Connect with us

Hukrim

Ngaku Masih Lajang,Ternyata Sudah Pernah Menikah Berbuntut Dikursi Panas

Published

on

Surabaya-basudewanews.com, Linda Leo Darmosuwito (terdakwa) yang mengaku, masih lajang kepada Sugianto Setiono saat menjalin hubungan asmara justru, malah berbuntut ke meja hijau Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (7/10/2021).

Sugianto Setiono yang sudah beristri menikahi Linda setelah mengetahui kekasihnya itu masih belum pernah menikah. Terlebih Linda sudah hamil dan istri Sugianto Setiono menceraikan lelaki ini setelah mengetahui kehadiran Linda sebagai orang ketiga.

Usai Jalani Sidang, Terdakwa Terpaksa Harus Menanti Surat Guna Dibantarkan Ke Lapas Porong, Sidoarjo.

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Sabetania R. Paembonan, dalam dakwaannya menyatakan, Linda dan Sugianto Setiono menikah secara agama pada medio 2009 silam. Keduanya mengurus kelengkapan dokumen pernikahan masing-masing dan Linda  mengurus sendiri di Malang.
“Terdakwa Linda berstatus belum kawin atau belum menikah sesuai dengan Surat Keterangan Belum Menikah atas nama Linda Leo Darmosuwito Nomor : 474.2/165/35.73.05.1009/2009, tanggal 19 Mei 2009 yang ditandatangani oleh, Sekretaris Lurah, Mojolangu Malang,  yang dikuatkan dengan Surat Pernyataan “, ucap JPU.

Lebih lanjut, pasangan suami istri ini juga menyertakan dokumen-dokumen lain. Dari pernikahan itu terbit Kutipan Akta Perkawinan pada 2 Juli 2009.

Setelah 10 tahun menikah keduanya, resmi bercerai pada 2019. Setahun kemudian, anak terdakwa berinisial AC datang menemui Sugianto Setiono mengaku, sebagai anak kandung terdakwa dari pernikahan sebelumnya.

Padahal sebelumnya, Linda mengaku, kepada Sugianto Setiono bahwa anaknya itu hanya anak angkat.

Merasa dibohongi,Sugianto Setiono, lantas melaporkan mantan istrinya itu ke Polda Jatim.

Terdakwa yang hadir dipersidangan lantaran, tidak dilakukan penahanan, usai JPU bacakan dakwaan, Majelis Hakim, Suparno, memerintahkan agar terdakwa ditahan.

Secara otomatis, terdakwa akan dibantarkan menuju Rutan Perempuan Surabaya di Porong, Sidoarjo, untuk ditahan setelah jalani persidangan.

Secara terpisah, Salawati, masih belum dapat dikonfirmasi karena masih sibuk mengurus penahanan terdakwa.
“Nanti saya tanggapi karena sekarang saya masih proses pendampingan di Porong,” pungkasnya.      MET.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Dijerat UU Perlindungan Konsumen Dan Penipuan Medina Zein Eksepsi Dakwaan Jaksa Tanjung Perak Surabaya

Published

on

Basudewa – Surabaya, Sidang perkara sangkaan menawarkan produk tas bermerk Hermes padahal palsu melibatkan Medina Zein sebagai terdakwa bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (29/11/2022).

Dipersidangan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Ugik Brahmantyo, usai bacakan dakwaannya, di reaksi secara tegas oleh, terdakwa yakni, melakukan eksepsi.

” Saya eksepsi atas dakwaan JPU Yang Mulia, melalui, Penasehat Hukumnya ,” ujar terdakwa.

Sebagaimana diketahui, dakwaan JPU, disebutkan, pada 28 Juni 2021, terdakwa menawarkan barang, mempromosikan barang dengan potongan harga.

Melalui penawaran terdakwa meminta Uci Flowdea Sudjiati guna transfer sejumlah uang ke rekening atas nama Medina Global Indonesia juga ke rekening atas nama terdakwa.

Selanjutnya, terdakwa mengirim 3 tas merk Hermes produk Prancis ke Uci Flowdea Sudjiati (korban) melalui Firda. Kemudian, korban memeriksa tas tersebut.

Alhasil, ke tiga tas diyakini, korban tidak sesuai dan membatalkan pembelian. Dari pembatalan korban pihak terdakwa tidak keberatan namun, terdakwa justru menawarkan kembali tas merk Hermes yang diakuinya, adalah milik pribadi.

Selain itu, terdakwa meyakinkan korban bahwa barang milik pribadi terdakwa adalah asli 1000 persen.

Lagi lagi, korban mengetahui barang tersebut, tidak sesuai keasliannya, hingga korban merasa dirugikan terdakwa sebesar 1 Milyard lebih.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 62 ayat (1) Juncto pasal 9 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen atau pasal 378 KUHP.    MET.

Lanjutkan Membaca

Trending