Penasehat Hukum CV.Mitra Usaha, Togar Situmorang Klarifikasi Terkait, Penahanan Kontainer

37

Surabaya-basudewanews.com, Polemik tertahannya kontainer milik PT.Intim Kara (IK) di pelabuhan Weda lantaran, dugaan atas perintah CV.Mitra Usaha (MU) di reaksi berupa klarifikasi oleh, Togar Situmorang selaku, Penasehat Hukum CV.MU. Adapun, bentuk klarifikasi disampaikan, Togar Situmorang kepada Basudewanews.com, melalui layanan pesan WhatsApp berupa,terkait adanya pemberitaan di media yang menurut kami tidak benar dan tidak sesuai fakta hukum yang ada.

Pihaknya, selaku, Penasehat Hukum dari CV. MU, membantah dengan adanya, pemberitaan yang menyatakan CV. MU yang menahan 3 kontainer di Pelabuhan Weda.

Dalam klarifikasi, disampaikan, bahwa sesuai fakta hukum dapat diterangkan bahwa orang yang berhubungan langsung untuk mengurus proses pengiriman kontainer tersebut dengan pihak CV.MU adalah seseorang yang berinisial RC.

Lebih lanjut, RC mengutarakan keinginannya, yang hendak mengirimkan sejumlah barang-barang dari Surabaya melalui Jasa pengiriman dari CV. MU melalui jalur laut.
” Bahwa, tujuan dan barang-barang yang hendak RC kirimkan dari Surabaya melalui jasa pengiriman CV.MU melalui jalur laut adalah sebanyak 19 kontainer dengan  tujuan Tidore sebanyak,10 kontainer berisi bata ringan dan 6 kontainer berisi Tiang Pancang sedangkan, tujuan Weda 3 kontainer berisi Granit “, ungkapnya.

Masih menurutnya, penerima barang-barang adalah PT. IK. Sesampainya 16 kontainer itu berlabuh di Tidore, pihak PT. IK meminta untuk segera dibongkar namun, oleh karena CV. MU belum menerima pembayaran dari RC maka CV. MU keberatan untuk membongkar kontainer tersebut. Namun, pihak PT. IK menjelaskan, bahwa PT. IK sudah membayar lunas untuk biaya pengangkutan kontainer tersebut kepada RC.

Togar Situmorang, menambahkan, saat itu juga, pihak PT. IK berjanji kepada CV. MU untuk membayar jasa pengiriman kontainer tersebut, serta akan menagih uang yang sudah diberikan kepada RC.

Selanjutnya, Pihak PT. IK sudah berjanji membayar maka CV. MU mau membongkar 16 kontainer yang sudah sampai di Tidore tersebut. Kemudian setelah sisa container yang belum dibongkar yaitu, 3 kontainer berisi Granit sampai di lokasi tujuan Weda pada (09/8/2021) PT. IK kembali meminta kepada CV. MU untuk melakukan pembongkaran atas 3 kontainer agar muatannya dapat diambil oleh PT. IK.

Dalam hal ini, CV. MU masih belum menerima pembayaran atas jasa pengiriman sebagaimana yang dikatakan PT.IK, maka CV.MU tidak mengizinkan guna dilakukan pembongkaran 3 kontainer berisi Granit. Namun, PT.IK tetap memaksa untuk tetap membongkar muatan atas barang-barang tersebut yang tentunya tidak dapat dilakukan karena  CV. MU masih belum menerima pembayaran atas jasa pengiriman barang-barang tersebut.

Mendapati tidak adanya kejelasan atas pembayaran jasa pengiriman kemudian CV. MU hendak mengirim kembali sisa Container yang masih belum dilakukan pembongkaran yaitu 3 kontainer berisi Granit yang berada di Weda, untuk dikirim kembali ke Surabaya dengan menggunakan jasa pengangkutan kapal dari PT. Pelni Ternate.

Togar Situmorang, mengungkapkan, melihat fakta hukum yang terjadi, saya menyatakan pemberitaan di media tersebut adalah tidak benar dan seolah-olah menggiring suatu opini publik

Hal lain, di sampaikan, faktanya pihak PT. IK yang berjanji membayar jasa pengiriman dan sampai sekarang pihak CV. MU belum sama sekali menerima bayaran.

Ia menganggap, permasalahan tambah lucu karena pihak CV. MU yang dilaporkan ke Polres Halmahera Tengah, dengan tuduhan melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.
” Atas Laporan Polisi dari Pihak PT. Ik, maka kliennya (CV.MU) telah meminta perlindungan hukum ke Kapolri juga Kabareskrim Polri serta Irwasum juga Propam Mabes Polri “, paparnya.

Togar Situmorang, menambahkan, angan membolak-balikan fakta hukum yang terjadi. Dan kami sendiri siap menempuh jalur hukum baik itu Perdata yang saat ini telah terdaftar di Pengadilan Negeri Sidoarjo dan Pidana bila ada dugaan Pidana untuk membela hak dan kepentingan klien kami “, pungkasnya.      MET.