak pantas apabila kita mencari sokongan dana dengan meminta ke sana kemari padahal tujuan kita untuk berdoa, buktinya, dengan menyisihkan uang pribadi kita bisa menyelenggarakan acara tersebut.

” Ini bukti solidaritas, jadi percuma ngomong solidaritas kalau kita tidak bisa mewujudkan dalam kehidupan nyata. Jadi singkatnya, rekan rekan mengajak kepada seluruh wartawan Surabaya kembali mengingat bahwa Monumen Pers Surabaya adalah milik kita bersama dan bukan milik seseorang ataupun golongan ,” seru Kiki.

Sesuai rencana, gerakan solidaritas ini, akan terus di bangun. Selama untuk kepentingan bangsa.

Hal seperti inilah yang diinginkan oleh, beberapa rekan wartawan Surabaya, yang hadir pada acara tersebut.

” Gerakan ini, patut di lestarikan untuk memberikan edukasi kepada wartawan muda generasi penerus bangsa bahwa nilai juang patut di wariskan ,” pungkasnya.  MET.

Lanjutkan Membaca

Trending