2 Penasehat Hukum Banding Malah Divonis 4 Tahun. Usai Sidang Jaksa Eksekusi Penahanan

276

Surabaya-basudewanews.com, Perkara pemalsuan surat yang melibatkan 2 Penasehat Hukum yakni, Sutarjo dan Sudarmono pada medio 2016 silam, Majelis Hakim, Jihad Arkanudin menjatuhkan putusan pidana penjara selama 42 bulan.

Sebagaimana diketahui, atas putusan Majelis Hakim, 2 Penasehat Hukum yang duduk di kursi panas menyatakan sikap banding. Sayangnya, upaya hukum ke-dua Penasehat Hukum dalam tingkat Kasasi malah menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun. Putusan Kasasi tersebut, sedikit lebih  berat dari putusan Majelis Hakim sebelumnya.

Di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (5/10/2021), salah satu diantara ke-dua Penasehat Hukum yakni, Sudarmono sedang mendampingi perkara perdata yang sedang bergulir di ruang Tirta 2 Pengadilan Negeri Surabaya. Sebelum persidangan berakhir, di luar ruang sidang Tirta 2 tampak Kasi Intel dan beberapa Jaksa tampak sabar menunggu usainya persidangan guna melakukan eksekusi penangkapan terhadap Penasehat Hukum Sudarmono.

Tampak, Pihak Kepolisian Dari Pengadilan Negeri Surabaya, Melakukan Pengawalan Ketat.

Selang beberapa saat, usai persidangan, Penasehat Hukum Sudarmono langsung dijemput serta dijelaskan terkait, surat perintah eksekusi penahanan.

Dalam penjelasan tersebut, Penasehat Hukum Sudarmono, memohon izin waktu guna menuju toilet. Upaya permintaan pun, langsung disetujui namun, pihak kejaksaan maupun beberapa Kepolisian yang diperbantukan turut mengawal secara ketat menuju toilet.

Dirasa waktu cukup maka Penasehat Hukum Sudarmono digelandang menuju mobil guna di proses secara ke-administrasian di Lapas Medaeng.

Secara terpisah, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Harry Basuki, saat ditemui mengatakan, perkara ini sebenarnya, bermula pada medio 2016 silam. Diketahuinya, ada 3 laporan diantaranya, 2 laporan atas nama Khoyana dan 1 laporan atas nama Penasehat Hukum Sudarmono dari Peradi Sidoarjo.

Dalam putusan Pengadilan Negeri Surabaya, pada 2016 silam, Majelis Hakim menjatuhkan putusan pidana penjara selama 42 bulan dan putusan diperkuat di Kasasi menjadi 4 tahun.

Pihaknya, hanya menjalankan eksekusi. Sesuai informasi yang diterima sebenarnya, ke-dua Penasehat Hukum yang dimaksud sedang sidang. Sayangnya, dipersidangan hanya tampak Penasehat Hukum Sudarmono maka pihaknya, tetap melaksanakan eksekusi.

Harry Basuki, menambahkan, kebetulan putusan Kasasi pada 2020 sehingga pihaknya, baru ini bisa melaksanakan eksekusi penahanan terhadap Penasehat Hukum Sudarmono.   MET.