2 Pengedar Narkoba Antar Provinsi Diamankan, Ditresnarkoba Polda Jatim

31

Surabaya-basudewanews.com, Jaringan peredaran narkoba antar provinsi kembali diamankan Jajaran Direktorat Reserse Narkoba (Ditreskoba)) Polda Jatim. Dua pengedar narkoba jenis sabu dan ekstasi berhasil diringkus di dua tempat yang berbeda. Hal tersebut, disampaikan Kabid Humas Polda Jatim, Gatot Repli Handoko, saat jumpa pers Senin (4/10/2021).

Dikesempatan jumpa pers, Kabid Humas Polda Jatim, mengatakan, pelaku merupakan jaringan antar Provinsi dari Jakarta ke Surabaya.
“Hanya selisih tiga hari yaitu tanggal, 12 dan 15 September 2021, pengedar narkoba jaringan antar provinsi ini berhasil diamankan di dua tempat yang berbeda. Pelaku berinisial MMS diamankan di tempat parkir MC.Donal Kecamatan,Taman, Kabupaten Sidoarjo, dan pelaku berinisial IR diamankan di salah satu hotel di daerah Rungkut, Surabaya “,  paparnya.

Berbekal informasi dari masyarakat, Polisi berhasil mengamankan barang bukti jenis Sabu dengan berat kotor seluruhnya 1.577,85 gram, dan Narkotika jenis Pil Ekstasi dengan jumlah total seluruhnya 675 butir, dari tangan tersangka MMS (29) warga Surabaya.

Jajaran Ditreskoba Polda Jatim, Pamerkan Hasil Buruannya, Saat Jumpa Pers.

Sedangkan dari tangan tersangka IR (31) warga Jakarta. Polisi mengamankan 1 kantong plastik, yang berisi 1 bungkus teh china berisi Sabu dengan berat kotor 1.040 gram.

Sementara, menurut Kasubdit III Kompol Toni mengatakan, Barang haram ini sengaja di datangkan dari Jakarta untuk di edarkan di Jawa Timur.
“Dari pengakuan tersangka MMS di setiap transaksinya, mendapatkan imbalan sebanyak 1 Juta dan transaksi ini sudah 3 kali di lakukan “, bebernya.

Setelah dilakukan penangkapan terhadap tersangka MMS, polisi melakukan pengembangan, dengan melakukan penggeledahan di rumah kos tersangka, dan berhasil menemukan Ineks atau Pil Ekstasi, sebanyak 675 butir dan timbangan elektrik.

Jajaran Ditresnarkoba polda jatim, akan terus melakukan pengembangan guna menguak keterlibatan yang lain atas peredaran narkoba antar provinsi.

Atas ulah kedua tersangka, di jerat sebagaimana yang diatur dalam pasal 112 dan 114 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.        MET.