Connect with us

Hukrim

Edarkan 3 Ribu Pil Double LL, Dibekuk Polrestabes Surabaya, Saat Gunakan Sabu

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Eko Setyo (43) warga Jalan Lontar, Surabaya, diamankan anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya, lantaran kedapatan memakai sabu dan edarkan Pil double LL. Hal penangkapan yang dilakukan anggota Satreskoba Polrestabes, diamini oleh, Kasatreskoba Surabaya, Kompol. Daniel Marunduri, Jumat (8/10/2021).

Dalam penggeledahan di kamar tersangka, petugas menemukan 2.93 gram sabu dan 3040 butir pil LL, 2 pipet kaca sisa pakai hingga, total berat 3.93 gram sabu serta alat isap sabu diakui milik tersangka..

Selanjutnya, tersangka di bawa ke Mapolrestabes Surabaya, untuk penyelidikan dan pengembangan.
” Tersangka diduga memakai sabu dan pengedar pil double LL “, ungkapnya.

Penangkapan dilakukan berawal ketika anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya, mendapat informasi dari masyarakat bahwa wilayah Sambikerep kerap dilakukan transaksi pil double LL. Dugaan awal, tersangka mengedarkan pil double LL ke kalangan remaja yang ada di sekitar rumahnya.
” Saat kami geledah di kamar tersangka, ditemukan lagi tiga botol putih berisi pil LL. Masing-masing botol berisi 1000 butir pil “, bebernya.

Dalam perkara ini, tersangka bukan hanya pengguna sabu tapi juga menjual pil double LL.
” hasil penjualan pil oleh tersangka digunakan membeli dan mengkonsumsi sabu “, pungkasnya.    MET/AR.

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending