Material 6 Kontainer Tertahan Di Pelabuhan Weda, Kontraktor Laporkan CV.Mitra Usaha Ke Polres Halamahera Tengah

114

Surabaya-basudewanews.com, Muatan barang material 3 kontainer berisi keramik dan 3 kontainer berisi tiang pancang milik PT.Intim Kara (IK) harus tertahan di Pelabuhan Weda, Halmahera Maluku Utara.

Berdasarkan, informasi yang diterima tim basudewanews.com, Kamis (7/10/2021), PT. IK merasa dirugikan atas jasa pelayaran melalui CV.Takdir Ilahi (TI) dan CV.Mitra Usaha (MU) yang berlokasi di Surabaya.

Pasalnya, barang material milik PT. IK harus tertahan alias tidak bisa bongkar di pelabuhan Weda. Penahanan barang material tampak dilakukan, Kepala Dinas Perhubungan, Halamahera Tengah, Ahmadiarsyah.

Atas insiden tertahannya, material dalam 6 kontainer, PT.IK melaporkan CV.MU dan CV.TI ke Polres Halamahera Tengah Maluku Utara, pada Selasa (7/9/2021) sekira pukul : 11 : 39 WIT, melalui surat laporan nomor : LP/B/87/IX/2021/SPKT/RES HALTENG/POLDA MALUKU UTARA.

PT.Intim Kara, Beberkan, Bukti Surat Laporan Ke Polres Halmahera.

Dalam laporan,PT.IK merasa ditipu atau adanya dugaan tindak pidana penggelapan yang dilakukan kedua CV tersebut (CV.MU dan CV.TI).

Selain melapor, pihak Bupati Halmahera Tengah Maluku Utara, secara resmi juga melayangkan surat ke Pimpinan CV.MU guna kesediaan pembongkaran barang pada Rabu (8/9/2021).

Isi dalam surat, bahwa Pemerintah Daerah Halamahera merasa sangat berkepentingan terhadap kelancaran distribusi barang untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, ekonomi dan perdagangan.

Untuk diketahui, permasalahan muncul saat jasa pengiriman pelayaran, Rachman Candra mengurusi administrasi pengiriman pelayaran milik PT.IK sejumlah 6 kontainer tujuan Weda, Halmahera Tengah.

Sayangnya, 6 kontainer tersebut, setiba di Pelabuhan Weda, oleh, Kadishub, Ahmadiarsyah, dilakukan penahanan alias tidak boleh bongkar muat.

Menurut pengakuan, Zulkarnain salah satu karyawan PT.IK, reaksi Kadishub Ahmadiarsyah, melakukan penahanan atas pesanan pemilik CV.MU, Lia.

Sedangkan, PT.IK juga melayangkan surat terhadap PT.PELNI yang berisikan, bahwa PT.IK sudah melakukan penyelesaian secara administratif terhadap Rachman Chandra. Anehnya, saat barang setiba di pelabuhan Weda, Kadishub melakukan penahanan atas pesanan pemilik CV.MU, Lia dengan alasan PT.IK belum melakukan pelunasan administrasi.

Sebagaimana diketahui, menurut salah satu nara sumber yang namanya tidak mau diunggah, mengatakan, sistem Tol Laut baik muatan subsidi maupun barang komersil yang termuat di kapal Tol Laut jika sudah termuat di kapal, barang barang tersebut, dalam artian ya !, sudah lunas. Sehingga barang barang consigne seharusnya, bisa langsung di keluarkan atau bongkar muat setiba di Pelabuhan.     MET.