BB Narkoba Hasil Tangkapan Polrestabes Surabaya, Disimpan Di Brankas

65

Surabaya-basudewanews.com, Kembali Jalani proses hukum, atas sangkaan keterlibatan pesta sabu serta ditemukan Barang Bukti (BB) sabu dan ineks di laci ruang kerja, Kanit Reskoba, Iptu.Eko Juniarto dari Polrestabes Surabaya. Dalam perkara tersebut, turut terlibat yakni, Agung Pratidina dan Sudidik juga ditetapkan sebagai terdakwa (dalam berkas terpisah) bergulir Kamis (8/10/2021) di Pengadilan Negeri Surabaya.

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Harry Basuki, menghadirkan 3 orang saksi. Ke-tiga saksi yang dihadirkan yaitu, Penyidik dari Unit III Reskoba Polrestabes Surabaya, Hari, Anton ayahanda dari Ari Bimantara (pelaku yang Kabur) dan Security Perumahan.

Penyidik Reskoba Polrestabes Surabaya, Hari mengawali keterangannya, berupa, terkait pengerebekan dan BB saya tidak tahu hanya saja saat diperiksa di Polda Jatim, ditunjukkan foto BB yang ditemukan saat penggerebekan di Hotel dan Ruang kerja Kanit.
“Untuk BB setelah tangkapan dilakukan penyelidikan dan disimpan oleh, Kabagops (KBO) di brankas Kasat Narkoba “, terangnya.

Saat JPU menyinggung, apakah anda mengetahui terkait perkara Ari Bimantara ?. Iya !, waktu itu Kanit sempat memberitahu bahwa ada pelaku narkoba (Ari Bimantara ) dilakukan upaya paksa tetapi hanya ditemukan BB dan pelakunya tidak ada.

Masih menurutnya, kemudian tidak ada perintah dan tidak ada penyerahan sehingga tidak tahu.

Setahun yang lalu, Kanit pernah ungkap sabu dengan berat BB  25 kg,10 kg ,2kg  dan 5kg. Kanit sempat pernah mendapatkan penghargaan karena berhasil mengungkap peredaran narkoba dengan BB yang besar.

Lebih lanjut, disampaikan, ada 5 orang menunjuk kertas (Penangkap Ari Bimantara ) dan kemudian saya persilahkan masuk ke rumah yang mana saat ditemukan BB  beberapa plastik sabu sekitar 4 hingga 5 bungkus di atas tempat tidur.
“Seingat saya hanya tanda tangan BB, penyitaan Handphone dan untuk sabu tidak tanda tangan hanya melihat sabu ditimbang saja “, paparnya.

Sedangkan, security dalam keterangannya, mengatakan, bahwa saat itu melihat pengerebekan di Rumah Anton di Wisma Kedung Asem dan melihat ditemukan BB sabu beberapa poket’an tersebut, salah satu ada yang besar.
” Seingatnya, untuk terdakwa Eko Juniarto saya tidak Ikut “, bebernya.

Dalam kesempatan yang diberikan Majelis Hakim, terdakwa Iptu Eko Juniarto menolak dan keberatan atas keterangan para saksi.

Secara terpisah, Penasehat Hukum para terdakwa, Budi Sampurno, menjelaskan, bahwa pihaknya, tetap keberatan dengan BB yang ditemukan diruang kerja kliennya.

Untuk diketahui berdasarkan surat dakwaan
perkara ini bermula dari adanya laporan tentang penyalah-gunaan wewenang dan ketidak profesionalan anggota Polrestabes Surabaya, dengan cara meminta sejumlah uang terhadap salah satu pelaku narkoba.

Kemudian, Tim dari Propram Mabes Polri, pada (28/4/2021) ada 8 orang berserta BB yang diamankan terdiri dari 5 Anggota dan 3 warga sipil salah satunya, perempuan bernama Chinara Chistine.

Selanjutnya, mereka digerebek Popam Mabes Polri dan ditemukan Narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,32 gram dan 1,15 gram, 4 butir ekstasi berat kotor total 1,45 gram, 1 butir obat benzoate/penenang dan 8 butir Happy Five.

Dalam pengembangan perkara, dimeja kerja terdakwa di Polrestabes Surabaya Jalan Sikatan 1 berhasil diamankan Narkotika jenis Sabu berat kotor 3,34 gram, 1 serbuk Ekstasi berat kotor 0,30 gram, 1 Narkotika jenis Sabu berat kotor 0,26 gram, 1 Narkotika jenis Sabu berat kotor 0,42 gram, 1 Narkotika jenis Sabu berat kotor 1,19 gram, 1 Narkotika jenis Sabu berat kotor 0,61 gram, 1 Narkotika jenis Sabu berat kotor 5,71 gram, 1 serbuk Ekstasi berat kotor 1,4 gram, 1 amplop besar Narkotika jenis Sabu berat kotor 11,27 gram, 1 Narkotika jenis Sab berat kotor 12,97 gram, 1 Narkotika jenis Sabu berat kotor 11,05 gram, 1 Narkotika jenis Sabu berat kotor 15,06 gram, 1 Narkotika jenis Sabu berat kotor 1,16 gram, 46 Ekstasi logo tulisan Helneken Warna Hijau berat kotor 20,84 gram, 15 Ekstasi berat kotor 5,89 gram, 4 Ekstasi berbagai logo tulisan Heineken warna Hijau berat kotor 1,91 gram, 10 Ekstasi warna merah muda berat kotor 3,51gram, 8 Ekstasi warna merah bata berat kotor 3,22 gram, 7 Ekstasi warna orange berat kotor 3,03 gram, 4 Ekstasi warna hijau dalam bentuk pecahan berat kotor 0,58 gram dan Dompet warna merah berisikan 118 butir pil Happy Five.

Dalam kasus tersebut, para terdakwa dijerat sebagaimana yang diatur dalam Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.    MET.