Gegara Balik Nama 17 Unit Truck, Temmy Timotius Dijerat Pasal 378

73

Surabaya-basudewanews.com, Sidang lanjutan, bagi Temmy Timotius (terdakwa) dalam perkara dugaan penggelapan 17 unit truck milik PT. Utama Jaya Nitya (UJN), berbuah jeratan pasal 378 yang didakwakan oleh, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Irene Ulfa. Atas dakwaan JPU, terdakwa melalui Penasehat Hukumnya melakukan eksepsi di persidangan sebelumnya.

Dalam sidang lanjutan, yang bergulir di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (4/10/2021) tersebut, JPU memberikan tanggapan eksepsi terdakwa.

Adapun, tanggapan yang disampaikan, JPU yakni, untuk menolak eksepsi terdakwa dan menurut Penasehat hukum terdakwa, agar membebaskan terdakwa karena perkara ini adalah perkara keperdataan dan perkara A-Quo berdasarkan SEMA.

Hal tersebut, pihak JPU meminta Majelis Hakim untuk tidak menerima nota keberatan  terdakwa dan melanjutkan pemeriksaan perkara.

Usai JPU, sampaikan tanggapan Majelis Hakim, Tatas akan menjatuhkan putusan sela pada persidangan berikutnya.

Untuk diketahui, Direktur PT.UJN, Teguh Soewandi memiliki saudara yang bernama Darmlan Goei (almarhum) dan terdakwa adalah anak kandung dari Darmlan Goei (almarhum).

Sejak medio 1989 silam, Darmlan Goei diserahi tugas kepengurusan 41 unit truck oleh PT.UJN.  Kepengurusan surat yang dimaksud yakni, perpanjangan STNK maupun mengurus perpanjangan Uji Kiir.

Darmlan Goei juga diberi kepercayaan untuk melakukan transaksi pembelian unit truck dengan menggunakan uang PT.UJN.

Sebagaimana diketahui, Yessy Erlinawati dan M.Khadiri selaku, Kabag Operasional PT.UJN, pernah menyerahkan surat BPKB 41 unit truck terhadap Darmlan Goei (almarhum) dengan maksud agar memudahkan Darmlan Goei melaksanakan tugasnya memperpanjang STNK maupun Uji Kiir.

Sekitar Desember 2018, terdakwa bersama
Rico Silvester mendatangi Yessy Erlinawati  untuk meminta BPKB 41 unit truck tanpa sepengetahuan, Direktur PT.UJN, Teguh Soewandi karena menganggap 41 BPKB unit truck adalah milik Darmlan Goei (orang tua terdakwa).

Selanjutnya, terdakwa memindahkan 41 unit truck dari garasi PT UJN ke daerah Jasem Pasuruan, serta 17 unit truck telak dibalik nama oleh, terdakwa atas nama PT.Morales Indonesia Jaya (MIJ) tanpa seizin Direktur PT.UJN,Teguh Soewandi.

Selain itu, 17 truck juga telah dirubah warna untuk digunakan kepentingan PT.MIJ.     MET.